Sebagaimana yang direncanakan, monolog Kucing yang dimainkan oleh Butet Kartaredjasa akan mulai pentas keliling. Saat keliling itulah, selain pentas, Butet Kartaredjasa dan tim yang dibawanya akan mengadakan workshop tentang seni peran, terutama berkaitan dengan permaian monolog. Juga beberapa materi workshop seperti penataan musik, penyutradaraan dan penulisan lakon. “Kebetulan dalam tim monolog Kucing ini ada Djaduk Ferianto, yang menata musik, Whani Darmawan yang dikenal juga sebagai aktor dan sutradara teater, lalu ada Agus Noor yang banyak menulis lakon monolog. Jadi, di samping berpentas, kami juga ingin berbagi pengalaman. Ini memang niat yang sudah lama saya pingin,” ujar Butet Kartaredajsa.
Monolog Kucing adalah karya Putu Wijaya, yang kemudian ditulis ulang oleh Agus Noor untuk kebutuhan pementasan Butet kali ini. Sebelumnya monolog ini sudah dipentaskan di Taman ismail Marzuki Jakarta dan Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Pentas keliling monolog Kucing akan dimulai di Bandung, kemudian Cirebon dan Tasikmalaya.
Di Bandung akan dimulai lebih dulu dengan workshop, tanggal 11 Februari 2011, bertempat di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, dan terbuka untuk umum. Kemudian pentas akan digelar pada tanggal 12 Februari 2011, di Taman Budaya Bandung. Kemudian di Cirebon akan diadakan pada tanggal 14 februari 2011 di Grage Convention Hall. Sementara pada tanggal 16 Februari 2011, akan main di Asia Plaza, Tasikmalaya.
“Ini adalah rangkaian keliling tahap pertama,” ujar Butet, “karena setelah ini, masih ada rangkaian jadwal keliling lainnya. Rencana ke Jawa Timur, kemudian ke kota-kota di Kalimantan dan kemudian Sumatera. Kami masih mencocokkan jadwal dan waktunya.”
Dengan monolog Kucing ini, Butet memang ingin menyambangi kota-kota yang ia anggap punya denyut kehidupan teater yang kuat, tetapi kerap terlupakan. Konsep pertunjukan monolog Kucing ini juga termasuk simple dan mudah disesuaikan dengan ketersediaan gedung atau tempat pertunjukan yang ada di tiap kota. “Dengan begitu, kami tak terlalu merepotkan panitia yang dengan ikhlas mau bekerjasama dengan kami, karena mereka tak perlu menyediakan perangkat artistik yang ruwet. Ini semoga saja bisa menjadi cara kami menjadi komunikasi, hingga bisa terus saling berbagi pengalaman”.
Nah, jangan sampai kelewatan, jangan sampai lupa nonton, kalau Kucing mendatangi kota Anda.
kira-kra kucing mampir ke pusatnya nasi kucing ga ni om? “ngayogyakarta” yang istimewa itu.
halo salam kenal, mampir yah… http://puisidansisisi.blogspot.com/
dah lama ga nonton monolog nya Butet..kangen euy