- SUARAMU TELAH MEMIKAT INGATANKU

untuk #L

suaramu telah memikat ingatanku, hari ini

kurasakan suaramu, seperti cahaya lembut, yang perlahan memeluk seluruh kesedihanku

kau tahu, aku telah lama belajar dari airmata, yang selalu memahami seseorang yang dicintainya dengan cara menjatuhkan diri

akan tiba saatnya, di malam-malamku yang penuh kerisauan, suaramu akan menjelma jerit kijang yang terpanah jantungnya

ya, pada saat itu aku pun tahu: ada yang lebih tajam dari pisau waktu, yakni rindu

kesakitan, memang terasa lebih pedih dalam ingatan. mungkin itu, yang kelak kita sebut: kenangan Continue reading ‘- SUARAMU TELAH MEMIKAT INGATANKU’

- REQUIEM KUNANG-KUNANG

Cerpen: Agus Noor

BARANGKALI aku akan menjadi kunang-kunang terakhir di kota ini. Segalanya terasa sebagai kesenduan di kota ini. Gedung-gedung tua dan kelabu, jalanan yang nyaris lengang seharian, deretan warung kelontong dan kafe-kafe sunyi dengan cahaya matahari muram yang mirip kesedihan yang ditumpahkan. Kota ini seperti dosa yang pelan-pelan ingin dihapuskan.

Bila suatu kali kau berkunjung ke kota yang terletak di lekuk teluk yang bagai mata yang mengantuk ini, kau sesekali hanya akan bertemu dengan satu dua orang tua, yang berjalan malas atau pemabuk yang meringkuk mendengkur di bangku-bangku taman. Bila kau perhatikan dengan cermat, setiap perempuan yang kau temui di kota ini selalu berjubah dan kerudung hitam, seolah-olah mereka terus berkabung sepanjang hidupnya, seolah-oleh mereka semua adalah rahib kesedihan. Dan bila kau memperhatikan lebih cermat lagi, lebih teliti, maka kau akan segera tahu: hampir dari mereka semua, buta! Continue reading ‘- REQUIEM KUNANG-KUNANG’

- CINTA, KENANGAN DAN PESONA SAJAK PARA PENYAIR TWITTER

Tanggal 22 Oktober 2011, bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, buku kumpulan @sajak_cinta diluncurkan. Inilah buku kumpulan sajak, yang berasat dari dunia Twitter. Terbitnya buku yang diberi judul Cinta, Kenangan dan Hal-hal yang Tak Pernah Selesai ini seakan membantah sinisme terhadap begitu banyaknya “tweet” yang dianggap hanya “sampah dunia maya”. 1000 sajak mungil dalam buku itu memperlihatkan keunikan dan kekuatan micro blogging Twitter sebagai sebuah kemungkinan ekspresi puitik.

Sajak-sajak pendek (yang tak lebih dari 140 karakter sebagaimana format Twitter) dalam buku ini memperlihatkan kekuatan ungkapan, dan pengolahan metafora, justru dalam bentuknya yang “mungil”. Sajak-sajak itu terasa bernas dan segar dalam kependekatannya, dan karena itu terasa cocok ketika menjadi kutipan dan ingatan. Ketika dunia semakin berkelebat cepat, ketika hidup bagaikan fragmen-fragmen kecil yang tersusun secara acak dan nyaris begitu berkelebat, kita membutuhkan sesuatu untuk sejenak mengingat apa yang menyentuh dan menjadi sesuatu yang penting dalam pengalaman hidup kita. Sajak-sajak pendek itu, seakan kelebatan ingatan dan kenangan; seperti ada sesuatu yang ingin dikekalkan, sesuatu yang pantas untuk diingat, dan dicatat.

Sajak-sajak dalam buku ini bagaikan “karnaval bisikan” — demikian penyair Hasan Aspahani memberi pengantar. Aspahani, termasuk salah satu penyair terbaik Indonesia yang juga “bermain twitter”, dengan akun @haspahani. “Buku ini berisi sajak cinta yang sederhana, terus-terang, bertenaga, serta membumi” tulis Aspahani. Aforisme-aforisme pendek sudah lama digarap oleh penyair besar. Kebernasan karya-karya pendek bahkan bisa menjadi tanda kebesaran seorang penyair. Continue reading ‘- CINTA, KENANGAN DAN PESONA SAJAK PARA PENYAIR TWITTER’

- NASKAH MONOLOG “KUCING”

Naskah lakon monolog ini saya tulis ulang dari cerpen karya Putu Wijaya yang juga berjudul Kucing. Anda bisa membaca cerpen itu, dan melihat bagaimana cerpen itu kemudian saya olah untuk kebutuhan pemanggungan. Mungkin menarik pula untuk perbandingan. Pertama kali, lakon monolog ini dimainkan oleh Butet Kartaredjasa pada tanggal  30-31 Oktober 2010, di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kemudian dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Bahkan Butet Kartaredjasa sempat mementaskannya berkeliling ke kota-kota, mulai dari Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Tegal , Salatiga dan Purwokerto.

Berikut adalah versi lengkap naskah monolog Kucing itu. Selamat menikmati, dan silakan bila ingin mementaskannya.


Continue reading ‘- NASKAH MONOLOG “KUCING”’

- KELEPAK SAYAP JIBRIL

AKU tengah duduk di kafe di sebuah mall membunuh kejenuhan dengan secangkir cappuccino ketika sayup-sayup berdesir bunyi kelepak, lembut di telinga. Aku mendongak, melihat bayangan langit pada kubah kaca yang dipenuhi pohon-pohon kurma dan unta dengan kafilah di punggungnya, bergelantungan di besi-besi konstruksi yang dicat warna-warni. Kulihat unta-unta itu bergoyangan, bagai ada tangan yang menyentuhnya.

Kelepak itu! Jelas mendesir di sela keriuhan celoteh gadis-gadis, alunan lagu yang bersliweran dari tiap counter, jerit anak-anak minta mainan dan kemerosak HT satpam. Kelepak itu, kelepak itu, mengingatkanku pada Kakek, ketika suatu malam tergesa-gesa membangunkanku. Continue reading ‘- KELEPAK SAYAP JIBRIL’

- SAJAK-SAJAK KECIL KEPADA M

Sajak ini doa, tangan yang menampung luka, yang menjagamu, agar kau tak pernah merasa sendirian, dan ditinggalkan.

Mencintaimu merupakan caraku berdoa setiap hari, untuk semua kebahagiaan kita.

Aku telah belajar merasakan pedih, lewat ciuman-ciumanmu yang lembut dan menanggung duka dunia.

Kupandangi langit lembut itu, seakan berada dalam keluasan matamu; dan kutemukan sebuah dunia, yang lebih ajaib dari surga.

Kekasihku, selalu ada yang pantas kita muliakan, yang membuat kita akan terus bertahan, bahkan dalam kepedihan.

Aku punya cara sederhana mencintaimu: dengan selalu mendoakan kebaikan dan keselamatanmu…

Sesuatu, yang kausebut kenangan, telah membukakan padaku rahasia, cara mencintaimu tanpa pernah merasa kehilangan.

Kangen ini. Laut tak bertepi…

Continue reading ‘- SAJAK-SAJAK KECIL KEPADA M’

- PADA HARI ULANG TAHUNMU AKU MENDUGA-DUGA

Lama sekali saya tak menyegarkan blog ini. Setelah sekian lama asyik twiteran, akhirnya saya bisa kembali menyentuh blog ini dan mempermanisnya dengan sebuah puisi “pada hari ulang tahunmu aku menduga-duga” yang ditulis oleh kawan saya (berkat keajaiban twiter) Nugie Raditya yang berakun @radityanugie. Terimakasih Nugie, untuk puisinya. Barangkali, kita memang “harus tersesat” untuk sampai kepada kebahaagian atau kesedihan, dan rela “menyuguhkan diri pada perayaan itu” seperti dalam puisimu itu, Nugie. Atau mungkin puisi memang sebuah ihktiar sederhana untuk mempertahankan kenangan yang jauh,  atau segala sesuatu, yang “tak pernah terjangkau, oleh panjang lengan ingatan”.

Anda, bisa membaca puisi Nugie Raditya itu, selengkapnya:

Puisi Nugie Raditya

PADA HARI ULANG TAHUNMU AKU MENDUGA-DUGA

kepada Agus Noor

kukira jarak antara kita
hanya sebentar tempuh perjalanan,
tapi aku masih juga harus tersesat
untuk sampai kepadamu,
menyuguhkan diri pada perayaan itu. Continue reading ‘- PADA HARI ULANG TAHUNMU AKU MENDUGA-DUGA’

- MONOLOG KUCING MULAI KELILING

Sebagaimana yang direncanakan, monolog Kucing yang dimainkan oleh Butet Kartaredjasa akan mulai pentas keliling. Saat keliling itulah, selain pentas, Butet Kartaredjasa dan tim yang dibawanya akan mengadakan workshop tentang seni peran,  terutama berkaitan dengan permaian monolog. Juga beberapa materi workshop seperti penataan musik, penyutradaraan dan penulisan lakon. “Kebetulan dalam tim monolog Kucing ini ada Djaduk Ferianto, yang menata musik, Whani Darmawan yang dikenal juga sebagai aktor dan sutradara teater, lalu ada Agus Noor yang banyak menulis lakon monolog. Jadi, di samping berpentas, kami juga ingin berbagi pengalaman. Ini memang niat yang sudah lama saya pingin,” ujar Butet Kartaredajsa.

Monolog Kucing adalah karya Putu Wijaya, yang kemudian ditulis ulang oleh Agus Noor untuk kebutuhan pementasan Butet kali ini. Sebelumnya monolog ini sudah dipentaskan di Taman ismail Marzuki Jakarta dan Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Pentas keliling monolog Kucing akan dimulai di Bandung, kemudian Cirebon dan Tasikmalaya.

Continue reading ‘- MONOLOG KUCING MULAI KELILING’

- AUBADE

AUBADE

Untuk M

 

Pagi ialah tangan yang terulur santun, ke dalam hatimu. Dibukakannya pintu kebaikan dan keselamatan, bagimu

Pagi yang lembut mengusap keningmu, seperti tangan ibu. Dihapusnya debu kecemasan yang berguguran semalam, dari mimpimu

Pagi ialah kecupan kekasih, yang membangunkan kerinduanmu. Ditumpahkannya seluruh hangat harapan, sebagai degup jantungmu

Continue reading ‘- AUBADE’

- ADA YANG LEBIH TABAH DARI HUJAN BULAN JUNI

 

Puisi Agus Noor

ADA YANG LEBIH TABAH DARI HUJAN BULAN JUNI

: SDD

 

Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, ialah ia, yang terus mencintaimu, meski kau tak pernah menyadari, dan selalu berjaga dalam kesedihan dan kebahagiaanmu

Ialah yang menggeletar dalam doa-doamu, tanpa pernah kau menyadari, dan kau pun tentram karena merasa ada yang selalu menjagamu

Tanpa pernah kau menyadari, ia diam-diam menjelma bayanganmu, hingga bahkan pun dalam sunyi kau tak lagi merasa sendiri.

Ia, yang sungguh lebih tabah dari hujan bulan Juni, selalu berbisik lembut di telingamu, meski kau tak pernah menyadari, dan seluruh kenanganmu menjadi hangat dalam ingatan Continue reading ‘- ADA YANG LEBIH TABAH DARI HUJAN BULAN JUNI’

Halaman Berikutnya »


Point your camera phone at the QR code below : qrcode


enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles

 

Januari 2012
S S R K J S M
« Des    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives Files

Photo Files

Kumpulan cerpen Agus Noor

Buku Pena Kencana 2009

PRESIDEN GUYONAN

Potongan Cerita di Kartu Pos

More Photos

Catagories of Files


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.