Archive for the 'Puisi' Category

– LANGIT DAN LAUT

Langit dan Laut

 

LANGIT DAN LAUT

 

 

 

bila aku langit dan kau laut

apakah yang menjadi batasnya?

 

bila aku laut dan kau langit

bagaimana cara membedakannya?

 

bila langit dan laut adalah kita

siapa akan lebih dulu terluka?

 

kita langit dan laut yang dipertemukan,

bukan untuk berbagi kebahagiaan

tapi untuk saling menguatkan

Lanjutkan membaca ‘– LANGIT DAN LAUT’

Iklan

– HAI AKU

mata 1

HAI AKU

I

Pada mulanya

Hanya sabda, “Hai, Aku!”

Tersamar gema

 

Yang bergeletar

Terdengar seperti “Kun!”

Pada telinga

 

Serupa telur

Sunyi pecah, menjelma

Ruh yang pertama

 

Di bawah bulan

Burung gagak terdiam

Terpukau dosa Lanjutkan membaca ‘– HAI AKU’

– PAGI DI SECANGKIR KOPI

Kopi dan Perempuan

                                                  – Peggy Melati Sukma

Aku akan menjadi kopimu,

yang rela mengendap sebagai kepedihanmu

yang sabar menghangatkan kesedihanmu.

Biarkan harum tubuhku, menenangkan jiwamu.

Lanjutkan membaca ‘– PAGI DI SECANGKIR KOPI’

– MENGINGAT JALAN-JALAN YANG DILUPAKAN INGATAN

Surealisme Ibu

Semua jalan, Ibu,

selalu membawaku

kepadamu.

 

Di kota yang telah dilupakan oleh ingatan,

aku mencoba mengingat jalan-jalan

yang pernah kita lalui. Juga jalan-jalan

yang belum pernah kita lalui,

             dan yang mungkin akan kita lalui.

 

Pada setiap jalan yang telah dilupakan oleh ingatan

selalu ada kisah yang menolak dilupakan,

          dan tak mungkin terlupakan.

Setiap jalan punya kisah yang dengan tabah

disimpannya sendiri, menanggung luka

                                dan kebahagiaannya sendiri.

Ketika melewati sebuah jalan

                              kita tak pernah tahu:

adakah  kita menambahi luka,

                     atau kebahagiannya.

  

 Apakah jalan yang kulalui, Ibu,

menambah lukamu.

Atau menyudahi kebahagianmu?

  Lanjutkan membaca ‘– MENGINGAT JALAN-JALAN YANG DILUPAKAN INGATAN’

– ANJING DAN BIR KESEMBILAN

 Image

 

ANJING DAN BIR KESEMBILAN

                                             Djenar Maesa Ayu

 

 

Dari balik kegelapan

mata malam itu nyalang,

menatap seekor anjing

yang hidup dalam sebotol bir. 

 

“Anjing ini,” katamu,

“anak jadah pengkhianatan kita.” 

 

Lalu kita suling arak api,

menjadi keganjilan

yang hanya kita pahami sendiri.

Selebihnya, hanya birahi

taklid pada sepi. Lanjutkan membaca ‘– ANJING DAN BIR KESEMBILAN’

– PADA SEBUAH SAKIT

PADA SEBUAH SAKIT

                                                      @ameelias

masih subuh, kau membatin

 

subuh yang lain

bagi yang mungkin

 

seperti terdengar gemeretih

penggorengan mendidih

dari jantungmu

 

ranjang serba putih ini

sedingin porselin

(dan wajahmu lebih pasi

dari sekerat roti)

 

kesakitan adalah

dataran asing yang kaujelajahi, sendiri Lanjutkan membaca ‘– PADA SEBUAH SAKIT’

– DELAPAN KWATRIN KELOPAK BUNGA

Image

1

kau melihat kelopak bunga mengapung

di selokan rumahsakit.

“aih,” katamu,” ia bagai nyawa bayi yang dibuang,

dan menjerit.”

2

malam hari, dalam mimpimu,

kelopak bunga itu tumbuh berkilauan, bersih seperti

wajahmu semasih bayi.

kau, juga tiktok jam itu, perlahan saling tersedu.

3

kau petik bunga  yang tumbuh dalam mimpimu itu,

iseng kau tanggalkan kelopaknya, satu per satu.

kau dengar ada yang mengaduh,

ketika kelopak itu runtuh Lanjutkan membaca ‘– DELAPAN KWATRIN KELOPAK BUNGA’


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Desember 2017
S S R K J S M
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives Files

Catagories of Files