Halaman Arsip 3

- MET TAON BARU 2009

agus-noor

Ngucapin Met Tahun Baru 2009, semoga makin sukses dan makin kreatif. Mari kita saling mendoakan untuk keselamatan semua. Untukku, tahun 2008 ditutup dengan cukup manis: naskah lakon Presiden Kita Tercinta, yang kutulis, kepilih sebagai 5 naskah terbaik lomba penulisan naskah drama Federasi Teater Indonesia, yang diacarakan 27 Desember 2008 di Taman Ismail Marzuki. Sayang sekali, aku nggak bisa dateng ke acara itu, karena lagi di Balikpapan. Ah, 2009. Ada banyak yang kuinginkan.

Saat detik-detik terakhir seperti mau merapuh dan mengabu, seseorang yang mengaku bernama Agus Noor, dan memang begitu mirip denganku, mengajak berbincang. Lanjutkan membaca ‘- MET TAON BARU 2009′

- MAWAR DI TIANG GANTUNGAN

Kupersembahkan cerpen Natal ini untuk semua yang merayakannya. Bolehlah ini disebut cerpen magis atau surealis. Apa pun, saya harap kisah ini bisa merefleksikan keimanan kita.

gambar38

Lanjutkan membaca ‘- MAWAR DI TIANG GANTUNGAN’

- PENA KENCANA KE-2 TELAH TIBA

Libur tlah tiba… libur tlah tiba…

Nyanyian kanak-kanak Tasya membuat saya tertawa. Mungkin karena saya memang pingin libur panjang. Saya ingin,gambar43 akhir tahun ini menepi dari kehirukpikukan, dan membaca. Hanya membaca. Dan hanya membaca. Libur belum lagi tiba, tapi surat dari Panitia Pena Kencana lebih dulu tiba. Cerpen saya, “Kartu Pos dari Surga”, yang dimuat Kompas, 21 September 2008, masuk dalam “20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009”. Lanjutkan membaca ‘- PENA KENCANA KE-2 TELAH TIBA’

- KORUPTOR BUDIMAN

gambar5

SEORANG koruptor kakap mendadak muncul di kantor peradilan. Ia menyerahkan diri minta ditangkap. Beberapa petugas jaga – yang sebagian lagi ngobrol sambil nonton telenovela di televisi, dan sebagian lagi asyik main domino – langsung tergeragap kaget.

‘’Tolong tangkap saya,’’ koruptor ternama itu kembali bicara sambil mengulurkan kedua tangannya seolah-olah minta diborgol. Para petugas jadi langsung gemeteran. Apa tidak salah? ‘’Saya ingin jadi koruptor yang baik dan benar,’’ kata koruptor itu, sambil memandangi para petugas yang terheran-heran – juga agak ketakutan.

Tentu saja peristiwa itu langsung jadi berita besar. Puluhan wartawan segera mengerubungi sang koruptor. Dan koruptor itu pun langsung memberikan pernyataan-pernyataannya.

‘’Saya ingin memberi contoh kepada rekan-rekan koruptor lain, tak baik melarikan diri. Lebih baik duduk tenang di pengadilan. Kalau pingin sembunyi, bukankah persembunyian paling aman bagi koruptor justru ada di pengadilan. Kita nggak bakalan diperlakukan macam maling ayam. Paling ditanyai sedikit-sedikit basa-basi minta bagian hasil korupsi. Tak ada ruginya kalau kita berbagai rezeki sama hakim jaksa polisi. Anggap saja zakat buat mereka. Toh itu juga bukan uang kita.’’ Lanjutkan membaca ‘- KORUPTOR BUDIMAN’

- TEATER GANDRIK KEMBALI PENTASKAN “SIDANG SUSILA”

Photo Sidang Susila Show

Pada tanggal 15, 16, 17 Januari 2009, Teater Gandrik akan kembali mementaskan lakon Sidang Susila di Teater Salihara, Jakarta. Naskah besutan Ayu Utami dan Agus Noor itu, sebelumnya memang telah dipertunjukan di Jakarta dan Yogyakarta. Pementasan itu bisa dianggap sebagai “energi baru Gandrik” yang menandai geliat kreatif kelompok teater yang dikenal dengan “estetika sampakan”-nya. Lakon Sidang Susila, dipentaskan kembali lantaran dianggap (masih) memiliki relevansi dengan tema seputar Undang-undang Pornografi yang baru disahkan itu. “Setidaknya lakon ini akan menjadi pengingat bagi kita akan agenda-agenda tersembunyi yang akan mencederai pluralisme, kemajemukan serta pentingnya ruang untuk mengekspresikan setiap pikiran,” jelas Butet Kartaredjasa. “Makanya, ketika Komunitas Salihara memberi kesempatan tampil, kami sangat antusias. Bagaimana pun Komunitas Salihara merupakan representasi tempat dan ruang bagi kreatifitas di Republik ini. Klop-lah dengan Gandrik.” Selain Butet Kartaredjasa, para dedengkot Gandrik seperti Susilo Nugroho, Heru Kesawa Murti, Djaduk Ferianto, Whani Darmawan pun konsisten mendukung lakon ini. Lanjutkan membaca ‘- TEATER GANDRIK KEMBALI PENTASKAN “SIDANG SUSILA”’

- SETANGKAI SUNYI

gambar16AKU tengah berfikir betapa hidup ini telah menjadi begitu hampa dan sia-sisa untuk dipertahankan ketika kusaksikan setangkai sunyi tumbuh di antara gerimbun bunga-bunga di halaman. Setangkai sunyi yang cemerlang dengan perpaduan warna-warna yang paling rahasia sehingga membuatku tergetar dan bertanya-tanya. Benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang telah berubah menjadi tempat pembantaian? Lanjutkan membaca ‘- SETANGKAI SUNYI’

- KOMIK DRAMA

komik

Saya pingin bikin buku “komik drama”, dan saya pingin ada komikus yang mau terlibat dalam proses ini. Begini. Naskah drama saya, “Presiden Kita Tercinta”, rencananya akan dipentaskan oleh Teater Gandrik pada bulan Juni 2009, nanti. Bersamaan dengan pementasan itulah, naskah itu ingin diterbitkan sebagai buku. Tapi saya membayangkan: itu bukan sekedar buku naskah drama. Tapi di dalamnya ada gambar-gambar adegan, menyerupai grafis komik. Nah, saya bayangkan saja, itu semacam buku “komik drama”, yakni komik yang menghadirkan adegan-adegan dalam naskah drama itu. Bagaimana bentuknya? Apa seperti komik biasa? Atau semacam novel grafis itu, dan nanti bisa disebut “drama grafis”? menurut saya, inilah proses yang menarik. Eksperimen kecil yang menarik untuk dicoba. Dialog-dialog dalam naskah drama, saya kira bisa menjadi bahan bagi “balon percakapan” tokoh sebagaimana dalam komik. Bagaimana adegan itu bisa dihadirkan secara visual, hingga ketika membaca naskah itu, pembaca pun seperti menyaksikan gerak pertunjukan di buku “komik drama” itu. Begitulah gagasan awalnya.

Nah, mungkinkah, ada temen komikus yang mau terlibat? Atau mungkin Anda punya temen komikus, bisalah diinformasikan gagasan ini. Saya seneng sekali bila gayung ide ini bersambut.

- DUNIA SERENA

gambar3

GEMERINCING kereta membawa Serena ke Negri Hesperida. Dua belas kuda berbulu putih melesat menembus pilar-pilar cahaya matahari yang menyemburat celah-celah awan, meniti lengkung pelangi. Lalu, dari langit yang gemerlapan dan penuh nyanyian, muncullah peri-peri mungil bersayap bening, membawa keranjang penuh bunga aneka rupa.

“Selamat datang, Serena… Selamat datang….” Lanjutkan membaca ‘- DUNIA SERENA’

- “PRESIDEN GUYONAN” BUTET KARTAREDJASA

Ini ada acara menarik: pementasan dan launching buku “Presiden Guyonan” Butet Kartaredjasa. Dijadwalkan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 26 November 2008. Pukul 20.00 WIB. Kebetulan ajah aku bantu-bantu ngeditorin buku itu, dan nyiapin pertunjukannya. Ini buku kumpulan kolom Butet, dan beberapa penampil akan mendukung menghadirkannya di panggung, seperti Dian Sastro, Slamet Rahardjo, Djaduk Ferianto dan Orkes Sinten Remen. Awal November ini kalian udah bisa nyari bukunya, pasti dapet. Asal nggak nyari di toko obat.

- 6 FIKSI MINI

– Untuk Meltarisa

Sebutir Debu

Tepat, ketika sebutir debu itu jatuh menyentuh tanah, semesta ini pun meledak.

Anjing

Ketika mendapati dirinya berubah jadi anjing, ia merasa itu kejadian paling membahagiakan dalam hidupnya.

Misteri Mutilasi

Ia memotong-motong tubuhnya sendiri, dan membuangnya ke tepi kali. Polisi masih sibuk mencari pembunuhnya, sampai kini.

Dongeng Romeo & Juliet

Akhirnya Romeo dan Juliet menenggak racun bersama. Dan mereka pun bahagia selama-lamanya.

Wajah Seorang Pembunuh

Ia menggambar wajah. Ia merasa sangat mengenalinya. Itu wajah yang bertahun lalu membunuhnya.

Bayi

Tengah malam, bayi yang lapar itu terus menangis menjerit-jerit. Pelan-pelan ia mulai memakan jari-jarinya, lengan dan kakinya, melahap usus dan jantungnya, hingga tak bersisa.

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »


 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives Files

Photo Files

Buku Pena Kencana 2009

PRESIDEN GUYONAN

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

More Photos

Catagories of Files