- Panggung Launching Buku

Pada hari Kamis, 25 Maret 2010, berlangsung pergelaran launching buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia karya Agus Noor, yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka (2010), bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Acara launching itu dikemas dalam satu rangkaian pertunjukan, yang mencoba menafsir cerpen-cerpen yang ditulis Agus Noor ke dalam beragam bentuk pemanggungan.

Penyanyi hiphop Kill The DJ membuka pergelaran, yang langsung memperoleh respon meriah. Gaya dan orientasi lagu-lagunya, yang banyak mengolah beat musik-musik tardisional, membuat musik hiphopnya tak hanya bernuansa etnis, tetapi juga memberi suasana pertunjukan yang plastis dan dinamis. Penampilannya langsung memberi isyarat: bahwa acara launching ini tak akan disibukkan dengan “diskusi buku yang sarat wacana teori” sebagaimana umumnya sebuah launching buku. Sebuah launching buku, ternyata bisa sarat kegembiraan dan hiburan, yang membuat event kesusastraan tidak terlalu berpretensi menjadi terlalu serius. Justru di sini, para penampil dan pendukung berupaya menafsir teks sastra dalam beragam pertunjukan.

Lihatlah, bagaimana Hartati, koreografer yang juga dosen IKJ, dengan leluasa menafsir cerpen “Mawar di Tiang Gantungan” ke dalam tarian. Dengan mengolah sudut pandang “perempuan buta”, koreografi Hartati mengeksplorasi gerak-gerak orang buta yang mencoba memandang dan menangkap dunia di sekitarnya. Dalam karyanya itu, kita masih merasakan identitas hartati sebagai koreografer yang banyak mengolah gerak silat, sekaligus supayanya mempertahankan struktur cerita dalam cerpen. Berdurasi sekitar 10 menit, karya itu terasa kuat dengan dukungan pencahayaan Clink Sugiarto, hingga mencapaipencaknya pada adegan yang begitu simbolis dan tansenden: seakan-akan dunia orang buta bisa menjadi jalan untuk meraih nilai-nilai keilahian.

Kemudian artis Happy Salma, membawakan “Pemetik Air Mata”, dengan lembut dan sendu. Di beberapa bagian, suasana yang puitis berhasil dibangung oleh kehadiran Wayang Taviv. Elemen-elemen pencahayaan Wayang Taviv, membuat bagian-bagian yang dibawakan Happy menjadi begitu kuat secara visual. Pada baian awal pembacaan Happy, kemunculan penari yang ditata oleh Hartati bahkan mampu mewakili kemunculan para peri pemetik air mata, menjadi terasa gaib.

Budi Ros, aktor senior Teater Koma, muncul sebagai dalang yang memainkan Wayang Taviv dan menjadi pencerita dalam “Penjahit Kesedihan”. Pada bagian ini, kisah ditafsir dan diolah menjadi pertunjukan wayang yang komikal, lucu dan penuh sentilan. Kemunculan Kill The DJ yang berkolaborasi dengan Wayang Taviv, membuat suasana makin dinamis dan komikal. Lagu “Cicak Nguntal Buaya” dari indie rapper Jogja itu, membuat kisah yangdimainkan Budi Ros semakin kuat secara tekstual dan kontekstual. “Saya menafsir cerpen Agus Noor dengan semangat kebebasan aktor mentransformasikan sebuah naskah ke dalam lakon pertunjukan,” kata Budi Ros, “Dan di situlah sesungguhnya menariknya proses itu. Karena cerpen Agus Noor memiliki banyak peluang untuk diolah dalam bentuk teater. Tak hanya enak dibaca, tetapi juga menarik ketika dipanggungkan.”

Yang ditunggu-tunggu penonton akhirnya muncul juga: Butet Kartaredjasa. Ini penampilan Butet yang pertama di panggung teater, setelah ia sempat sakit. Karna it, menjadi wajar, kalau penonton menunggunya dengan bedebar: masihkah Butet punya stamina yang bagus untuk tampil di panggung teater? Butet menjawab semua itu dengan penampilan yang prima saat membawakan “Perihal Orang Miskin yang Bahagia”. Sudah bisa diduga: ia tetap memukau dengan gayanya, dengan sentilan dan sindirannya.

Acara launching yang dikemas dalam Panggung Kisah Fantasi itu semakin menyadarkan: bahwa acara sastra ternyata bisa dikemas dengan menarik. Itu memang upaya Kayan Production dan Titimangsa Production, yang didukung penuh oleh Djarum Super On Art, agar sastra mulai terbuka dengan kalangan yang lebih luas.

About these ads

2 Responses to “- Panggung Launching Buku”


  1. 1 gendut Mei 2, 2010 pukul 4:38 pm

    keren…lestari sastra indonesia

  2. 2 frans Agustus 12, 2010 pukul 3:52 am

    aduh sayangnya saya tidak bisa menyaksikan. masalahnya jauh dari kendari. kalau bukunya sudah ada di tokoh buku Gramedia belum ya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Point your camera phone at the QR code below : qrcode


enter this URL on your mobile : http://buzzcity.mobi/agusnoorfiles
Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives Files

Photo Files

COVER BUKU PUISI CIUMAN

Kumpulan cerpen Agus Noor

Buku Pena Kencana 2009

PRESIDEN GUYONAN

More Photos

Catagories of Files


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 377 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: