Posts Tagged 'teater Indonesia'

– PEMENTASAN “TANGIS” TEATER GANDRIK

IMG_20150207_135314

 

TEATER GANDRIK, akan manggung mementaskan lakon Tangis, pada 11-12 Februari 2015 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dengan pementasan di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta, 20-21 Februari 2015. Inilah lakon, yang pada awalnya ditulis oleh (Alm) Heru Kesawa Murti, dan karena itu pementasan Teater Gandrik ini mempunyai makna yang spesial. Saya, kemudian mengembangkannya. Tangis berlatar perusahaan batik milik Juragan Abiyoso menyimpan banyak masalah. Perusahan batik yang sukses itu perlahan-lahan mengalami kebangkrutan. Banyak spekulasi perihal apa yang menyebabkan trah Juragan Abiyoso itu berantakan. Pak Dulang, seorang dalang, menceritakan tentang “canting pusaka” milik Juragan Abiyoso yang kabarnya hilang. Berkat “canting pusaka” itulah konon kabarnya Abiyoso bisa sukses menjadi juragan batik. Kini, rumah sekaligus pabrik batik itu menyimpan banyak misteri. Bahkan kabarnya berhantu. Suatu kali, seorang buruh pabrik batik bernama Sumir mendadak menghilang dan dikabarkan mati sebagai tumbal. Lanjutkan membaca ‘– PEMENTASAN “TANGIS” TEATER GANDRIK’

Iklan

– Potongan Fragmen “SIDANG SUSILA”

Inilah bocoran dari naskah Sidang Susila, yang akan di pentaskan Teater Gandrik!

Mulai tanggal 21 Februari 2008, Teater Gandrik akan mementaskan lakon Sidang Susila. Naskah lakon ini ditulis oleh Ayu Utami dan Agus Noor. Sebuah kolaborasi estetis yang cukup memikat, mengingat keduanya merupakan dua penulis papan atas Indonesia. Teater Gandrik sendiri merupakan kelompok yang bermastuatin di Yogyakarta, dan telah menghasilkan beberapa repertoar yang menjadi bagian sejarah teater Indonesia. Ciri khas dari kelompok Teater Gandrik ialah pola teater sampakan, yang mengolah jagat pemanggungan sebagai bangunan dramatik yang serius tetapi juga main-main dalam pemahaman semangat teater rakyat.

Latihan awal “Sidang Susila” Teater Gandrik
Sidang Susila merupakan lakon bergaya satir seputar rezim yang ingin memonopoli kebenaran moralitas. Rezim Moral itu berkeyakinan bahwa proyek moral mesti diselenggarakan untuk mencapai ketertiban moral. Untuk itulah diperlukan Undang-undang Dasar Moral Negara. Ketika undang-undang tersebut ditetapkan, maka monopoli dan penguasaan atas kebenaran moralitas pun menjadi cara untuk menangkapi para warga yang dianggap mengganggu stabilitas moral negara. Nah, salah satu warga yang dianggap tidak bermoral itu adalah Susila. Dia menjadi orang yang dianggap sebagai “penjahat moral” pertama yang ditangkap dan disidangkan.

Kira-kira begitu inti ceritanya.

Ssssstttt…

Ada juga bocoran yang pasti menarik: lakon Sidang Susila ini juga akan disutradarai oleh Butet Kartaredjasa. Wow! Jelas menarik, kan? Butet yang selama ini lebih banyak tampil sebagai aktor, kini “naik derajatnya” jadi: sutradara. Sebenarnya, ini bukan kali pertama Butet jadi sutradara teater. Sebelumnya ia juga pernah menyutradarai lakon Inspektur Agung (karya Nicolas Gogol) bersama Teater Paku. Ada satu hal lagi yang menarik: pada Sidang Susila ini, Butet juga akan memerankan satu karakter tokoh yang menarik… (Tahu gak, sepanjang karier keaktorannya, baru kali inilah Butet memerankan karakter sebagaimana di Sidang Susila ini! Tapi, Maaf, untuk sementara belum bisa dibocorkan). Penasaran, kan? Makanya, jangan sampai lewatkan pertunjukan ini.

Tapi kalau pingin tahu bocoran naskah Sidang Susila, sudah diijinkan. Simak saja petikan fragmen dari lakon tersebut di bagian berikut. Sebuah fragmen yang menggambarkan bagaimana Susila disidang sebagai pesakitan moral. Lanjutkan membaca ‘– Potongan Fragmen “SIDANG SUSILA”’


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Desember 2017
S S R K J S M
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives Files

Catagories of Files