Arsip untuk Kategori 'Surat'

- SEPAKBOLA: MEMBERI MAKNA PADA YANG FANA

Surat Agus Noor

Kau bertanya, “Kenapa kamu bisa begitu tergila-gila pada sepakbola? Apa yang kau dapat darinya?” Baiklah. Kutuliskan ini buatmu. Tidak agar kau memahami. Tetapi setidaknya supaya kamu bisa sedikit merasakan kegembiraanku…

Sepertinya, ada yang hilang dalam Piala Eropa 2008. Drama! Saya sangat setuju dengan pendapat Robert Coover, bahwa ada “sifat teater” dalam permainan bola. Lapangan adalah panggung, dan pertandingan adalah alur dramatik berdurasi 2×45 menit plus injury time. Setiap pertandingan menjadi menarik karena menampilkan drama yang berbeda, ketegangan dan suspens yang berbeda. Sifat teater itulah yang membuat sebuah pertandingan akan semakin menarik bila memenuhi aspek dramatik di dalamnya. Dan itu, yang sampai saat tulisan ini dibuat, terasa hilang di panggung Piala Eropa kali ini. Barangkali, karena belum memasuki babak knock out. Babak hidup mati yang bisa berujung pada “tragedi”. Dan tragedi, kita tahu, adalah pencak ekstase dari pertunjukan teater. Lanjutkan membaca ‘- SEPAKBOLA: MEMBERI MAKNA PADA YANG FANA’

- MANCHESTER UNITED VS TUHAN

Surat Agus Noor

Bung, kutulis ini untukmu yang demen sekali nonton bola. Pasti, saat ini , kamu sedang terhipnotis Piala Eropa. Macam saya…

Sebelum pertandingan Manchester United versus Chelsea di final Piala Champions Eropa, seperti biasa, saya nongkrong di kafe, untuk nobar, nonton bareng. Ditengah sengitnya obrolan saling mengunggulkan klub yang dijagoinya, seorang kawan dengan nada sungguh-sungguh berkata, “Bila Manchester United bertanding melawan Kesebelasan Malaikat, saya pasti menjagoi MU. Bahkan, bila MU melawan Tuhan, saya pasti juga menjagoi MU.” Saya termangu, mendengar itu.

Anda pun, barangkali, akan langsung mengatakan bahwa itu adalah perwujudan fanatisme yang akut. Sikap takabur. Karena bagaimana mungkin melawan Tuhan yang Maha Tak Terkalahkan? Tapi itu bukanlah kejumawaan kawan saya. Itu, ternyata, lebih merupakan upayanya menemukan jalan untuk memahami Tuhan. Sepak bola dan Tuhan, saya kira memang menarik untuk dibicarakan, ketika sebagian kita dengan penuh pekikan mentakbirkan namanya sembari menenteng pedang kekerasan. Lanjutkan membaca ‘- MANCHESTER UNITED VS TUHAN’

- 101 SMS PUISI CINTA

Surat Agus Noor

Kubaca lagi sms-mu
Seperti membaca kenangan
yang kaukirim padaku.

Telah berapa banyakkah kukirimkan SMS kepadamu? Beberapa SMS ini, barangkali pernah kukirimkan padamu. Tapi mungkin juga belum. 101 SMS ini, kubayangkan serupa 101 dongeng, dengan 101 kisahnya masing-masing, yang ingin kututurkan padamu. Seperti Syahrazad, yang menciptakan kegaiban cerita setiap malam. Setiap kali mengirimu SMS, aku sering takut ia tak akan sampai padamu. Aku sering membayangkan: betapa susah payahnya SMS itu menyelusup masuk handphone-mu, setelah melintasi bentangan jarak dan kegelapan, melayang ribuan kilo, meniti angin dan cuaca buruk. Barangkali SMS itu terbatuk-batuk. Mungkin menggigil menahan kuyup, tetapi ia terus bersikeras menyampaikan pesanku kepadamu. Begitulah, entah telah berapa SMS kukirimkan padamu, dan akan selalu kukirimkan padamu. 101 SMS ini, seperti cuilan-cuilan hatiku, yang ingin kubagi padamu.

1 ♥

Ada sms tiba saat senja

Kata-kata di dalamnya

Seperti penuh cahaya

Setiap titik koma

Begitu sarat makna

Ada sms tiba saat senja

Dari hati penuh cinta

Lanjutkan membaca ‘- 101 SMS PUISI CINTA’


 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives Files

Photo Files

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

MTK 2

More Photos