Archive for the 'Uncategorized' Category

– ANJING DAN BIR KESEMBILAN

 Image

 

ANJING DAN BIR KESEMBILAN

                                             Djenar Maesa Ayu

 

 

Dari balik kegelapan

mata malam itu nyalang,

menatap seekor anjing

yang hidup dalam sebotol bir. 

 

“Anjing ini,” katamu,

“anak jadah pengkhianatan kita.” 

 

Lalu kita suling arak api,

menjadi keganjilan

yang hanya kita pahami sendiri.

Selebihnya, hanya birahi

taklid pada sepi. Lanjutkan membaca ‘– ANJING DAN BIR KESEMBILAN’

– Resensi “SEPOTONG BIBIR PALING INDAH DI DUNIA”

Kompas, Minggu 9 Mei 2010, memuat resensi Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia, yang dituls oleh Aris Kurniawan, seorang cerpenis yang juga menulis beberapa esai sastra menarik. Berikut saya turunkan kembali resensi itu. Selamat membaca.


Upaya Menciptakan Dunia Baru

Minggu, 9 Mei 2010 | 04:23 WIB

Oleh ARIS KURNIAWAN

Kekokohan teks cerpen dapat ditakar dari kemampuannya menciptakan dunia tersendiri yang berbeda dari realitas keseharian. Agus Noor, penulis buku ”Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia” ini, berhasil menaklukan bahasa sebagai media kerjanya untuk menyampaikan gagasan.

Agus Noor menjadi representasi pengarang yang memercayai bahasa bukan semata alat bercerita, melainkan perangkat untuk membangun dunia baru. Teks cerpen Agus Noor menghadirkan eksplorasi bahasa yang meluapkan keserba-mungkinan makna, sekaligus menyajikan realitas imajinasi yang bisa ”disentuh”. Lanjutkan membaca ‘– Resensi “SEPOTONG BIBIR PALING INDAH DI DUNIA”’

– RELASI KUASA DALAM CERITA

Ini tulisan karya Devy Kurnia Alamsyah, yang atas kebaikannya dikirimkan pada saya. Tulisan ini merupakan pembahasan cerpen saya “Tiga Cerita Satu Tema” yang merupakan salah satu cerpen yang termuat dalam kumpulan cerpen berjudul “Potongan Cerita di Kartu Pos”. Cerpen ini menjadi pintu masuk untuk pembahasaan mengenai  relasi kekuasaan melalui analisis wacana yang didasarkan kepada relasi pengetahuan/kekuasaan Michel Foucault. Atas kebaikan Devy, saya diijinkan untuk mengunggahnya di blog ini. Saya hanya melakukan sedikit pengeditan, agar pada bagian awal tak terlalu panjang. Selebihnya, saya membiarkannya utuh. Bagi yang ingin kenal Devy Kurnia Alamsyah dan berdiskusi lebih lanjut, mungkin bisa menghubunginya melalui jejaring facebook, darimana saya juga mengenalnya. Sekali lagi, terimakasih untuk Devy, dan selamat membaca.

Relasi Kekuasaan dalam “Tiga Cerita Satu Tema”

Oleh: Devy Kurnia Alamsyah

“Bila orang menelusuri sejarah umat manusia yang panjang dan kelabu, orang akan menemukan bahwa lebih banyak kejahatan yang menjijikkan yang dilakukan atas nama kepatuhan daripada atas nama pembangkangan.”

–          C.P. Snow

Lanjutkan membaca ‘– RELASI KUASA DALAM CERITA’

– INTERNET SEHAT BLOG AWARD

Blog Award

Saat jalan-jalan di dunia maya, saya ketemu sesuatu yang cukup menyenangkan. Ternyata, blog saya ini, terpilih dan dianggap layak mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 untuk kategori Inspiring Blog, pada Minggu ketiga Agustus 2009. Ini tentu membuat saya merasa dihargai. Semoga saya makin care dengan blog ini.

Dari detiknet.com saya menemukan penjelasan singkat seperti ini: Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 adalah sebentuk program apresiasi penghargaan kepada pengelola atau penulis blog (blogger) Indonesia yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikiran positifnya dalam bentuk tulisan di blog masing-masing. ISBA 2009 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), didukung oleh XL Care (www.xl.co.id), OpenNet Initiative (www.opennet.net) dan media online detikINET (www.detikinet.com).

– CERPEN KOMPAS PILIHAN: CINTA DI ATAS PERAHU CADIK

Ayo kirim komentar, dan aku akan kasih 2 buku sebagai hadiah buat kalian?

Penganugerahan Cerpen Kompas Pilihan tahun 2008 ini telah berlangsung, dan sebagaimana aku kira, cerpen Cinta di Atas Perahu Cadik milik Seno Gumira Ajidarma, terpilih sebagai yang terbaik. Selamat. Aku, akhirnya bisa datang ke acara itu, sambil diam-diam merayakan ulangtahunku, dan lalu malamnya… (hhmmm, rame dech).

Dua juri, yang tahun ini adalah Sapardi Djoko Damono dan Ayu Utami, memilih 15 cerpen. Lampu Ibu (Adek Alwi), Kisah Pilot Bejo (Budi Darma), Koh Su (Puthut EA), Serdadu Tua dan Jipnya (Wilson Nadeak), Gerhana Mata (Djenar Maesa Ayu), Sinai (F. Dewi Ria Utari), Belenggu Salju (Triyanto Triwikromo), Bigau (Damhuri Muhammad), Lak-uk Kam (Gus tf Sakai), Candik Ala (GM Sudarta), Tukang Jahit (Agus Noor), Sepatu Tuhan (Ugoran Prasad), Hari Terakhir Mei Lan (Soeprijadi Tomodihardjo), Gerimis yang Sederhana (Eka Kurniawan), dan tentu cerpennya Seno itu.

Apayang menarik dari buku itu? Lanjutkan membaca ‘– CERPEN KOMPAS PILIHAN: CINTA DI ATAS PERAHU CADIK’

– UNDANGAN CERPEN KOMPAS PILIHAN 2007

Seperti telah jadi tradisi tahunan, Kompas kembali memilih cerpen-cerpen terbaik pada tahun 2008 ini. Undangan untuk menghadiri malam Penganugerahan Cerpen Terbaik Kompas 2008, sudah saya terima. Dari desain undangan itu, saya sebenarnya sudah bisa menduga: siapa yang menang cerpen terbaik tahun ini. Tapi, sebagaimana biasanya, Kompas nampaknya memang ingin berahasia, dengan tidak mengungkapnya lebih dulu. Maka, saya pun menghormati itu, dengan tidak menuliskan lebih dulu dugaan saya.

Makanya, ketika kawan Triyanto Triwikromo mengirim sms, “Hayo, cerpen siapa yang ada kisah ikan pausnya? Itulah cerpen terbaiknya… Liat ajah desain undangannya”, saya hanya senyum-senyum. Lalu kubalas, “Oke, saya akan baca cerpen itu…” Dugaan Triyanto pun tak beda dengan saya. Tapi, baiklah, cerpen siapa yang jadi cerpen terbaik, biarlah nanti terungkap setelah malam penganugerahan itu. Yakni, hari Kamis, 26 Juni 2008, sekitar jam tujuh malam, di Bentara Budaya Jakarta. Aneh juga, sebab biasanya acara pemberian hadiah cerpen Kompas itu dilaksanakan setiap tanggal 28 Juni, bertepatan dengan ulang tahun Kompas.

Karena kali ini diadakan tanggal 26, maka kemungkinan saya nggak bisa datang. Soalnya, tanggal itu adalah tanggal ulang tahun saya. Dan saya, sudah merancang acara bersama kawan-kawan dekat, untuk merayakannya.

– NASKAH “SIDANG SUSILA”

– INSENSATEZ

Insensatez

Cerpen Agus Noor

MAYA telanjang, telentang di ranjang. Dan aku memandanginya gamang. Seperti ada keasingan yang perlahan menggenang, memenuhi kamar. Cahaya kekuningan lampu kamar yang remang membuat kulitnya yang langsat seperti diluluri madu. Dia menggeliat, memberi isyarat agar aku segera mendekat. Tapi aku hanya duduk di sofa, memandanginya. Ada sesuatu yang tak kunjung aku fahami. Padahal dia sudah menyiapkan suasana yang begini romantis. Musik yang lembut, yang selalu diputarnya berulang-ulang bila kami bercinta. Harum opium yang menyebar dari asap aroma terapi begitu meneduhkan, dan membuatku melayang. Kenapa aku malah begini gelisah? Dia bangkit meraih selendang yang terkulai di lantai, kemudian menatapku. Lekuk susu dan bentuk putingnya yang tegak, agak ganjil di antara silhuet kaki-gelas yang ramping.

Ada apa? Kau lagi sungkan bercinta?” Dia bangkit, bersijengkat mendekat. Lanjutkan membaca ‘– INSENSATEZ’


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Juli 2021
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives Files

Catagories of Files