Arsip untuk Februari, 2008

– “SIDANG SUSILA” PENTAS DI JOGJA!

Satu Adegan dalam lakon “Sidang Susila”

Adegan Jaksa yang didesak oleh para wartawan, berkaitan dengan persidangan Susila Parna yang dituduh melanggar Undang-undang Susila. Adegan itu muncul dalam lakon Sidang Susila (naskah Ayu Utami dan Agus Noor) yang dimainkan Teater Gandrik di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 21-23 Februari 2008 lalu. Ketika di pentaskan di Jakarta itu, tiket pertunjukan sudah sold out sejak dua hari sebelum pertunjukan. Ditangan calo, tiket yang seharga Rp. 150.000,- menjadi Rp. 400.000,-

Lakon ini, akan dimainkan di Yogyakarta, pada tanggal 7 dan 8 Maret 2008, bertempat di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, mulai pukul 20.00 WIB. Untuk informasi pertunjukan dan tiket bisa hubungi no. telp: 0813-28-008-567 (Sdri. Wuri) Buruan pesen tiketnya, sebelum ntar nyesal mesti beli di calo!!!

PERIHAL NASKAH “SIDANG SUSILA”

Berbincang Bareng Ayu Utami dan Agus Noor

BAGAIMANA sesungguhnya sebuah ide bergulir dan berkembang dalam produksi teater? Obrolan ini barangkali bisa memberikan ilustrasi bagaimana ide pertunjukan Sidang Susila berkembang. Sejak dari mula gagasan dalam kepala penulisnya hingga kemudian menyosok dalam panggung pertunjukan. Lewat email, Ayu Utami dan Agus Noor, duo yang menuliskan Sidang Susila, mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut: Lanjutkan membaca ‘PERIHAL NASKAH “SIDANG SUSILA”’

– NGOBROL BARENG BUTET DAN DJADUK SEPUTAR “SIDANG SUSILA”

Hal-hal mengenai moral dan susila Negara akan dilaksanakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya…

NAMPAK lelah setelah latihan. Tapi Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto masih punya energi untuk mendiskusikan apa yang telah mereka capai dalam latihan bersama kawan-kawan Teater Gandrik. Terasa benar, betapa ada semangat yang begitu besar ketika mereka mempercakapkan hal-hal tekhnis dan kemungkinan-kemungkinan estetis yang ingin diwujudkan dalam adegan. Mereka memang tengah mempersiapkan lakon Sidang Susila, karya Ayu Utami dan Agus Noor.

Yang menarik dari lakon ini setidaknya ada pada tema dan penulisnya, ujar Butet. “Temanya sangat aktual, dan sebenarnya merupakan keprihatinan kita bersama pada hari-hari ini. Dan semangat yang terkandung dalam tema itu sangat sesuai dengan semangat Teater Gandrik. Lakon-lakon Teater Gandrik, seperti Pensiunan, Pasar Seret, Upeti, Dhemit, Orde Tabung, dll, memang punya relevansi dengan persoalan kemasyarakatan. Setiap memilik lakon, kami memang selalu menakar soal relevansi lakon bagi masyarakat. Karena ketika hendak manggung, Teater Gandrik sesungguhnya meyakini bahwa pentas kami adalah suatu upaya untuk berbagi persoalan dengan masyarakat.”

Lebih jauh Butet menjelaskan… Lanjutkan membaca ‘– NGOBROL BARENG BUTET DAN DJADUK SEPUTAR “SIDANG SUSILA”’

– PERMEN

Dear Agus Noor…
Bisakah saya minta sedikit penjelasan seputar ide cerpen Permen yang Anda tulis? Cerpen itu pernah dimuat di Kompas, 5 Juni 2007. Saya saat ini sedang mendapat tugas untuk menganalisis sebuah cerpen, dan saya memilih cerpen Permen itu….

Ah, masihkah perlu seorang penulis menjelaskan apa yang telah ditulisnya? Maka saya pun tak terlalu menanggapi pertanyaan yang dikirim lewat email itu. Saya takut, ketika saya memberikan “testimoni”, maka itu menjadi satu-satunya tafsir tunggal yang dianggap sahih. Kenapa kita tak baca saja cerpen itu sebagai sebuah teks, dan setiap kepala bebas mengimajinasikannya? Tentu itu akan lebih memperkaya cara kita membaca, menafsir, dan melihat dunia… Karna itu, Puan dan Tuan, sila baca saja cerpen itu… Lanjutkan membaca ‘– PERMEN’


Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Februari 2008
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives Files

Catagories of Files