Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!

Persidangan Closet

Teater Gandrik manggung lagi! Bagi publik teater Indonesia, ini jelas berita menggembirakan. Teater Gandrik merupakan kelompok teater dari Yogyakarta yang piawai mengemas kritik sosial satir politik melalui pola teater sampakan. Lakon-lakon seperti Dhemit, Orde Tabung, Proyek, yang telah mereka pentaskan menjadi tonggak sejarah teater Indonesia. Kini Teater Gandrik, yang tengah berbenah dengan “energi baru”, mempersiapkan lakon Sidang Susila, yang naskahnya ditulis Ayu Utami dan Agus Noor. Duet dua penulis ini saja tentu saja sudah sangat menarik. Apalagi si raja monolog Butet Kartaradjasa dan penata musik Djaduk Ferianto juga terlibat dalam proses pemanggungan lakon itu. Sidang Susila rencananya akan dipentaskan pertengahan Februari 2008 nanti, di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Ini pertunjukan yang wajib ditonton! Gimana kisah Sidang Susila? Simak sinopsis lakon tersebut…

Sinopsis

SIDANG SUSILA

Naskah: Ayu Utami & Agus Noor

 

 

Undang-Undang Susila – yang mengatur soal moralitas dan susila masyarakat – ditetapkan secara sah dan meyakinkan. “Dengan berlakunya Undang-undang Susila ini, maka secara konstitusional kita telah menjadi bangsa yang bermoral dan bertata susila, “ demikian ditegaskan oleh tokoh Jaksa. Maka segeralah disusun Garis-garis Besar Haluan Moral Negara, dimana segala macam bentuk pornografi dan pornoaksi akan dihapuskan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Orde moral atau rezim susila pun mulai mencengkeram dan menyeramkan.

Terjadilah penangkapan besar-besaran terhadap orang-orang yang dianggap asusila. Orang-orang yang dituduh menyebarkan pornografi pornoaksi, langsung diringkus. Bahkan, orang-orang yang dianggap menyimpan pikiran-pikiran mesum pun ditangkapi. Salah satu yang ditangkap dan menjadi pesakitan itu adalah Susila Parna, seorang penjual mainan berbadan gendut dengan susu kimplah-kimplah. Dia dituduh mempertontonkan tubuhnya yang sensual, ketika ia membuka baju karena kepanasan sehabis ikut tayuban.

Segera Susila di sidang, diperlakukan sebagai pesakitan yang menjijikkan. Dia dianggap lebih berbahaya dari psikopat. Susila didakwa berlapis-lapis, agar masyarakat tahu betaba berbahayanya penjahat susila seperti dia. Tapi sesuatu terjadi diluar rencana. Banyak masyarakat yang kemudian menjadikan Susila sebagai ikon perlawanan. Susila dianggap pembangkang yang berani menentang Undang-undang Susila. Alih-alih menjadi pesakitan, dimata sebagian orang, Susila malah dianggap idola.

Para tokoh yang berkuasa kemudian menyebut-nyebut beberapa organisasi perlawanan, berada di balik semua gerakan perlawanan itu. Ada dua organisasi perlawanan yang dianggap menjadi biang kerusuhan moral, yakni GAM (Gerakan Anti Moralitas) dan OPM (Organisasi Pendukung Maksiat) yang dianggap sebagai kelompok-kelompok ekstrim yang asusila. Kepanikan kian memuncak ketika Susila Parna dikabarkan kabur, menghilang dari selnya. Operasi pencarian dan penangkapan pun kian diintensifkan. Setiap orang yang tertangkap dituduh menjadi bagian organisasi terlarang itu. Mereka kemudian dianggap sebagai penjahat moral menjijikkan yang terus-menerus merongrong stabilitas moral negara. Hingga para warga takut berhubungan dengan para pesakitan itu, takut terkena stigma tidak bersih lingkungan dan kehilangan pekerjaan.

Di balik semua gegap-gempita itu, konflik kepentingan bermunculan. Semua tokoh – seperti Hakim, Jaksa, Pembela, Kepala Keamanan – berusaha mencari kesempatan dari “poyek susila” itu. Bahkan sebagian dari mereka berusaha menyembunyikan perilaku amoral dan asusila mereka dengan kepura-puraan yang adil dan beradab.

4 Responses to “Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!”


  1. 1 aurigel Februari 4, 2008 pukul 8:52 am

    tiket bisa dipesan dimana dan mulai kapan?
    dan denah kursi taman budayanya mana yang bagian 75000 mana yang 100000 mana yang 150000

  2. 3 best free project Februari 15, 2010 pukul 1:25 pm

    wah sayang ne jauh dari tempat kegiatan kalo nga ane bisa tu hadir..tapi thanks dah ngasih info di mari


  1. 1 Sidang Susila « Kata-Kata Kaum Kusam Lacak balik pada November 2, 2008 pukul 12:12 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Point your camera phone at the QR code below : qrcode enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives Files

Photo Files

COVER BUKU PUISI CIUMAN

Kumpulan cerpen Agus Noor

Buku Pena Kencana 2009

PRESIDEN GUYONAN

Lebih Banyak Foto

Catagories of Files


%d blogger menyukai ini: