Arsip untuk Kategori 'Monolog'

- MATINYA TOEKANG KRITIK

Tiga email masuk di akunku. Semua berkait dengan naskah lakon Matinya Toekang Kritik (MTK). Dua email memberitahu perihal niatan untuk melakukan studi telaah naskah, bagi kesarjanaan mereka. Dan satu email, mengabarkan tentang rencana menerjemahkan naskah lakon itu ke bahasa Inggris. Naskah lakon ini, sebenarnya sudah diterbitkan sebagai buku, tetapi (sebagaimana dikatakan dalam satu email itu) sulit untuk didapat. “Bisakah saya minta copy naskah itu?” tanyanya. Naskah MTK sebenarnya sudah di posting oleh Butet Kartaradjasa, dan bisa di lihat di blognya.

Agar sedikit beda, maka naskah lakon itu saya tulis kembali dengan gaya prosa. Dan saya turunkan di sini. Kenapa saya tulis ulang dengan gaya prosa? Agar lebih enak dibacanya. Format penulisan naskah lakon memang punya kaidah-kaidah, yang sebenarnya justru tidak menarik ketika dibaca sebagai teks. Kadang kita mendapati banyak “perkara tekhnis pemanggungan” di dalam naskah itu. Akibatnya, bagi awam, naskah lakon menjadi kurang familiar. Maka, saya tiba-tiba punya bayangan: bagaimana kalau naskah lakon itu saya tulis dengan gaya prosa? Sehingga pembaca bisa akrab karena ia seperti tengah membaca cerita (tetapi tetap juga bisa membayangkan pemanggungannya). Setidaknya, inilah upaya, agar naskah lakon pun bisa dinikmati ketika ia hadir (masih) berupa teks… Lanjutkan membaca ‘- MATINYA TOEKANG KRITIK’

- POLITIKUS BUSUK & RAJA JIN

Monolog

Monolog karya Agus Noor ini pernah dimainkan oleh Butet Kartaredjasa, saat dimulainya Gerakan Anti Politisi Busuk, menjelang Pemilu 2004. Monolog ini dimainkan secara “garingan”. Itu istilah untuk pertunjukan monolog yang biasanya cuman dibacakan (atau paling banter dengan kostum dan properti sederhana untuk mendukung tampilan). Monolog ini, kemudian juga dibukukan dalam buku Matinya Toekang Kritik (Lamalera, 2006). File ini diturunkan dalam blog ini karena, saya rasa, masih relevan secara tema. Setidaknya untuk mengingatkan, betapa masih banyak politisi busuk yang ngangkangin republik ini.

Jangan percaya politikus, begitu seorang kawan bilang. Negeri ini memang tidak akan mungkin bisa bangkit dari keterpurukan bila kita mempercayai para politikus untuk mengelolanya. Menurut saya, politikus kita memang tidak akan pernah bisa berhasil mengatasi masalah bangsa ini. Politikus kita tidak pernah mampu menyelesaikan maslah. Karena politikus kita terbiasa menyelesaikan masalah dengan cara menambah-nambahi masalah.

“Kamu memang sisnisme sejati,” komentar seorang kawan. Kujawab, “Mungkin. Coba saja baca monolog ini…” Lanjutkan membaca ‘- POLITIKUS BUSUK & RAJA JIN’

- NASKAH MONOLOG “SARIMIN”


- Monolog “SARIMIN” Butet Kartaredjasa

sarimin-butet-wp.jpg

UPAYA MEMANUSIAKAN GAGASAN

Bagaimana ide kreatif dan proses pengolahan gagasan monolog Sarimin yang ditulis Agus Noor dan dimainkan Butet Kartaredjasa berkembang? Inilah catatan seputar proses kreatif monolog Sarimin itu… Lanjutkan membaca ‘- Monolog “SARIMIN” Butet Kartaredjasa’


 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives Files

Photo Files

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

MTK 2

More Photos