Arsip untuk Kategori 'Uncategorized'

- SEMUSIM SMS PUISI CINTA SEPANJANG TAHUN

Musim ialah cinta yang berubah warna. Sepanjang tahun itu, musim merkar, berganti baju, mengenakan selendang aneka warna. Orang sering mengatakan kemarau sebagai kerinduan yang risau. Dan hujan semacam kenangan yang kadang menyedihkan.

Kau tertawa, ketika kukatakan, betapa kamu pun serupa musim yang terus-menerus berubah warna. “Kamu seperti musim yang tak gampang diduga,” kataku. “Dan kamu seperti musim yang gambang berubah dengan cepat,” jawabmu. “SMS-SMS yang kamu kirim, seperti pertanda pergantian musim,” sambungmu. “Musim yang berganti warna dalam hatimu.”

Ketika aku menyusun SMS-SMS ini, musim-musim itu seperti kupunguti kembali. Musim-musim yang berceceran dalam kenangan. Aku kadang tertawa, ketika kembali membacanya. Benarkah apu pernah menuliskan SMS itu untukmu, atau untuk seseorang lainnya? Semakin aku bersikeras mengingatnya, semakin aku tak bisa memastikannya. Mungkin saja, SMS itu memang kutulis untukmu, dan pada saat yang sama aku mengirimkannya untuk seseorang lainnya. Kuharap engkau tidak akan marah, para kekasihku, setelah tahu begitu banyak kutulis SMS, yang boleh jadi justru tidak kukirimkan untukmu.

Sekali lagi, jangan marah, wahai para kekasihku. Karena SMS-SMS ini hanyalah musim yang sudah berlalu. Musim, yang telah jadi kenangan. Musim, yang mungkin abadi dalam ingatan.

Lima Kwatrin SMS di Bulan Januari:

Apa yang paling indah

Dari bulan Januari?

Ialah saat kau singgah

Bertandang dalam hati

Ini sudah bulan Januari

Tapi kalender belum kuganti.

Meski waktu telah berganti,

Kangenku masih saja abadi Lanjutkan membaca ‘- SEMUSIM SMS PUISI CINTA SEPANJANG TAHUN’

- CERPEN KOMPAS PILIHAN: CINTA DI ATAS PERAHU CADIK

Ayo kirim komentar, dan aku akan kasih 2 buku sebagai hadiah buat kalian?

Penganugerahan Cerpen Kompas Pilihan tahun 2008 ini telah berlangsung, dan sebagaimana aku kira, cerpen Cinta di Atas Perahu Cadik milik Seno Gumira Ajidarma, terpilih sebagai yang terbaik. Selamat. Aku, akhirnya bisa datang ke acara itu, sambil diam-diam merayakan ulangtahunku, dan lalu malamnya… (hhmmm, rame dech).

Dua juri, yang tahun ini adalah Sapardi Djoko Damono dan Ayu Utami, memilih 15 cerpen. Lampu Ibu (Adek Alwi), Kisah Pilot Bejo (Budi Darma), Koh Su (Puthut EA), Serdadu Tua dan Jipnya (Wilson Nadeak), Gerhana Mata (Djenar Maesa Ayu), Sinai (F. Dewi Ria Utari), Belenggu Salju (Triyanto Triwikromo), Bigau (Damhuri Muhammad), Lak-uk Kam (Gus tf Sakai), Candik Ala (GM Sudarta), Tukang Jahit (Agus Noor), Sepatu Tuhan (Ugoran Prasad), Hari Terakhir Mei Lan (Soeprijadi Tomodihardjo), Gerimis yang Sederhana (Eka Kurniawan), dan tentu cerpennya Seno itu.

Apayang menarik dari buku itu? Lanjutkan membaca ‘- CERPEN KOMPAS PILIHAN: CINTA DI ATAS PERAHU CADIK’

- UNDANGAN CERPEN KOMPAS PILIHAN 2007

Seperti telah jadi tradisi tahunan, Kompas kembali memilih cerpen-cerpen terbaik pada tahun 2008 ini. Undangan untuk menghadiri malam Penganugerahan Cerpen Terbaik Kompas 2008, sudah saya terima. Dari desain undangan itu, saya sebenarnya sudah bisa menduga: siapa yang menang cerpen terbaik tahun ini. Tapi, sebagaimana biasanya, Kompas nampaknya memang ingin berahasia, dengan tidak mengungkapnya lebih dulu. Maka, saya pun menghormati itu, dengan tidak menuliskan lebih dulu dugaan saya.

Makanya, ketika kawan Triyanto Triwikromo mengirim sms, “Hayo, cerpen siapa yang ada kisah ikan pausnya? Itulah cerpen terbaiknya… Liat ajah desain undangannya”, saya hanya senyum-senyum. Lalu kubalas, “Oke, saya akan baca cerpen itu…” Dugaan Triyanto pun tak beda dengan saya. Tapi, baiklah, cerpen siapa yang jadi cerpen terbaik, biarlah nanti terungkap setelah malam penganugerahan itu. Yakni, hari Kamis, 26 Juni 2008, sekitar jam tujuh malam, di Bentara Budaya Jakarta. Aneh juga, sebab biasanya acara pemberian hadiah cerpen Kompas itu dilaksanakan setiap tanggal 28 Juni, bertepatan dengan ulang tahun Kompas.

Karena kali ini diadakan tanggal 26, maka kemungkinan saya nggak bisa datang. Soalnya, tanggal itu adalah tanggal ulang tahun saya. Dan saya, sudah merancang acara bersama kawan-kawan dekat, untuk merayakannya.

- NASKAH “SIDANG SUSILA”

- INSENSATEZ

Insensatez

Cerpen Agus Noor

MAYA telanjang, telentang di ranjang. Dan aku memandanginya gamang. Seperti ada keasingan yang perlahan menggenang, memenuhi kamar. Cahaya kekuningan lampu kamar yang remang membuat kulitnya yang langsat seperti diluluri madu. Dia menggeliat, memberi isyarat agar aku segera mendekat. Tapi aku hanya duduk di sofa, memandanginya. Ada sesuatu yang tak kunjung aku fahami. Padahal dia sudah menyiapkan suasana yang begini romantis. Musik yang lembut, yang selalu diputarnya berulang-ulang bila kami bercinta. Harum opium yang menyebar dari asap aroma terapi begitu meneduhkan, dan membuatku melayang. Kenapa aku malah begini gelisah? Dia bangkit meraih selendang yang terkulai di lantai, kemudian menatapku. Lekuk susu dan bentuk putingnya yang tegak, agak ganjil di antara silhuet kaki-gelas yang ramping.

Ada apa? Kau lagi sungkan bercinta?” Dia bangkit, bersijengkat mendekat. Lanjutkan membaca ‘- INSENSATEZ’


 

Juli 2009
S S R K J S M
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives Files

Photo Files

Buku Pena Kencana 2009

PRESIDEN GUYONAN

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

More Photos

Catagories of Files