Bila Anda berkeliaran di Twiterland, cobalah follow @fiksimini – ini akun yang “dimoderatori” oleh saya dan dua sohib yang menyenangkan: Eka Kurniawan dan Clara Ng. Sejak saya mengintrodusir fiksimini, baru di Twiterland-lah respon yang menggairahkan terjadi. Sampai saat ini, mungkin udah ribuan fiksimini ditulis di sana. Cobalah cek hastag #fiksimini, maka akan terhampar pesona fiksimini. Beberapa fiksimini itu, akan saya kutip dan munculkan di sini. Oh ya, di Twiterland, atau di Twitter, saya memakai akun @agus_noor. Tak lupa, saya turunkan pula diktum-diktum fiksimini yang saya tulis.
14+1 Diktum Fiksimini
Oleh Agus Noor
Diktum Fiksimini 1:
Menceritakan seluas mungkin dunia, dengan seminim mungkin kata
Diktum Fiksimini 2:
Ibarat dalam tinju, fiksimini serupa satu pukulan yang telak dan menohok
Diktum Fiksimini 3:
Kisahnya ibarat lubang kunci, yang justru membuat kita bisa “mengintip” dunia secara berbeda
Diktum Fiksimini 4:
Bila novel membangun dunia. Cerpen menata kepingan dunia. Fiksimini mengganggunya
Diktum Fiksimini 5 :
Fiksimini yang kuat ibarat granat yang meledak dalam kepala kita
Diktum Fiksimini 6:
Ia bisa berupa kisah sederhana, diceritakan dengan sederhana, tetapi selalu terasa ada yang tidak sederhana di dalamnya
Diktum Fiksimini 7:
Alurnya seperti bayangan berkelebat, tetapi membuat kita terus teringat
Diktum Fiksimini 8:
Serupa permata mungil yang membiaskan banyak cahaya, kita terus terpesona setiapkali membacanya.
Diktum Fiksimini 9:
Seperti sebuah ciuman, fiksimini jangan terlalu sering diulang-ulang
Diktum Fiksimini 10:
Bila puisi mengolah bahasa, fiksimini menyuling cerita, menyuling dunia.
Diktum Fiksimini 11:
Ia tak semata membuat tawa. Karna ia adalah gema tawanya.
Diktum Fiksimini 12:
Kau kira fiksimini ialah kolam kecil, tapi kau tak pernah mampu menduga kedalamanya.
Diktum Fiksimini 13:
Di ujung kisahnya: kita seperti mendapati teka-teki abadi yang tak bertepi.
Diktum Fiksimini 14:
Pelan-pelan kau menyadari, ia sebutir debu yang mampu meledakkan semesta.
Diktum Fiksimini terakhir:
Lupakan semua diktum itu. Mulailah menulis fiksimini!
Dan inilah beberapa fiksimini-fiksimini yang telah ditulis. Anda akan bersua dengan beberapa nama penulis yang telah populer namanya, seperti Eka Kurniawan, Clara Ng, Ratih Kumala, Candra Malik, sampai penulis skenario Salman Aristo, penyair Hasan Aspahani, sutradara Hanung Bramantyo, dan yang lain. Dengan berbagai pertimbangan, saya memberi judul pada fiksimini-fiksimini itu.
Inilah kutipan fiksimini yang, setidaknya, mempesona saya:
@candramalik:
Telepon
Telepon berdering memecah malam. Dari ujung sana, penelpon berteriak, “Kubunuh kau!” Si penerima mencekik lehernya dengan kabel telepon.
@ dabgenthong:
Pada Sebuah Kecelakaan
Mobil itu ngebut dan tiba-tiba menabrak tiang listrik. Supirnya keluar dan bertanya pada orang yang berkerumun, “Kepalaku dimana?”
@dragunav:
Gadis Penjual Handphone
Ia cantik, mulus. Aku kagum, kuelus, kubelai, kutekan-tekan, lalu tiba-tiba ia berdering…
@ekakurniawan:
Televisi
Televisi itu asyik sekali menonton diriku duduk di sofa
@salmanaristo:
Nama di Batu Nisan
Bulan purnama di atas kuburan. Seorang kakek membetulkan nisan. Ternyata namanya salah dituliskan.
@hasanaspahani:
Alamat yang Salah
Semua surat yang dia kirim kembali padanya dengan catatan: salah alamat, juga surat yang ia kirim ke alamatnya sendiri.
@ratihkumala:
Pengantin
Besok ia kawin, malam ini ia memutuskan bunuh diri.
@clara_ng:
Tita
Si kecil Tita berlari di kebun mengejar suaranya yang barusan melompat dari bibirnya.
@agus_noor:
Kisah Seorang Reserse
Ia menyelidiki kematian janda yang mati dimutilasi. Tiga bulan kemudian atasannya mendengar kabar kalo ia kawin dengan janda itu.
@djenarmaesaayu:
Silsilah
Ia melahirkan seorang Bapak yang tak pernah bertemu Ibu.
@hanungbramantyo
Foto
Foto itu buram oleh darah. Saat kutatap lagi, ada wajah yang sangat kukenal. Pucat dan buta. Diriku.
@frezask
Marionet Kekasih
Aku mencintainya. Aku menyimpan mayatnya. Kumutilasi dan kuberi tali. Kujadikan marionet. Kubuat pertunjukan keliling.
@sammycalromance:
Semangka di Meja
Joni kelaparan. Saat menemukan semangka di meja, langsung di lahapnya. Setelah habis ia baru sadar semangka itu kepala ayahnya.
Sebenarnya buuaaanyyak sekali fiksimini yang dahsyat dan mencengangkan. Cobalah Anda melihat sendiri di: http://fiksimini.com/






check out jg the older #vss @veryshortstory dan #fiximaxi
Saya sangat mengagumi @fiksimini, Apakah fiksimini yg di RT hanya yg dibuat penulis berpengalaman? Apa syarat fiksimini di RT? Soalnya saya bukan penulis, terimakasih
alangkah sangat baiknya njenengan kalau berkenan merangkumnya dalam bentuk pdf lalu digratiskan untuk dinikmati disini.
*mengirim 20 tweet, cm 1 yg di RT. Pantas saja, moderatornya sudah ajieb gini.
Ah, bagaimana dengan yang ini kira-kira?
http://esensi.wordpress.com/2009/06/01/flash-fiction-6-memastikan-kabar/
.
.
.
Yah, sesekali ikutan eksibisi
Lagi ah…
Sekedar menuruti petuah empu blog dalam diktum terakhir
Hi Mas Agus Noor (hmm… enaknya saya memanggil seperti apa ya?)
Saya blogger baru, tapi sudah rajin mencoret-coret kertas dengan imaji saya sejak SD. Sudah saya follow fiksimininya
ohya, saya lupa. Silakan berkunjung ke blog saya. Blog Mas Agus Noor saya link di blog saya ya…
saya akan sangat berterima kasih untuk setiap saran dan kritiknya. Salam kenal
fiksiMini keren
Halo, Mas Agus Noor…saya tertarik dan ingin ikutan di sini. Siapa tahu pengalaman dalam menulis bertambah.
Saya di Samarinda, ingin juga menulis dan menyalurkan tulisan. Terimakasih atas apa saja yang saya dapat di fb ini.
Salam kenal & salam persahabatan.
Jelas yg di RT itu luar biasa bagus, mereka adalah penulis2x handal dan berani ungkapkan secara bebas dgn gaya bahasa yg lugas, tanpa tedheng aling2x & pilihan kata yg berani. Apakah memang hrs begitu ya?
Sy baru mulai belajar menulis fiksimini dgn baik (mungkin bisa berguru dgn Mas Agus Noor) tapi nampaknya susah juga ya, sy tdk berani memilih kata2x yg terlalu vulgar dgn imaginasi yg luar biasa… Masih sulit mengubah mind set sy, yg sll berpikir logis(krn sy dr akademisi). Barangkali ini kesulitan terbesar sy?
Semoga mas Agus bisa membantu & memberikan saran utk sy.
Matur Nuwun…
aslam,
Mas Agus, aku minta izin untuk mengangkat fiksimini di website ITS: http://www.its.ac.id. rencananya selama seminggu, aku mau ngadakan lomba sejenis (kecil2an) untuk civitas di ITS supaya mereka bisa terpancing kepeduliannya untuk menulis.
Boleh kan Mas??
Best Regard
Bahtiar Rifai S
minta izin mengutip di blog saya
orang disamping kiriku beranggapa aku gila
sebab aku meludahi wajahnya dengan dahak darah
orang disamping kananku melihatku sakit
sebab itu ia menyuntikka obat dari kelaminnya
aku semakin sakit dan menjadi gila
Salam kenal
Saya bukan penulis terkenal
hanya seseorang yang sesekali menulis untuk kepuasan pribadi
dan baru follow fiksimini di twitter beberapa hari ini…
yang menjadi pertanyaannya saya adalah
apakah yang diRT hanya eksklusif penulis terkenal atau komunitas tertentu
karena jika saya perhatikan kok yang diRT tidak semuanya sedahsyat diktum 1-14 tetapi terkadang hanya diktum fiksimini terakhir
Terima kasih
saya jadi ketagihan menulis fiksimini.
berharap mendapat kritik dan saran dari pak agus.
Nuwun….
saya belajar menulis cerpen dari bapak, satu cerpen yang berkesan adalah Dzikir Sebutir Peluru
Kukagumi artikel ini. Makanya kusempatkan untuk keluar dari kuburku.
Mas Agus..
Salam kenal..
I am one of the follower yg tiap hari menyempatkan mampir membaca #fiksimini
Terkesima..
jatuh cinta pada kata-kata..
Keep tweeting! #fiksimini rocks!
“Selamat datang di fikdimini,” demikian kuucapkan kepada diriku.
kalo udah follow @fiksimini gimana ya?
mau ikut berpartisipasi tapi waktu itu ga di RT T_______T
an awesome account. two thumbs up for @fiksimini crew. keep move on.