Arsip untuk April, 2008

– INSENSATEZ

Insensatez

Cerpen Agus Noor

MAYA telanjang, telentang di ranjang. Dan aku memandanginya gamang. Seperti ada keasingan yang perlahan menggenang, memenuhi kamar. Cahaya kekuningan lampu kamar yang remang membuat kulitnya yang langsat seperti diluluri madu. Dia menggeliat, memberi isyarat agar aku segera mendekat. Tapi aku hanya duduk di sofa, memandanginya. Ada sesuatu yang tak kunjung aku fahami. Padahal dia sudah menyiapkan suasana yang begini romantis. Musik yang lembut, yang selalu diputarnya berulang-ulang bila kami bercinta. Harum opium yang menyebar dari asap aroma terapi begitu meneduhkan, dan membuatku melayang. Kenapa aku malah begini gelisah? Dia bangkit meraih selendang yang terkulai di lantai, kemudian menatapku. Lekuk susu dan bentuk putingnya yang tegak, agak ganjil di antara silhuet kaki-gelas yang ramping.

Ada apa? Kau lagi sungkan bercinta?” Dia bangkit, bersijengkat mendekat. Lanjutkan membaca ‘– INSENSATEZ’

– VERTIGONG

Jazz rasa Jawa? Bagaimana ekspresi Jawa ketika diwujudkan melalui Jazz? Tonton pertunjukannya di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Gedung Graha Bakti Budaya, 7 & 8 Mei 2008 Pukul 20.00 WIB, dan di Yogyakarta Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, 14 Mei 2008 juga pada jam 20.00 WIB. Inilah konser Kua Etnika & Purwanto dengan bintang tamu Trie Utami, Christopher Abimanyu dan G. Djaduk Ferianto.

– SELINGKUH ITU INDAH

Selingkuh Itu Indah, kumpulan cerpen Agus Noor berisi 15 cerita. Antara lain Pulang, Kupu-kupu Kuning Kemilau, Nocturno, Dongeng Hitam buat Kekasih, Solitude, Teror. Sehimpunan cerita dalam buku ini oleh Ayu Utami disebutkan memperlihatkan “ide-ide tentang perkawinan yang disikapi dengan sinis dan ironis, seperti merayakan sisi manusia yang tidak terang.” Pada beberapa cerita, Agus Noor membawa kita pada kisah sehari-hari yang dikisahkan dengan penuh intensitas dan puitis, terkadang membawanya ke suasana surealis, dimana relitas dan mimpi berbaur, benda-benda seperti hidup dan menyapa kita dengan seluruh pesonanya.

Bila Anda kesulitan mendapatkan buku ini di toko buku, Anda bisa memesannya langgsung ke penerbit Galang Press, Jl. Anggrek 3/34 Baciro Baru Yogyakarta 55225 Telp. (0274) 554985, 554986 Fax. (0274) 554985, atau bisa juga melalui email: galangpress@gmn.net.id

– KOMEDI (&) POLITIK

Oleh Agus Noor

Tayangan “komedi kritis’ yang belakangan mewarnai pertelevisian kita, mulai dari Republik BBM, News dot Com, Democrazy memperlihakan satu trend dunia komedi televisi negeri ini. Komedi mulai dilihat sebagai suatu peluang untuk menyampaikan kritik melalui parodi dan ironi (sosial politik), tidak semata-mata berfungsi sebagai hiburan belaka. Itulah kemudian yang membuat formulasi “komedi kritis” menjadi berbeda dengan tayangan komedi serupa Ngelaba, Show Time, atau Extravaganza. Disebut “komedi kritis” karena tayangan seperti Republik Mimpi tidak memposisikan lelucon sebagai tujuan, tetapi sebagai medium untuk melihat persoalan-persoalan aktual. Ini mengingatkan pada keyakinan komedian Judy Carter, yang percaya kelebihan komedi(an) ada pada kemampuannya melihat persoalan secara berbeda.

Dalam perkembangan dunia komedi kita, konsepsi “melihat secara berbeda” sebenarnya bukan hal yang baru. Meski masih tampak artifisial, Teguh Srimulat memaknai “yang berbeda” itu sebagai bukan hal yang biasa: “yang aneh itu yang lucu”. Sebagaimana yang kemudian terlihat dari Srimulat, kita menjumpai “hal-hal yang tidak biasa” (pembantu memarahi majikan) dan “aneh” (berupa dandanan para pemain). Hal yang jauh lebih menarik adalah guon parikeno yang dikembangkan Basiyo, dimana ia mampu menghadirkan satu persoalan dengan “memutarbalikkan logika cerita”, hingga memunculkan ironi dan sindiran yang tajam, bahkan terkadang terasa getir. Misalkan dalam lelucon yang mengisahkan seorang tukang becak dan penumpang, Basiyo bisa membalik: bahwa bukan tukang becak yang butuh penumpang, tetapi penumpanglah yang membutuhkan tukang becak. Apa yang dilakukan Basiyo, yang kemudian dikenal sebagai pola komedi Mataraman, memperoleh artikulasi sosial politik yang pas dan terasa estetis pada lakon pentas Teater Gandrik. Lanjutkan membaca ‘– KOMEDI (&) POLITIK’


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
April 2008
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives Files

Catagories of Files