Posts Tagged 'Umar Kayam'

– EKSPERIMENTASI DALAM CERPEN INDONESIA

Oleh Agus Noor

Pertumbuhan sastra berada dalam tegangan antara melakukan inovasi dan melanjutkan tradisi (literer) yang sudah tersedia. Begitu pun yang terjadi dalam pertumbuhan cerpen kita, yang ditandai dengan upaya pencarian atau ‘eksperimentasi’ untuk melakukan inovasi bentuk dan cara bercerita yang sudah ada, tetapi juga memiliki watak untuk ‘mempertahankan’ sekaligus melanjutkan bentuk dan cara bercerita yang sudah tersedia. Karena itulah, pertumbuhan cerpen kita memiliki benang merah pertumbuhan yang cukup kentara, simultan, sekaligus muncul pula upaya-upaya untuk melakukan inovasi atau eksperimentasi tema, bentuk, sampai gaya bercerita. Kita bisa menengok kecenderungan itu melalui kerangka periodisasi sastra yang kita kenal (dimana kita bisa melihat kecenderungan yang terjadi dalam cerpen kita pada periode waktu tertentu) untuk mengidentifikasi inovasi atau “eksperimentasi” apa saja yang dilakukan oleh para cerpenis kita. Lanjutkan membaca ‘– EKSPERIMENTASI DALAM CERPEN INDONESIA’

– Seni yang Menemukan Manusia

Sebuah forum yang kecil dan intim. Aih, betapa meneduhkan suasana obrolan dalam forum semacam itu. Rasanya, itulah yang kini langka dalam dunia seni kita. Diskusi-diskusi yang terjadi dalam dunia seni kita belakangan ini, selalu berlangsung dalam tensi tinggi. Aroma kecurigaan, dan saling silang sengkarut kecurigaan membuat pertukaran pikiran lebih diwarnai nada pertengkaran dengan argumen-argumen yang kadang menggelikan dan penuh kemarahan. Oleh itulah, saya selalu males muncul ke acara-acara diskusi sastra, misalnya. Saya lebih suka sembunyi dalam sunyi. Bila pun saya diminta dateng, saya selalu menginginkan forum diskusi yang ibarat rumah, ia rumah yang bersih terang dan tenang. Diskusi, yang dihadiri sedikit orang yang memang memiiki minat dan intensitas yang sama atas tema yang akan dibicarakan.

Ketika beberapa teman datang dan mengajak saya diskusi, saya pun memprasaratkan itu. Maka berlangsunglah obrolan intim dan intens seputar pertanyaan: apa yang masih bisa dilakukan oleh sastrawan atau seniman di zaman ini? Zaman, di situ, tentu saja mengacu pada situasi kekinian di mana pengarang hidup dan tumbuh. Ah, pertanyaan itu, tiba-tiba mengusik saya: untuk apakah saya menulis ditengah zaman seperti ini? Adakah memang benar zaman ini masih membutuhkan kehadiran seorang penulis? Apa relevansi karya-karya itu bagi masyarakat kita? Esai berikut, yang saya tuturkan dalam obrolan hangat itu, barangkali bisa memperlihatkan kegelisahan saya saat ini, berkaitan dengan sikap kepengarangan saya… Lanjutkan membaca ‘– Seni yang Menemukan Manusia’


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Oktober 2021
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives Files

Catagories of Files