Dulu ada “Mati Ketawa Cara Rusia”, juga ada “Mati Ketawa Dari Pada Cara Soeharto”. Semua lelucon ini masih banyak yang relevan hingga sekarang. Itu membuktikan, betapa watak kekuasaan di negeri ini memang tak banyak berubah. KIta juga mengenal Gus Dur sebagai presiden yang suka bikin lelucon. Banyak lelucon yang pernah dilontarkan Gus Dur, dan banyak juga lelucon tentangnya. Menurut saya, SBY juga tak kalah lucu. Malah — kalau kita mau menelusuri jalan pikiran dan logikanya — banyak hal-hal lucu dari caranya memimpin negeri ini. Karna itulah, bagi saya SBY jauh lebih lucu ketimbang Gus Dur, justru (!) lantaran SBY pintar dan canggih menyembunyikan logika-logikanya yang lucu dalam kesantunan dan pencitraan. Lanjutkan membaca ‘- SBY LEBIH LUCU DARI PADA GUS DUR’
- SBY LEBIH LUCU DARI PADA GUS DUR
Diterbitkan Februari 6, 2010 Fiksi Mungil , Humor 2 CommentsTags: Humor, humor SBY, joke, Lelucon
- BUKU BARU AGUS NOOR
Diterbitkan Januari 17, 2010 Buku 20 CommentsTags: Buku, cerpen Agus Noor, Claudia Sitepu, Jenny Ang, Kumpulan Cerpen Agus Noor, Moetiara Poetri, Onno Mayasari, Vivi Diani Savitri
SEPOTONG BIBIR PALING INDAH DI DUNIA, kumpulan prosa Agus Noor, sebentar lagi menampakkan diri. Menghimpun puncak-puncak pencapain estetis dan eksplorasinya dalam bercerita, hingga kisah-kisahnya terasa penuh pukau. Cinta dan perselingkuhan, sensualitas dan kepedihan, sampai memori kekejaman politik dan religiositas, terasa subtil dalam bahasanya yang puitik dan seringkali mengejutkan. Buku ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Berikut ini beberapa komentar tentang buku tersebut… Lanjutkan membaca ‘- BUKU BARU AGUS NOOR’
- RELASI KUASA DALAM CERITA
Diterbitkan Desember 21, 2009 Uncategorized 3 CommentsTags: cerpen Agus Noor, Devy Kurnia Alamsyah, Michel Foucault, Potongan Cerita di Kartu Pos, relasi kekuasaan
Ini tulisan karya Devy Kurnia Alamsyah, yang atas kebaikannya dikirimkan pada saya. Tulisan ini merupakan pembahasan cerpen saya “Tiga Cerita Satu Tema” yang merupakan salah satu cerpen yang termuat dalam kumpulan cerpen berjudul “Potongan Cerita di Kartu Pos”. Cerpen ini menjadi pintu masuk untuk pembahasaan mengenai relasi kekuasaan melalui analisis wacana yang didasarkan kepada relasi pengetahuan/kekuasaan Michel Foucault. Atas kebaikan Devy, saya diijinkan untuk mengunggahnya di blog ini. Saya hanya melakukan sedikit pengeditan, agar pada bagian awal tak terlalu panjang. Selebihnya, saya membiarkannya utuh. Bagi yang ingin kenal Devy Kurnia Alamsyah dan berdiskusi lebih lanjut, mungkin bisa menghubunginya melalui jejaring facebook, darimana saya juga mengenalnya. Sekali lagi, terimakasih untuk Devy, dan selamat membaca.
Relasi Kekuasaan dalam “Tiga Cerita Satu Tema”
Oleh: Devy Kurnia Alamsyah
“Bila orang menelusuri sejarah umat manusia yang panjang dan kelabu, orang akan menemukan bahwa lebih banyak kejahatan yang menjijikkan yang dilakukan atas nama kepatuhan daripada atas nama pembangkangan.”
- C.P. Snow
- ANGSA EMAS NADIRA
Diterbitkan Desember 7, 2009 Buku 1 CommentTags: 9 dari Nadira, Kepustakaan Populer Gramedia, Leila S. Chudori
Data Buku:
Judul : 9 dari Nadira
Penulis : Leila S. Chudori
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gamedia), Jakarta
Cetakan : I, Oktober 2009
Halaman : xii + 270 halaman
ISBN : 978-979-91-0209-6
LIMA tahun terakhir, sastra Indonesia disibukkan oleh dua hal. Pertama, isu seputar tema seksualitas yang terkait para penulis perempuan. Kedua, kesibukan untuk mengeksplorasi gaya bercerita dan mengolah bahasa. Yang pertama membuat banyak tema lain yang diangkat para penulis kita seakan tenggelam dalam hiruk pikuk yang sangat seksis dan bias gender. Yang kedua, disamping mampu menghasilkan sensibilitas baru dalam bahasa, seringkali karya sastra – dalam hal ini prosa – yang dihasilkan terlalu sibuk dengan gaya, berkutat pada pengagungan metafora, hingga melupakan cerita yang ingin disampaikannya.
Dalam konteks itulah, buku 9 dari Nadira, menjadi penting kemunculannya. Sembilan kisah dalam buku ini menegaskan, betapa pada dasarnya, sebuah prosa yang baik mesti tak melupakan unsur-unsur pembentuk cerita di dalamnya, seperti karakter, kompleksitas psikologis tokoh-tokoh, intensitas plot, cara pandang yang segar. Lanjutkan membaca ‘- ANGSA EMAS NADIRA’
- FIKSI MINI: MENYULING CERITA, MENYULING DUNIA
Diterbitkan November 21, 2009 Esai , Fiksi Mungil 7 CommentsTags: Fiksi Mini, Micro Fiction
For sale: baby shoes, never worn.
Ernest Hemingway
Saya menyebutnya fiksi mini. Itulah bentuk fiksi mini yang saya himpun dalam antara lain dalam “Anjing & Fiksi Mini Lainnya” atau “35 Cerita untuk Seorang Wanita” (Jawa Pos, 1 November 2009). Yakni fiksi, yang hanya terdiri dari secuil kalimat. Mungkin empat sampai sepuluh kata, atau satu paragrap. Tapi di sana kita beroleh “keluasan dan kedalaman kisah”. Kutipan di awal tulisan, merupakan karya penulis dunia, Hemingway, adalah salah satu contoh “novel terbaik dunia”, yang ditulis hanya dengan beberapa patah kata. Karya itu, ditulis di tahun 1920, karna Hemingway bertaruh dengan rekannya: bahwa ia mampu nenulis novel lengkap dan hebat hanya dengan enam kata. Dan penulis Amerika itu menyatakan: itulah karya terbaiknya.
Tapi, bila kita mau melihat bentuk-bentuk karya sastra yang sudah ada, fiksi mini sesungguhnya punya jejak sejarah yang panjang. Artinya, tidak dimulai di tahun 1920, ketika Hemingway menulsikan fiksi mininya itu. Kita ingat fabel-fabel pendek yang ditulis Aesop (620-560 SM), adalah sebuah “kisah mini” yang penuh suspens dalam kependekannya. Kita bisa melihat pula kisah-kisah sufi dari Timur tengah, yang turunannyapopuler sampai sekarang dalam bentuk anekdot-anekdot semacam Narsuddin Hoja atau Abunawas. Kisan-kisan kebajikan zen di Tiongkok, yang bahkan seringkali lebih menggungah ketimbang cerita panjang yang bertele-tele.
Di perancis, fiksi mini dikenal dengan nama nouvelles. Orang Jepang menyebut kisah-kisah mungil itu dengan nama “cerita setelapak tangan”, karena cerita itu akan cukup bila dituliskan di telepak tangan kita. Ada juga yang mneyebutnya sebagai “cerita kartu pos” (postcard fiction), karena cerita itu juga cukup bila ditulis dalam kartu pos. Di Amerika, ia juga sering disebut fiksi kilat (flash fiction), dan ada yang menyebutnya sebagai sudden fiction atau micro fiction. Bahkan, seperti diperkenalkan Sean Borgstrom, kita bise menyebutnya sebagai nanofiction. Apa pun kita menyebutnya, saya pribadi lebih suka menamainya sebagai fiksi mini. Lanjutkan membaca ‘- FIKSI MINI: MENYULING CERITA, MENYULING DUNIA’
- Ekspresi Demokrasi Cerpen Indonesia
Diterbitkan November 13, 2009 Esai 1 CommentTags: cerpen dan demokrasi, Ratno Fadillah
Berikut saya suguhkan tulisan Ratno Fadilah, yang sebelumnya pernah muncul di Kompas, (2 Juni 2007). Terimakasih kepada Ratno, dan semoga menyenangkan bagi semua.


Anjing
Ia berubah jadi anjing. Itulah hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Anak istrinya yang kelaparan segera menyembelihnya
Teka-teki Laki-laki yang Tak Kembali
Terkantuk-kantuk perempuan itu menunggu suaminya pulang. Terdengar kunci pintu dibuka pelan. Sejak itu suaminya tak pernah muncul.
Bayi
Tengah malam, bayi yang lapar itu terus menangis menjerit-jerit. Pelan-pelan ia mulai memakan jari-jarinya, lengan dan kakinya, melahap usus dan jantungnya, hingga tak bersisa.
- Pementasan IN/OUT: Catatan (di Dalam/di Luar) Proses
Diterbitkan Oktober 6, 2009 Pertunjukan Tinggalkan a KomentarTags: Boi G Sakti, Deddy Luthan, Empowering Women Artist, Farida Utoyo, Gusmiati Suid, Hartati, IN/OUT, Kayan Production, Kelola, Retno Maruti, Sardono W Koesumo, Sentot S, Sukarji Sriman, Tari Kontemporer Indonesia, Teater Salihara, Tom Ibnur, Wiwiek Sipala, Yudi Ahmad Tajudin, Yulianti Parani

Pementasan tari IN/OUT koreografer Hartati, akan dipentaskan di Teater Salihara, Jakarta, pada tanggal 16 dan 17 Oktober 2009, pukul 20.00 WIB. Karya ini menghadirkan imaji kotak, yang menjadi titik pijak garapan dan dramaturginya. Kotak itu boleh jadi kotak identitas. Atau kotak ideologis. Atau kotak keyakinan yang tak mudah diruntuhkan. Kotak di mana kita terjebak di dalamnya – mungkin tanpa pernah menyadari. Kita ingin keluar kotak itu. Tapi kehendak untuk keluar dari kotak bukanlah perkara gampang. Ia akan menjadi pergulatan yang nyaris tanpa akhir. Ia seperti identitas yang ingin kau tanggalkan, tetapi kau, menyadari atau tidak, ada yang terus terperangkap di dalamnya. Kotak itu serupa keyakinan yang tak mudah kamu lepuh. Ia serupa pikiran yang tak kunjung kau sadari dinding-dinding pembatasnya. Lanjutkan membaca ‘- Pementasan IN/OUT: Catatan (di Dalam/di Luar) Proses’
- MATINYA TOEKANG KRITIK DI ESPLANADE, SINGAPURA
Diterbitkan September 29, 2009 Monolog , Teater 4 CommentsTags: Butet Kartaredjasa, Death of a Critic, Esplanade, Esplanade Theatre Studio, Matinya Toekang Kritik, Monolog

Matinya Toekang Kritik (Death of a Critic), monolog karya Agus Noor, akan dipentaskan oleh Butet Kartaredjasa di Esplanade Theatre Studio, Singapura, pada tanggal 12 Oktober 2009, mulai pukul 8 malam. Lakon satir politik perihal sosok tukang kritik ini akan dipentaskan dengan disertai subtitle bahasa Inggris yang dikerjakan oleh Landung Simatupang dan Jennifer Lindsay. Lakon ini memadukan kepiawaian seni peran Butet Kartaredjasa, kekritisan teks dan permainan multimedia, yang membuatnya menarik dari aspek content pertunjukan sekaligus effect visual. Kedua hal itulah, nampaknya yang membuat lakon monolog itu kemudian cukup relevan untuk merefleksikan realitas Indonesia pada satu sisi, dan memperlihatkan pencapaian artistik pertumbuhan teater pada sisi lain. Lanjutkan membaca ‘- MATINYA TOEKANG KRITIK DI ESPLANADE, SINGAPURA’
- INTERNET SEHAT BLOG AWARD
Diterbitkan September 29, 2009 Uncategorized Tinggalkan a KomentarTags: Internet Sehat Blog Award 2009

Saat jalan-jalan di dunia maya, saya ketemu sesuatu yang cukup menyenangkan. Ternyata, blog saya ini, terpilih dan dianggap layak mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 untuk kategori Inspiring Blog, pada Minggu ketiga Agustus 2009. Ini tentu membuat saya merasa dihargai. Semoga saya makin care dengan blog ini.
Dari detiknet.com saya menemukan penjelasan singkat seperti ini: Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 adalah sebentuk program apresiasi penghargaan kepada pengelola atau penulis blog (blogger) Indonesia yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikiran positifnya dalam bentuk tulisan di blog masing-masing. ISBA 2009 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), didukung oleh XL Care (www.xl.co.id), OpenNet Initiative (www.opennet.net) dan media online detikINET (www.detikinet.com).










Comments of Files