Potongan Cerita di Kartu Pos ialah prosa Agus Noor yang berkisah perihal banyak peristiwa. Sejumlah cerita yang ditulisnya terasa menawarkan imaji yang lebih menyayat ketimbang para pendahulunya, semacam Hamsad Rangkuti, Seno Gumira Ajidarma, Putu Wijaya. Kebanyakan cerita yang ditulis Agus Noor lebih bersimbiosis pada kehidupan yang kejam, penuh dengan kekejian, dendam maupun petaka berbalut jadi satu. Setidaknya, itulah yang rasakan oleh Alex R Nainggolan, seorang penulis yang sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi UNILA. Sebagai penulis Alex sudah banyak menghasilkan karya berupa cerpen, puisi, esai dan tinjauan buku yang termaktub dalam majalah sastra Horison, Jurnal Puisi, Kompas, Republika, Jawa Pos, Suara Pembaruan, dll. Benerapa karyanya juga termuat dalam antologi Ini Sirkus Senyum… (Bumi Manusia, 2002); Eelegi gerimis Pagi (KSI, 2002); Grafitti Imaji (YMS, 2002); Puisi Tak Pernah Pergi (KOMPAS, 2003); La Runduna (CWI & Menpora RI, 2005), dll. Bagaimanakah pencapaian-pencapaian kreatif Agus Noor dalam kumpulan prosanya ini, simak selengkapnya…. Continue reading ‘- Esai Tentang “Potongan Cerita di Kartu Pos”’
Tulisan yang dikaitkan 'sastra'
- Esai Tentang “Potongan Cerita di Kartu Pos”
Diterbitkan Desember 30, 2007 Buku , Cerpen , Esai Tinggalkan a KomentarKaitkata:Agus Noor, Cerpen, Esai, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, sastra, Seno Gumira Ajidarma
“POTONGAN CERITA DI KARTU POS”
Diterbitkan Desember 20, 2007 Buku , Cerpen , Esai 6 KomentarKaitkata:Agus Noor, Buku, Cerpen, kritik sastra, sastra, Satmoko Budi Santosa
Judul Buku : Potongan Cerita di Kartu Pos
Pengarang : Agus Noor
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Cetakan : I, September 2006
Tebal Buku : vi+173 Halaman
Kumpulan Cerpen Agus Noor, Potongan Cerita di Kartu Pos, memperlihatkan upaya tekhnis dan estetis Agus Noor sebagai seorang penulis cerpen untuk menjelajahi bermacam gaya dan kemungkinan bercerita, sekaligus eksplorasi tema. Bagaimana mengolah tema dengan menekankan gaya bercerita, sangat terasa dalam buku ini. Maka sebagai penulis cerpen pun Agus Noor seakan mengukuhkan satu sikap estetik: bahwa seorang penulis mestilah tidak berhenti dengan satu gaya atau style. Tulisan Satmoko Budi Sastosa, berikut ini, bisa menjadi rujukan untuk melihat proses kreatif Agus Noor. Tulisan ini diambil dari Jawa Pos (Minggu, 26 November 2006). Selengkapnya, silakan simak “Estetika Kefasihan Pengarang Bercerita” berikut…






Comments of Files