Arsip untuk Mei 6th, 2008

– KUPU-KUPU SERIBU PELURU

Cerpen Agus Noor

BAGAIMANAKAH kami mesti mengenang perempuan buta itu – yang liang selangkangnya bengkak karena dosa, dan sekujur tubuhnya bergetah nanah kena kusta! Adakah ia sundal ataukah santa?

RASANYA belum lama lewat. Selepas hujan tengah malam, sebelum sulur cahaya fajar mekar, seorang peronda terkesiap gemetar: di dekat kandang kuda samping gereja, ia melihat gadis kecil menggigil, bugil, seperti peri mungil yang usil hendak menakut-nakutinya. Segera ia tabuh kentongan yang dibawanya. Dan puluhan warga seketika terjaga, juga bapak pendeta. Setelah kepanikan mendengung bersahut-sahutan, perlahan-lahan suasana jadi tenang, dan mereka pun segera mendekati gadis kecil yang ketakutan serta kedinginan itu. Dengan lembut bapak pendeta menyelimutkan jubahnya ke tubuh gadis kecil itu, sembari berbisik perlahan, “Domba kecilku…” Ia terpesona oleh mata bening si gadis kecil.

Ketika pagi yang lembut terasa seperti hosti, warga kota pun mulai mengerti: betapa kota mereka yang tenang seakan-akan telah terbekati. Gadis kecil itu telah dikirim dari langit untuk membuat hidup mereka yang tenang menjadi lebih riang. Kemudian, ketika duduk-duduk di kedai kopi, beberapa orang mulai bercerita perihal mimpi yang mendatangi mereka malam-malam sebelumnya. Seseorang mengatakan, kalau ia bermimpi melihat gugusan bintang cemerlang menaungi kota. Seorang lagi bercerita bahwa ia bermimpi melihat sekawanan bangau bersayap cahaya terbang melintasi kota mereka. Seseorang yang lain menceritakan pijar api biru yang dilihatnya meluncur dari langit menuju atap gereja. Yang lain menambahi, betapa ia sesungguhnya sudah merasakan tanda-tanda keajaban ini sebelumnya, ketika ia melihat bunga-bunga di halaman rumahnya bermekaran begitu indah melebihi biasanya.

“Dan kau tahu…,” seseorang berkata penuh senyuman. “Aku bahkan sudah merasakan kehadirannya, ketika seluruh kudis di tubuhku tiba-tiba mengering dan mengelupas. Saat itu aku merasakan ada hembus lembut yang berkali-kali meniup-niup kulitku. Aku yakin, itulah nafas lembut bidadari kecil itu…” Wajahnya begitu cerah, seperti seseorang yang begitu percaya betapa Tuhan barusan mengampuni seluruh dosa-dosanya. Kemudian seseorang yang bermulut murung langsung menimbrung, “Ya, saya juga merasa, ketika tahu genjik saya yang baru lahir berkaki lima!”

Kisah-kisah ajaib bermekaran, membuat percakapan di kedai kopi yang biasanya berlangsung datar membosankan menjadi lebih bergairah. Para pembual dan tukang cerita seperti menemukan kesempatan untuk mengembangkan imajinasinya. Lanjutkan membaca ‘– KUPU-KUPU SERIBU PELURU’


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Mei 2008
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives Files

Catagories of Files