<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: - 20 Keping Puzzle Cerita</title>
	<atom:link href="http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/</link>
	<description>Dunia Para Penyihir Bahasa</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 14:09:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: agusnoorfiles</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-774</link>
		<dc:creator>agusnoorfiles</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 09:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-774</guid>
		<description>Ide itu, sesungguhnya mengacu pada kisah ular penggoda Hawa. Cerpen A.S. Laksana itu, memang sempat aku baca. Saya tak tahu (atau tak sadar) apakah cerpen itu menyelusup begitu saja dalam kepala saya ketika menulis bagian &quot;KAPAK&quot;. Karya-karya yang kuat, memang seringkali, tanpa kita sadarai, menyelusup dalam bawah sadar kita: dan ngendon seperti ular yang tak kita ketahui dalam imajinasi kita. Bisa saja ular itu, tiba-tiba menggeliat keluar saat kita menulis cerita. Siapa yang bisa menghindar dari bacaan yang pernah kita baca? Tapi, kalau ditanya: apakah saya mengacu secara langsung pada cerpen Laksana itu? Rasanya tidak. Tapi apakah cerpen itu mempengaruhi imajinasi saya secara tak sadar? Barangkali iya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ide itu, sesungguhnya mengacu pada kisah ular penggoda Hawa. Cerpen A.S. Laksana itu, memang sempat aku baca. Saya tak tahu (atau tak sadar) apakah cerpen itu menyelusup begitu saja dalam kepala saya ketika menulis bagian &#8220;KAPAK&#8221;. Karya-karya yang kuat, memang seringkali, tanpa kita sadarai, menyelusup dalam bawah sadar kita: dan ngendon seperti ular yang tak kita ketahui dalam imajinasi kita. Bisa saja ular itu, tiba-tiba menggeliat keluar saat kita menulis cerita. Siapa yang bisa menghindar dari bacaan yang pernah kita baca? Tapi, kalau ditanya: apakah saya mengacu secara langsung pada cerpen Laksana itu? Rasanya tidak. Tapi apakah cerpen itu mempengaruhi imajinasi saya secara tak sadar? Barangkali iya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Manji Dharsana</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-772</link>
		<dc:creator>Manji Dharsana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 05:07:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-772</guid>
		<description>Cerita &quot;KAPAK&quot; mengingatkan saya pada &quot;SEEKOR ULAR DALAM KEPALA&quot;, karya A.S. Laksana. Apa ada keterkaitannya Mas?

Salam hangat,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita &#8220;KAPAK&#8221; mengingatkan saya pada &#8220;SEEKOR ULAR DALAM KEPALA&#8221;, karya A.S. Laksana. Apa ada keterkaitannya Mas?</p>
<p>Salam hangat,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agusnoorfiles</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-700</link>
		<dc:creator>agusnoorfiles</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 13:42:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-700</guid>
		<description>Salam kenal juga. Ayo, kirimin dong fiksi minimu itu. Biar aku bisa baca</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal juga. Ayo, kirimin dong fiksi minimu itu. Biar aku bisa baca</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: frozen</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-696</link>
		<dc:creator>frozen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 16:32:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-696</guid>
		<description>Haha... saya jadi keracunan menulis fiksi mini gara-gara membaca fiksi mini Pak Noor ini.

:mrgreen:

*salam kenal, Pak*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haha&#8230; saya jadi keracunan menulis fiksi mini gara-gara membaca fiksi mini Pak Noor ini.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*salam kenal, Pak*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mufti</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-680</link>
		<dc:creator>mufti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 02:25:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-680</guid>
		<description>bisakah perak berkarat? :D

Kematian yang mas agus buat selalu membingungkan, siapa yang mati, siapa yang mematikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bisakah perak berkarat? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kematian yang mas agus buat selalu membingungkan, siapa yang mati, siapa yang mematikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agusnoorfiles</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-649</link>
		<dc:creator>agusnoorfiles</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 17:38:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-649</guid>
		<description>tema kematian atau kesedihan memang lebih bersifat emosional, karena itu lebih gampang dirasakan, lebih terasa menyerap inspirasi. Ada benarnya juga, tema-tema semacam itu, jadi menarik ketika dituliskan. Kalau saat menulis, suasana hati saya sebenarnya selalu harus tenang, harus nggak keburu-buru. Itulah sebabnya saya cenderung membutuhkan suasana yang nyaman buat menulis, istilahnya: bertapa atau menyepi. Biasanya suasana itu membuat saya memiliki &#039;intensitas&#039; ketika menulis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tema kematian atau kesedihan memang lebih bersifat emosional, karena itu lebih gampang dirasakan, lebih terasa menyerap inspirasi. Ada benarnya juga, tema-tema semacam itu, jadi menarik ketika dituliskan. Kalau saat menulis, suasana hati saya sebenarnya selalu harus tenang, harus nggak keburu-buru. Itulah sebabnya saya cenderung membutuhkan suasana yang nyaman buat menulis, istilahnya: bertapa atau menyepi. Biasanya suasana itu membuat saya memiliki &#8216;intensitas&#8217; ketika menulis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gendut1mu3t</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-647</link>
		<dc:creator>gendut1mu3t</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 07:43:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-647</guid>
		<description>vee gag mudeng maz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>vee gag mudeng maz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Asef F. Amani</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/03/29/20-keping-puzzle-cerita/#comment-646</link>
		<dc:creator>Asef F. Amani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 13:31:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=382#comment-646</guid>
		<description>Salam, 
Selamat atas munculnya 20 keping puzzle cerita ini di koran tempo. Sekadar mau bertanya, setelah saya membaca semua ceritanya timbul pertanyaan dalam benak saya, kenapa hampir semua tema ceritanya tentang kematian atau lebih umum lagi tentang kesedihan, entah mati dengan wajar atau tidak wajar. apakah memang kematian atau kesedihan itu lebih mudah untuk dituliskan ataukah memang sewaktu menulis suasananya sedang mendung atau apa? mungkin rasa penasaran itu dapat terjawab oleh mas agus. sekali lagi saya ucapkan selamat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Selamat atas munculnya 20 keping puzzle cerita ini di koran tempo. Sekadar mau bertanya, setelah saya membaca semua ceritanya timbul pertanyaan dalam benak saya, kenapa hampir semua tema ceritanya tentang kematian atau lebih umum lagi tentang kesedihan, entah mati dengan wajar atau tidak wajar. apakah memang kematian atau kesedihan itu lebih mudah untuk dituliskan ataukah memang sewaktu menulis suasananya sedang mendung atau apa? mungkin rasa penasaran itu dapat terjawab oleh mas agus. sekali lagi saya ucapkan selamat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
