Arsip untuk Kategori 'Teater'

- AKTOR DI PANGGUNG TEATER

Oleh: Agus Noor

Sutradara bisa mati, tapi aktor tidak!

(Arifin C. Noer)

Cukup lama aktor absent dalam teater modern kita. Tradisi realisme yang tidak cukup berkembang bisa dilihat sebagai satu faktor yang menyebabkan aktor tak menemukan ‘ruang bermain’ dalam panggung teater modern kita. Pentas-pentas teater yang berbasis realisme, sebagaimana dikembangkan sejak periode ATNI, Teater Populer, Teater Lembaga sampai STB, memang secara sporadis muncul, tetapi tidak terlalu kuat nenamamkan tradisi realisme sebagai mainstream dalam teater modern kita.

Hal itu membawa konsekuensi: tak tersedianya peran dan penokohan dalam naskah lakon yang memiliki kompleksitas psikologis. Yang berkembang ialah tokoh-tokoh tipologis, kata Kuntowijoyo. Hingga seringkali kita ‘terpaksa’ meminjam tokoh-tokoh dalam lakon yang ditulis oleh Ibsen, Chekov, untuk menjadi referen permainan realisme. Ketika naskah lakon tidak menyediakan kompleksitas penokohan yang menantang untuk ditafsirkan aktor dalam satu pementasan, perlahan-lahan sosok aktor pun surut dalam panggung teater modern kita. Karena itu teater kemudian lebih tampak sebagai “representasi gagasan” ketimbang “representasi pemeranan”. Lanjutkan membaca ‘- AKTOR DI PANGGUNG TEATER’

- NASKAH MONOLOG “SARIMIN”


- “SIDANG SUSILA” PENTAS DI JOGJA!

Satu Adegan dalam lakon “Sidang Susila”

Adegan Jaksa yang didesak oleh para wartawan, berkaitan dengan persidangan Susila Parna yang dituduh melanggar Undang-undang Susila. Adegan itu muncul dalam lakon Sidang Susila (naskah Ayu Utami dan Agus Noor) yang dimainkan Teater Gandrik di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 21-23 Februari 2008 lalu. Ketika di pentaskan di Jakarta itu, tiket pertunjukan sudah sold out sejak dua hari sebelum pertunjukan. Ditangan calo, tiket yang seharga Rp. 150.000,- menjadi Rp. 400.000,-

Lakon ini, akan dimainkan di Yogyakarta, pada tanggal 7 dan 8 Maret 2008, bertempat di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, mulai pukul 20.00 WIB. Untuk informasi pertunjukan dan tiket bisa hubungi no. telp: 0813-28-008-567 (Sdri. Wuri) Buruan pesen tiketnya, sebelum ntar nyesal mesti beli di calo!!!

PERIHAL NASKAH “SIDANG SUSILA”

Berbincang Bareng Ayu Utami dan Agus Noor

BAGAIMANA sesungguhnya sebuah ide bergulir dan berkembang dalam produksi teater? Obrolan ini barangkali bisa memberikan ilustrasi bagaimana ide pertunjukan Sidang Susila berkembang. Sejak dari mula gagasan dalam kepala penulisnya hingga kemudian menyosok dalam panggung pertunjukan. Lewat email, Ayu Utami dan Agus Noor, duo yang menuliskan Sidang Susila, mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut: Lanjutkan membaca ‘PERIHAL NASKAH “SIDANG SUSILA”’

- NGOBROL BARENG BUTET DAN DJADUK SEPUTAR “SIDANG SUSILA”

Hal-hal mengenai moral dan susila Negara akan dilaksanakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya…

NAMPAK lelah setelah latihan. Tapi Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto masih punya energi untuk mendiskusikan apa yang telah mereka capai dalam latihan bersama kawan-kawan Teater Gandrik. Terasa benar, betapa ada semangat yang begitu besar ketika mereka mempercakapkan hal-hal tekhnis dan kemungkinan-kemungkinan estetis yang ingin diwujudkan dalam adegan. Mereka memang tengah mempersiapkan lakon Sidang Susila, karya Ayu Utami dan Agus Noor.

Yang menarik dari lakon ini setidaknya ada pada tema dan penulisnya, ujar Butet. “Temanya sangat aktual, dan sebenarnya merupakan keprihatinan kita bersama pada hari-hari ini. Dan semangat yang terkandung dalam tema itu sangat sesuai dengan semangat Teater Gandrik. Lakon-lakon Teater Gandrik, seperti Pensiunan, Pasar Seret, Upeti, Dhemit, Orde Tabung, dll, memang punya relevansi dengan persoalan kemasyarakatan. Setiap memilik lakon, kami memang selalu menakar soal relevansi lakon bagi masyarakat. Karena ketika hendak manggung, Teater Gandrik sesungguhnya meyakini bahwa pentas kami adalah suatu upaya untuk berbagi persoalan dengan masyarakat.”

Lebih jauh Butet menjelaskan… Lanjutkan membaca ‘- NGOBROL BARENG BUTET DAN DJADUK SEPUTAR “SIDANG SUSILA”’

- “SIDANG SUSILA” TEATER GANDRIK DI TIM

poster-sidang-susila.jpg

Sidang Susila, repertoar Teater Gandrik akan dipentaskan pertama kali di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada tanggal 21-23 Februari 2008. Sebuah lakon satir tentang kehendak memonopoli kebenaran moral melalui Undang-undang Dasar Susila, yang ditetapkan sebagai satu-satunya azaz moral negara. Naskah lakon ini ditulis oleh Ayu Utami dan Agus Noor. Disutradarai oleh Butet Kartaredjasa. Penata musik: Djaduk Ferianto, dkk. Dengan para pemain antara lain: Susilo Nugroho, Butet Kartaredjasa, Whani Darmawan, Heru Kesawa Murti, Djaduk Ferianto, Sepnu Nugroho, Jujuk Prabowo. Penata Artistik: Ong Harry Wahyu

- Potongan Fragmen “SIDANG SUSILA”

Inilah bocoran dari naskah Sidang Susila, yang akan di pentaskan Teater Gandrik!

Mulai tanggal 21 Februari 2008, Teater Gandrik akan mementaskan lakon Sidang Susila. Naskah lakon ini ditulis oleh Ayu Utami dan Agus Noor. Sebuah kolaborasi estetis yang cukup memikat, mengingat keduanya merupakan dua penulis papan atas Indonesia. Teater Gandrik sendiri merupakan kelompok yang bermastuatin di Yogyakarta, dan telah menghasilkan beberapa repertoar yang menjadi bagian sejarah teater Indonesia. Ciri khas dari kelompok Teater Gandrik ialah pola teater sampakan, yang mengolah jagat pemanggungan sebagai bangunan dramatik yang serius tetapi juga main-main dalam pemahaman semangat teater rakyat.

Latihan awal “Sidang Susila” Teater Gandrik
Sidang Susila merupakan lakon bergaya satir seputar rezim yang ingin memonopoli kebenaran moralitas. Rezim Moral itu berkeyakinan bahwa proyek moral mesti diselenggarakan untuk mencapai ketertiban moral. Untuk itulah diperlukan Undang-undang Dasar Moral Negara. Ketika undang-undang tersebut ditetapkan, maka monopoli dan penguasaan atas kebenaran moralitas pun menjadi cara untuk menangkapi para warga yang dianggap mengganggu stabilitas moral negara. Nah, salah satu warga yang dianggap tidak bermoral itu adalah Susila. Dia menjadi orang yang dianggap sebagai “penjahat moral” pertama yang ditangkap dan disidangkan.

Kira-kira begitu inti ceritanya.

Ssssstttt…

Ada juga bocoran yang pasti menarik: lakon Sidang Susila ini juga akan disutradarai oleh Butet Kartaredjasa. Wow! Jelas menarik, kan? Butet yang selama ini lebih banyak tampil sebagai aktor, kini “naik derajatnya” jadi: sutradara. Sebenarnya, ini bukan kali pertama Butet jadi sutradara teater. Sebelumnya ia juga pernah menyutradarai lakon Inspektur Agung (karya Nicolas Gogol) bersama Teater Paku. Ada satu hal lagi yang menarik: pada Sidang Susila ini, Butet juga akan memerankan satu karakter tokoh yang menarik… (Tahu gak, sepanjang karier keaktorannya, baru kali inilah Butet memerankan karakter sebagaimana di Sidang Susila ini! Tapi, Maaf, untuk sementara belum bisa dibocorkan). Penasaran, kan? Makanya, jangan sampai lewatkan pertunjukan ini.

Tapi kalau pingin tahu bocoran naskah Sidang Susila, sudah diijinkan. Simak saja petikan fragmen dari lakon tersebut di bagian berikut. Sebuah fragmen yang menggambarkan bagaimana Susila disidang sebagai pesakitan moral. Lanjutkan membaca ‘- Potongan Fragmen “SIDANG SUSILA”’

Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!

Persidangan Closet

Teater Gandrik manggung lagi! Bagi publik teater Indonesia, ini jelas berita menggembirakan. Teater Gandrik merupakan kelompok teater dari Yogyakarta yang piawai mengemas kritik sosial satir politik melalui pola teater sampakan. Lakon-lakon seperti Dhemit, Orde Tabung, Proyek, yang telah mereka pentaskan menjadi tonggak sejarah teater Indonesia. Kini Teater Gandrik, yang tengah berbenah dengan “energi baru”, mempersiapkan lakon Sidang Susila, yang naskahnya ditulis Ayu Utami dan Agus Noor. Duet dua penulis ini saja tentu saja sudah sangat menarik. Apalagi si raja monolog Butet Kartaradjasa dan penata musik Djaduk Ferianto juga terlibat dalam proses pemanggungan lakon itu. Sidang Susila rencananya akan dipentaskan pertengahan Februari 2008 nanti, di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Ini pertunjukan yang wajib ditonton! Gimana kisah Sidang Susila? Simak sinopsis lakon tersebut… Lanjutkan membaca ‘Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!’

- Monolog “SARIMIN” Butet Kartaredjasa

sarimin-butet-wp.jpg

UPAYA MEMANUSIAKAN GAGASAN

Bagaimana ide kreatif dan proses pengolahan gagasan monolog Sarimin yang ditulis Agus Noor dan dimainkan Butet Kartaredjasa berkembang? Inilah catatan seputar proses kreatif monolog Sarimin itu… Lanjutkan membaca ‘- Monolog “SARIMIN” Butet Kartaredjasa’


 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives Files

Photo Files

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

MTK 2

More Photos