Posts Tagged 'Fiksi Mini'

– Menyelami Misteri Empat Fiksimini

Mari, saya ajak Anda untuk menyelami misteri dan teka-teki empat fiksimini. Keempat fiksimini ini langsung membuat saya terpikat. Keempatnya memperlihatkan, bagaimana pesona fiksimini terus menghantui dan mengganggu.  Berikut ini, keempat fiksimini yang saya maksud. Judul-judul, adalah dari saya, untuk memudahkan pembacaan.

@AndyTantono
SEHABIS NONTON PERTUNJUKAN SULAP

“Ma, lihat aku bisa menghilangkan kelingkingku seperti pesulap tadi” jawabnya sambil menggenggam pisau.

@dimatanya
ANJING
Ketika orang-orang itu berteriak “Anjing!”, aku jadi teringat akan masa laluku sendiri.

@nanapai:
NASIB SIAL SEORANG PENCURI
Seorang pencuri tertangkap setelah handphone yang dia curi menelpon ke kantor polisi.

@sandiskanok:
UDIN
“Bu, si udin mau dikubur kapan?”
“Setelah UN-nya selesai, Pak Haji”

Fiksimini bukan sekedar menulis cerita dalam kalimat pendek. tetapi ia adalah sebuah pergulatan untuk menemukan plastisitas kisah, yang membuat fiksimini itu memberi kita ruang imajinasi yang luas. Lanjutkan membaca ‘– Menyelami Misteri Empat Fiksimini’

– 14+1 DIKTUM FIKSIMINI

Bila Anda berkeliaran di Twiterland, cobalah follow @fiksimini —  ini akun yang “dimoderatori” oleh saya dan dua sohib yang menyenangkan: Eka Kurniawan dan Clara Ng. Sejak saya mengintrodusir fiksimini, baru di Twiterland-lah respon yang menggairahkan terjadi. Sampai saat ini, mungkin udah ribuan fiksimini ditulis di sana. Cobalah cek hastag #fiksimini, maka akan terhampar pesona fiksimini. Beberapa fiksimini itu, akan saya kutip dan munculkan di sini. Oh ya, di Twiterland, atau di Twitter, saya memakai akun @agus_noor. Tak lupa, saya turunkan pula diktum-diktum fiksimini yang saya tulis.

Lanjutkan membaca ‘– 14+1 DIKTUM FIKSIMINI’

– FIKSI MINI: MENYULING CERITA, MENYULING DUNIA

 

For sale: baby shoes, never worn.

Ernest Hemingway

Saya menyebutnya fiksi mini. Itulah bentuk fiksi mini yang saya himpun dalam antara lain dalam “Anjing & Fiksi Mini Lainnya” atau  “35 Cerita untuk Seorang Wanita”  (Jawa Pos, 1 November 2009). Yakni fiksi, yang hanya terdiri dari secuil kalimat. Mungkin empat sampai sepuluh kata, atau satu paragrap. Tapi di sana kita beroleh  “keluasan dan kedalaman kisah”. Kutipan di awal tulisan, merupakan karya penulis dunia, Hemingway, adalah salah satu contoh “novel terbaik dunia”, yang ditulis hanya dengan beberapa patah kata. Karya itu, ditulis di tahun 1920, karna Hemingway bertaruh dengan rekannya: bahwa ia mampu nenulis novel lengkap dan hebat hanya dengan enam kata. Dan  penulis Amerika itu menyatakan: itulah karya terbaiknya.

Tapi, bila kita mau melihat bentuk-bentuk karya sastra yang sudah ada, fiksi mini sesungguhnya punya jejak sejarah yang panjang. Artinya, tidak dimulai di tahun 1920, ketika Hemingway menulsikan fiksi mininya itu. Kita ingat fabel-fabel pendek yang ditulis Aesop (620-560 SM), adalah sebuah “kisah mini” yang penuh suspens dalam kependekannya. Kita bisa melihat pula kisah-kisah sufi dari Timur tengah, yang turunannyapopuler sampai sekarang dalam bentuk anekdot-anekdot semacam Narsuddin Hoja atau Abunawas. Kisan-kisan kebajikan zen di Tiongkok,  yang bahkan seringkali lebih menggungah ketimbang cerita panjang yang bertele-tele.

Di perancis, fiksi mini dikenal dengan nama nouvelles. Orang Jepang menyebut kisah-kisah mungil itu dengan nama “cerita setelapak tangan”, karena cerita itu akan cukup bila dituliskan di telepak tangan kita.  Ada juga yang mneyebutnya sebagai “cerita kartu pos” (postcard fiction), karena cerita itu juga cukup bila ditulis dalam kartu pos. Di Amerika, ia juga sering disebut fiksi kilat (flash fiction), dan ada yang menyebutnya sebagai sudden fiction atau micro fiction. Bahkan, seperti diperkenalkan Sean Borgstrom, kita bise menyebutnya sebagai nanofiction. Apa pun kita menyebutnya, saya pribadi lebih suka menamainya sebagai fiksi mini. Lanjutkan membaca ‘– FIKSI MINI: MENYULING CERITA, MENYULING DUNIA’

– ANJING & FIKSI MINI LAINNYA

Anjing.JPEG

Anjing

Ia berubah jadi anjing. Itulah hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Anak istrinya yang kelaparan segera menyembelihnya

Teka-teki Laki-laki yang Tak Kembali

Terkantuk-kantuk perempuan itu menunggu suaminya pulang. Terdengar kunci pintu dibuka pelan. Sejak itu suaminya tak pernah muncul.

Bayi

Tengah malam, bayi yang lapar itu terus menangis menjerit-jerit. Pelan-pelan ia mulai memakan jari-jarinya, lengan dan kakinya, melahap usus dan jantungnya, hingga tak bersisa.

Lanjutkan membaca ‘– ANJING & FIKSI MINI LAINNYA’

– 20 Keping Puzzle Cerita

puzzlejpeg1

Ambulan yang Lewat Tengah Malam

Ambulan yang membawa jenazahmu berkali-kali oleng karena sopirnya ngantuk. “Aku tak mau mati kecelakaan lagi,” katamu. “Sini, biar saya setir.” Pak Sopir pun gantian istirahat di peti mati. Kulihat ambulan itu melintas pelan menuju rumahmu.


Sirene

Kelak, sejak kematianmu itu, anak-anak di kampung kami selalu ketakutan bila mendengar sirene. Bila ada anak yang rewel, si ibu akan menakut-nakuti, “Nanti kau diculik ambulan…” Setiap ada sirene melintas, anak-anak yang tengah bermain gobag sodor atau petak umpet buru-buru berlarian masuk rumah. “Mereka selalu ngeri membayangkan ambulan yang disetiri mayatmu,” kataku.

Kau tersenyum mendengar kisah itu.


Kucing Hitam

Aku ingat, saat para tetangga datang melayat. Banyak yang penasaran kenapa kau mati begitu mendadak. Mereka bercakap nyaris berbisik, menduga-duga – mungkin ada juga yang diam-diam menggunjingkanmu – sementara jenazahmu berbaring tenang. Bau kematian seperti mengedap dalam ruangan.

Saat itulah, mendadak, seseorang menjerit, ketika melihat seekor kucing hitam melompati jenazahmu. Beberapa pelayat yakin: saat itu melihat matamu berkedip-kedip.

Lanjutkan membaca ‘– 20 Keping Puzzle Cerita’

– FIKSI MINI HASAN ASPAHANI

hasanHasan Aspahani, menyebut dirinya pengrajin puisi. Sudah tentu, itu semacam kerendahan hati. Ia, boleh dibilang, tak hanya penyair Indonesia terkini yang produktif, tetapi juga selalu memperlihatkan kegelisahan estetiknya. Ketika kebanyakan penyair (kita) cenderung untuk secepatnya menemukan “rumah estetik”-nya, Hasan justru seolah menolak godaan untuk merasa mapan dalam sebuah “rumah estetik”. Setiap sajak yang ditulisnya, seolah sebuah awal untuk menjelajah. Ia seorang petualang estetis. Nyaris tanpa beban ia melenting dari suatu gaya ke gaya lainnya. Dan inilah yang paling saya sukai: karena sebagai pembaca saya jadi selalu berdebar menunggu karyanya: karya seperti apa lagi yang akan ia tulis? Itulah yang membuat Hasan berbeda dengan para penyair Indonesia lain, yang sudah terlalu saya hafal gaya penulisan puisinya, hingga saya sudah bisa menduga seperti apa sajak-sajak yang bahkan belum dituliskannya.


Beberapa fiksi mini yang dihasilkannya, bisa menjadi contoh “petualangan estetis” Hasan Aspahani. Atas seijin sang penyair, saya menurunkan karya-karyanya itu, supaya kita juga bisa ikut merasakan tamasya imaji-imaji yang diolahnya itu, dan tentu agar – sebagaimana Hasan dengan penuh ketekunan dan pergulatan mempelajari karya-karya penulis lain – kita juga bisa belajar dari karya-karnya.

Lanjutkan membaca ‘– FIKSI MINI HASAN ASPAHANI’

– INTERMEZO: LELUCON DALAM FIKSI MINI

Buat Saut Situmorang


intermezo

PENYAIR DAN MANTRA

Penyair Saut terpesona iklan obat kuat di pasar malam: Cukup oleskan sambil mengucapkan mantra ‘pow’, seketika akan membesar dan kuat!! “Bagaimana kalau sudah selesai?” tanya Saut, yang langsung terkenang pada sajak-sajak mantra Sutardji Calzoum Bachri. “Cukup ucapkan mantra ‘wow’, maka akan mengecil kembali,” tukang obat itu menerangkan.

Saut pun membeli sebotol. Sesampai di kamar pelacur langganannya, segera ia mengoleskan obat itu sambil merapal mantra ‘pow’. Ia kini begitu bangga karena burungnya – seperti dalam sajak Joko Pinurbo – bertenger dengan gagahnya.

Kaget, karena melihat burung penyair itu tampak besar tidak sebagaimana biasanya, pelacur itu pun langsung berteriak, “Wow!” Lanjutkan membaca ‘– INTERMEZO: LELUCON DALAM FIKSI MINI’

– 15 CERITA DARI SEORANG WANITA

Saya mendapat email dari Resta Gunawan, nama yang tiba-tiba saja muncul dalam hidupku melalui dunia elektrik. Ia mengirimiku 15 fiksi mini, yang ingin kubagi dengan kalian. Saya senang dengan beberapa fiksi mini yang ditulisnya itu. Seperti fiksi mini ini misalnya:

15-fiksi-mini-dari-seorang-wanita3

Dresscode

“Stop”, kata malaikat di pintu surga, “tempat ini khusus untuk wanita yang setia kepada suaminya”. Wanita bergincu tebal itu menunjukkan beha dan celana dalamnya. Malaikat mengijinkannya masuk.

Atas seiijin Resta, saya menampilkan 15 fiksi mini yang dikirimkannya melalui email itu. Lanjutkan membaca ‘– 15 CERITA DARI SEORANG WANITA’

-35 CERITA BUAT SEORANG WANITA

micro-fiction-book-cover

Ini sehimpun fiksi mungil. Begitu, aku suka menyebutnya. Kau boleh menyebutnya fiksi mikro (micro fiction), fiksi cepat atau flash literature, cerita mini, atau cerita setelapak tangan atau nouvelles sebagaimana orang Perancis menyebutnya. Semua itu sesungguhnya merujuk pada fiksi yang “sangat-sangat pendek”. Mungkin ia terdiri hanya beberapa patah kata, sebaris kalimat atau beberapa baris kalimat. Kalau harus mengacu pada jumlah kata, saya akan membatasi: tak lebih 50 kata. Dalam batasan itulah cerita mesti dihasilkan. Dimana setidaknya tiga elemen penceritaan tetap terasa di sana. Tokoh, konflik dan alur. Tanpa itu, ia bisa menjadi hanya semacam catatan impresi atau puisi. Setidaknya, itulah yang saya yakini ketika menuliskan fiksi mungil.

Ambulan yang Lewat Tengah Malam

Ambulan yang membawa jenazahmu berkali-kali oleng karena sopirnya ngantuk. “Aku tak mau mati kecelakaan lagi,” katamu. “Sini, biar saya setir.” Pak Sopir pun gantian istirahat di peti mati. Kulihat ambulan itu melintas pelan menuju rumahmu. Lanjutkan membaca ‘-35 CERITA BUAT SEORANG WANITA’

– 6 FIKSI MINI

— Untuk Meltarisa

Sebutir Debu

Tepat, ketika sebutir debu itu jatuh menyentuh tanah, semesta ini pun meledak.

Anjing

Ketika mendapati dirinya berubah jadi anjing, ia merasa itu kejadian paling membahagiakan dalam hidupnya.

Misteri Mutilasi

Ia memotong-motong tubuhnya sendiri, dan membuangnya ke tepi kali. Polisi masih sibuk mencari pembunuhnya, sampai kini.

Dongeng Romeo & Juliet

Akhirnya Romeo dan Juliet menenggak racun bersama. Dan mereka pun bahagia selama-lamanya.

Wajah Seorang Pembunuh

Ia menggambar wajah. Ia merasa sangat mengenalinya. Itu wajah yang bertahun lalu membunuhnya.

Bayi

Tengah malam, bayi yang lapar itu terus menangis menjerit-jerit. Pelan-pelan ia mulai memakan jari-jarinya, lengan dan kakinya, melahap usus dan jantungnya, hingga tak bersisa.


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives Files

Catagories of Files