Posts Tagged 'Whani Darmawan'

– MONOLOG KUCING MULAI KELILING

Sebagaimana yang direncanakan, monolog Kucing yang dimainkan oleh Butet Kartaredjasa akan mulai pentas keliling. Saat keliling itulah, selain pentas, Butet Kartaredjasa dan tim yang dibawanya akan mengadakan workshop tentang seni peran,  terutama berkaitan dengan permaian monolog. Juga beberapa materi workshop seperti penataan musik, penyutradaraan dan penulisan lakon. “Kebetulan dalam tim monolog Kucing ini ada Djaduk Ferianto, yang menata musik, Whani Darmawan yang dikenal juga sebagai aktor dan sutradara teater, lalu ada Agus Noor yang banyak menulis lakon monolog. Jadi, di samping berpentas, kami juga ingin berbagi pengalaman. Ini memang niat yang sudah lama saya pingin,” ujar Butet Kartaredajsa.

Monolog Kucing adalah karya Putu Wijaya, yang kemudian ditulis ulang oleh Agus Noor untuk kebutuhan pementasan Butet kali ini. Sebelumnya monolog ini sudah dipentaskan di Taman ismail Marzuki Jakarta dan Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Pentas keliling monolog Kucing akan dimulai di Bandung, kemudian Cirebon dan Tasikmalaya.

Lanjutkan membaca ‘– MONOLOG KUCING MULAI KELILING’

– SEGERA: MONOLOG KUCING BUTET KARTAREDJASA

Saat ini Butet Kartaredjasa tengah menyiapkan lakon monolog berjudul Kucing. Monolog ini rencananya akan dipentaskan pertama kali pada tanggal 30-31 Oktober 2010 ini, di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai pukul 20.00 WIB. Kemudian monolog ini akan dipentaskan di Yogyakarta pada tanggal 3-4 November 2010 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, dengan jam yang sama.

Monolog Kucing diangkat dari cerpen karya Putu Wijaya. “Untuk monolog ini, saya meminta Agus Noor untuk mengembangkan karya Putu Wijaya itu ke dalam adegan-adegan pemanggungan yang saya bayangkan akan sederhana dan simple. Saya memang ingin, lakon ini bisa di mainkan di tempat-tempat kecil, di panggung-panggung yang fleksibel,” ujar Butet di sela-sela latihan. “Saya juga meminta Whani Darmawan untuk menyutradarai. Peran sutradara ini saya buka, karena saya juga menginginkan sesuatu yang lain dari monolog saya, setidaknya dengan adanya peran sutradara itu saya memperoleh persfektif lain dalam menafsirkan lakon ini ke dalam permainan di atas panggung.” Lanjutkan membaca ‘– SEGERA: MONOLOG KUCING BUTET KARTAREDJASA’

– AKTOR DI PANGGUNG TEATER

Oleh: Agus Noor

Sutradara bisa mati, tapi aktor tidak!

(Arifin C. Noer)

Cukup lama aktor absent dalam teater modern kita. Tradisi realisme yang tidak cukup berkembang bisa dilihat sebagai satu faktor yang menyebabkan aktor tak menemukan ‘ruang bermain’ dalam panggung teater modern kita. Pentas-pentas teater yang berbasis realisme, sebagaimana dikembangkan sejak periode ATNI, Teater Populer, Teater Lembaga sampai STB, memang secara sporadis muncul, tetapi tidak terlalu kuat nenamamkan tradisi realisme sebagai mainstream dalam teater modern kita.

Hal itu membawa konsekuensi: tak tersedianya peran dan penokohan dalam naskah lakon yang memiliki kompleksitas psikologis. Yang berkembang ialah tokoh-tokoh tipologis, kata Kuntowijoyo. Hingga seringkali kita ‘terpaksa’ meminjam tokoh-tokoh dalam lakon yang ditulis oleh Ibsen, Chekov, untuk menjadi referen permainan realisme. Ketika naskah lakon tidak menyediakan kompleksitas penokohan yang menantang untuk ditafsirkan aktor dalam satu pementasan, perlahan-lahan sosok aktor pun surut dalam panggung teater modern kita. Karena itu teater kemudian lebih tampak sebagai “representasi gagasan” ketimbang “representasi pemeranan”. Lanjutkan membaca ‘– AKTOR DI PANGGUNG TEATER’

– “SIDANG SUSILA” TEATER GANDRIK DI TIM

poster-sidang-susila.jpg

Sidang Susila, repertoar Teater Gandrik akan dipentaskan pertama kali di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada tanggal 21-23 Februari 2008. Sebuah lakon satir tentang kehendak memonopoli kebenaran moral melalui Undang-undang Dasar Susila, yang ditetapkan sebagai satu-satunya azaz moral negara. Naskah lakon ini ditulis oleh Ayu Utami dan Agus Noor. Disutradarai oleh Butet Kartaredjasa. Penata musik: Djaduk Ferianto, dkk. Dengan para pemain antara lain: Susilo Nugroho, Butet Kartaredjasa, Whani Darmawan, Heru Kesawa Murti, Djaduk Ferianto, Sepnu Nugroho, Jujuk Prabowo. Penata Artistik: Ong Harry Wahyu


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Mei 2022
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives Files

Catagories of Files