Arsip untuk Juli, 2009

- Perihal Cerpen-cerpen Terbaik KOMPAS

Tradisi pemilihan cerpen terbaik Kompas yang sudah berlangsung sejak 1992 telah menghasilkan 16 cerpen terbaik, mulai dari Kado Istimewa (Jujur Prananto) hingga Cinta di Atas Perahu Cadik (Seno Gumira Ajidarma). Dan paling mutakhir, di tahun 2009 ini, terpilih cerpen Nukila Amal, Smokol. Hingga tahun 2004, pemilihan cerpen terbaik itu dilakukan oleh ”orang dalam Kompas”, yakni para redaktur yang dianggap punya kompetensi dengan dunia sastra. Mulai 2005, Kompas mencoba mengubah dengan memberikan otoritas pemilihan itu kepada ”orang luar”, yakni mereka yang dianggap memiliki kredibilitas dalam sastra sebagai juri untuk melakukan pemilihan cerpen terbaik. Gambar 14

Membaca cerpen-cerpen terbaik itu, kita bisa menemukan ”benang merah” yang seolah menandai orientasi estetis dari cerpen-cerpen pilihan Kompas. Ada kecenderungan pada pilihan realisme sebagai gaya bercerita. Bahkan, Derabat dan Mata yang Indah (keduanya karya Budi Darma) yang terpilh sebagai cerpen terbaik Kompas 1999 dan 2001, yang memiliki kecenderungan sebagai cerita yang surealis pun dituturkan dengan teknik penceritaan yang realis bila ditilik dari penggunaan dan pengolahan gaya bahasanya. Begitu pula Jejak Tanah (Danarto), cerpen terbaik 2002, memakai pola penceritaan realis meski kisah yang diusungnya adalah kisah yang berbau magis. Lanjutkan membaca ‘- Perihal Cerpen-cerpen Terbaik KOMPAS’

- RENDEZVOUS

rendevaouz

SUATU malam aku terdampar di sebuah kafe. Ah, terdampar! Aku merasa pas dengan ungkapan itu.

Aku terapung terseret arus kesunyian cahaya yang menggenangi jalanan kota. Seperti bersampan, mobil meluncur pelan dan tenang. Kulihat malam menyepuhkan kelam, dan aku menikmatinya sebagaimana kelelawar terpesona pada kegelapan yang gaib. Begitulah, seperti biasanya, aku keluar rumah dengan gairah yang meruah, untuk menikmati gemerlap cahaya yang megah. Masih bisa kucium hangat senja menguap di kaca-kaca gedung-gedung yang berubah gemerlap, dan kusaksikan kota yang perlahan merekah dipulas gairah aneka warna cahaya. Aku meluncur pelan, dan kurasakan kesunyian perlahan-lahan mulai menghisap bias cahaya yang berpendaran, hingga suasana terasa keramat. Kota seperti penderita insomnia yang pucat dan mulai sekarat. Lanjutkan membaca ‘- RENDEZVOUS’


 

Juli 2009
S S R K J S M
« Apr   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives Files

Photo Files

Buku Pena Kencana 2009

PRESIDEN GUYONAN

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

More Photos

Catagories of Files