Posts Tagged 'Teater Gandrik'

– PEMENTASAN “TANGIS” TEATER GANDRIK

IMG_20150207_135314

 

TEATER GANDRIK, akan manggung mementaskan lakon Tangis, pada 11-12 Februari 2015 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dengan pementasan di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta, 20-21 Februari 2015. Inilah lakon, yang pada awalnya ditulis oleh (Alm) Heru Kesawa Murti, dan karena itu pementasan Teater Gandrik ini mempunyai makna yang spesial. Saya, kemudian mengembangkannya. Tangis berlatar perusahaan batik milik Juragan Abiyoso menyimpan banyak masalah. Perusahan batik yang sukses itu perlahan-lahan mengalami kebangkrutan. Banyak spekulasi perihal apa yang menyebabkan trah Juragan Abiyoso itu berantakan. Pak Dulang, seorang dalang, menceritakan tentang “canting pusaka” milik Juragan Abiyoso yang kabarnya hilang. Berkat “canting pusaka” itulah konon kabarnya Abiyoso bisa sukses menjadi juragan batik. Kini, rumah sekaligus pabrik batik itu menyimpan banyak misteri. Bahkan kabarnya berhantu. Suatu kali, seorang buruh pabrik batik bernama Sumir mendadak menghilang dan dikabarkan mati sebagai tumbal. Lanjutkan membaca ‘– PEMENTASAN “TANGIS” TEATER GANDRIK’

Iklan

– Lima Alasan Kenapa Mesti Nonton “Keluarga Tot” Teater Gandrik

Teater Gandrik akan mementaskan lakon komedi Keluarga Tot di Jakarta (TIM, 17-20 April 2009) dan Yogyakarta (Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 29-30 April 2009). Inilah wawancara dengan Butet Kartaredjasa seputar lakon dan pementasan itu, dan lima alasan kenapa kita harus menonton pertunjukan ini.

keluga-tot-fb

Lanjutkan membaca ‘– Lima Alasan Kenapa Mesti Nonton “Keluarga Tot” Teater Gandrik’

– “KELUARGA TOT” TEATER GANDRIK

Teater Gandrik akan mementaskan lakon Keluarga Tot di Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada tanggal 17-20 April 2009. Lakon ini kemudian akan dipentaskan pula di Yogyakarta pada tanggal 29-30 April 2009 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Konon, kota-kota lain mungkin disambanginya juga, bila memungkinkan.

keluarga-tot


…… lakon ini disebut sebagai alegori politik yang cerdas. Lakon ini bisa menjadi satir sosial, tentang masyarakat yang nyaris tanpa pilihan, dan terpaksa menerima keadaan. Lebih-lebih, “kelucuan-kelucuan” dalam lakon Keluarga Tot ini memberi peluang bagi Gandrik untuk mengeksplorasi kekayaan guyon parikeno-nya, gaya sampakannya. Lanjutkan membaca ‘– “KELUARGA TOT” TEATER GANDRIK’

– TEATER GANDRIK KEMBALI PENTASKAN “SIDANG SUSILA”

Photo Sidang Susila Show

Pada tanggal 15, 16, 17 Januari 2009, Teater Gandrik akan kembali mementaskan lakon Sidang Susila di Teater Salihara, Jakarta. Naskah besutan Ayu Utami dan Agus Noor itu, sebelumnya memang telah dipertunjukan di Jakarta dan Yogyakarta. Pementasan itu bisa dianggap sebagai “energi baru Gandrik” yang menandai geliat kreatif kelompok teater yang dikenal dengan “estetika sampakan”-nya. Lakon Sidang Susila, dipentaskan kembali lantaran dianggap (masih) memiliki relevansi dengan tema seputar Undang-undang Pornografi yang baru disahkan itu. “Setidaknya lakon ini akan menjadi pengingat bagi kita akan agenda-agenda tersembunyi yang akan mencederai pluralisme, kemajemukan serta pentingnya ruang untuk mengekspresikan setiap pikiran,” jelas Butet Kartaredjasa. “Makanya, ketika Komunitas Salihara memberi kesempatan tampil, kami sangat antusias. Bagaimana pun Komunitas Salihara merupakan representasi tempat dan ruang bagi kreatifitas di Republik ini. Klop-lah dengan Gandrik.” Selain Butet Kartaredjasa, para dedengkot Gandrik seperti Susilo Nugroho, Heru Kesawa Murti, Djaduk Ferianto, Whani Darmawan pun konsisten mendukung lakon ini. Lanjutkan membaca ‘– TEATER GANDRIK KEMBALI PENTASKAN “SIDANG SUSILA”’

– KOMIK DRAMA

komik

Saya pingin bikin buku “komik drama”, dan saya pingin ada komikus yang mau terlibat dalam proses ini. Begini. Naskah drama saya, “Presiden Kita Tercinta”, rencananya akan dipentaskan oleh Teater Gandrik pada bulan Juni 2009, nanti. Bersamaan dengan pementasan itulah, naskah itu ingin diterbitkan sebagai buku. Tapi saya membayangkan: itu bukan sekedar buku naskah drama. Tapi di dalamnya ada gambar-gambar adegan, menyerupai grafis komik. Nah, saya bayangkan saja, itu semacam buku “komik drama”, yakni komik yang menghadirkan adegan-adegan dalam naskah drama itu. Bagaimana bentuknya? Apa seperti komik biasa? Atau semacam novel grafis itu, dan nanti bisa disebut “drama grafis”? menurut saya, inilah proses yang menarik. Eksperimen kecil yang menarik untuk dicoba. Dialog-dialog dalam naskah drama, saya kira bisa menjadi bahan bagi “balon percakapan” tokoh sebagaimana dalam komik. Bagaimana adegan itu bisa dihadirkan secara visual, hingga ketika membaca naskah itu, pembaca pun seperti menyaksikan gerak pertunjukan di buku “komik drama” itu. Begitulah gagasan awalnya.

Nah, mungkinkah, ada temen komikus yang mau terlibat? Atau mungkin Anda punya temen komikus, bisalah diinformasikan gagasan ini. Saya seneng sekali bila gayung ide ini bersambut.

– NASKAH “SIDANG SUSILA”

– “SIDANG SUSILA” PENTAS DI JOGJA!

Satu Adegan dalam lakon “Sidang Susila”

Adegan Jaksa yang didesak oleh para wartawan, berkaitan dengan persidangan Susila Parna yang dituduh melanggar Undang-undang Susila. Adegan itu muncul dalam lakon Sidang Susila (naskah Ayu Utami dan Agus Noor) yang dimainkan Teater Gandrik di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 21-23 Februari 2008 lalu. Ketika di pentaskan di Jakarta itu, tiket pertunjukan sudah sold out sejak dua hari sebelum pertunjukan. Ditangan calo, tiket yang seharga Rp. 150.000,- menjadi Rp. 400.000,-

Lakon ini, akan dimainkan di Yogyakarta, pada tanggal 7 dan 8 Maret 2008, bertempat di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, mulai pukul 20.00 WIB. Untuk informasi pertunjukan dan tiket bisa hubungi no. telp: 0813-28-008-567 (Sdri. Wuri) Buruan pesen tiketnya, sebelum ntar nyesal mesti beli di calo!!!


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Oktober 2017
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives Files

Catagories of Files