Saya mendapat email dari Resta Gunawan, nama yang tiba-tiba saja muncul dalam hidupku melalui dunia elektrik. Ia mengirimiku 15 fiksi mini, yang ingin kubagi dengan kalian. Saya senang dengan beberapa fiksi mini yang ditulisnya itu. Seperti fiksi mini ini misalnya:

Dresscode
“Stop”, kata malaikat di pintu surga, “tempat ini khusus untuk wanita yang setia kepada suaminya”. Wanita bergincu tebal itu menunjukkan beha dan celana dalamnya. Malaikat mengijinkannya masuk.
Atas seiijin Resta, saya menampilkan 15 fiksi mini yang dikirimkannya melalui email itu.
15 CERITA DARI SEORANG WANITA
Oleh: Resta Gunawan
Yang terhormat Tuan Agus Noor ,
Saya diminta Ahmad Dani membalas kartu pos yang pernah anda kirimkan kepadanya. Katanya terima kasih telah mengirim potongan cerita tersebut, tapi dia merasa kok mirip dengan hidupnya, ya? Ah, entahlah, saya hanya disuruh saja. Cerita ini sebenarnya akan saya kirimkan juga melalui kartu pos kepada Anda. Tapi kok seperti ketinggalan jaman ya, makanya saya kirim saja lewat email. Semoga cerita ini sampai kepada Anda, Agus Noor yang asli, bukan Agus Noor yang lain…
Telegram
Ia menerima telegram yang mengabarkan kematiannya.
Pesan Seorang Pembunuh
Seorang penembak jitu membunuh dirinya sendiri setelah tanpa sengaja membunuh anaknya. Pesan ini aku sampaikan kepadamu setelah ia membunuhku.
Rendezvouz
Lelaki itu datang ke kafe tengah malam. Ia menemukan seorang perempuan cantik di sana; mereka berbincang begitu lama. Meski kata pelayan, malam itu, tamu kafe hanya lelaki itu saja.
Mimpi Jadi Presiden
Seorang lelaki pengangguran punya mimpi menjadi presiden. Suatu malam dia bermimpi tentang bulan. Paginya dia mendapati bulan tergeletak di bawah ranjangnya.
Perselingkuhan Pertama
Adam mengkhianati cinta Hawa demi maneken yang kesepian di etalse toko baju impor.
Seorang Tentara Menenteng Kepala
Kota kami gempar. Seorang tentara tua menenteng kepala berjalan memasuki kota. Kami ketakutan, bersembunyi, dan hanya berani mengintip dari celah jendela; termasuk aku dan beberapa tukang kritik. Aku asing dengan tentara itu, tapi rasanya kenal dengan raut muka kepala yang ditentengnya. Kata orang-orang, itu wajahku.
Cinta Sepasang Maneken
Dipisahkan kaca etalase, sepasang maneken saling memandang diantara api yang membakar pertokoan di kota ini. Mereka menitikkan air mata, sementara orang-orang di luar bersorak gembira.
Wajah
Sepulang kerja, dia masuk toko barang antik. Saat melihat deretan wajah yang dipajang di dalam kotak kaca, ingatannya tertuju pada isteri dan anaknya yang selalu membantah kata-katanya. Dia segera pulang ke rumah dengan gembira. Di dalam tas kerjanya tersimpan wajah Mao dan Soeharto yang baru dibelinya; untuk menganti wajahnya sendiri.
Nasib Seorang Politisi
Ia mati keracunan bualannya sendiri.
Cerita Buat Bapak Presiden
Syahdan, Syahrazad harus bercerita seribu satu malam kepada patung batu yang gagah.
Pulang
Dia melanglang buana mencari wanita yang paling sempurna. Setelah lelah dan hampir menyerah, dia baru sadar wanita yang selama ini dicarinya telah menunggu di rumah. Kembali ke rumah, ia melihat isterinya telah menjadi pelacur.
Kaki Paling Indah di Surga
“Kau memiliki kaki paling indah”, rayu ular kepada Hawa. Tuhan yang marah mengusir ular ke dunia tanpa kaki.
Bapak Termangu di Beranda
Ia menanti keadilan yang tak kunjung datang.
Dresscode
“Stop”, kata malaikat di pintu surga, “tempat ini khusus untuk wanita yang setia kepada suaminya”. Wanita bergincu tebal itu menunjukkan beha dan celana dalamnya. Malaikat mengijinkannya masuk.
Kartu Pos dari Surga
Lelaki itu menerima kartu pos dari surga malam ini. “Undangan dari Tuhan”, kata Pak Pos padaku di warung kopi. Tepat jam sembilan pagi, kami menemukan lelaki itu gantung diri di kamar kontrakannya.
Bantul, 15-16 Januari 2009
PS: Mas Agus Noor, fiksi mini ini saya buat berdasarkan beberapa cerpen Anda dalam buku Bapak Presiden Yang Terhormat, Selingkuh Itu Indah, Rendezvouz, Potongan Cerita di Kartu Pos, dan cerpen Anda yang berserakan di laman internet. Buku Memorabilia saya belum punya (susah carinya sih!). Sungguh saya jatuh cinta dengan karya-karya Anda (untungnya gak jatuh cinta dengan And,. hehe…) Moga-moga Mas gak marah ya, karyanya dicuri orang (kan sudah saya kirim lagi ke Mas, hehe..)
Jujur saya baru tahu kalau dalam sastra ada yang namanya fiksi mini – saya baru tahu setelah menjenguk situs Anda. Maklum baru setahun ini tertarik dengan sastra, dulu hanya baca komik dan cerita erotis di internet saja – meski menurut pengertian denotatif, itu termasuk sastra juga (literature).
Kapan-kapan mampir ke blog saya di: www.restagunawan.wordpress.com – bloger baru (^_^) …. Oh ya, minta ijin untuk upload fiksi mini di atas ke blog saya ya… (entah cerita di atas sudah termasuk fiksi mini atau belum).. sebenarnya kriteria fiksi mini apa sich? Apa yang membedakannya dengan puisi cerita, misal puisi Sapardi (contohnya, “Catatan Masa Kecil”), atau sebagian besar puisi Joko Pinurbo?
Salam,
Resta Gunawan





mas, bahas mengenai fiksi mini secara detail dung..
dari 15 cerita di atas, saya suka yang ’seorang tentara menenteng kepala’, ‘nasib seorang politisi’, ‘dresscode’, ‘kartu pos dari surga’, dan ‘pulang’..
Wahh… semua ceritanya bagus-bagus, Mas.
berterimakasihlah pada Resta Gunawan, yang sudah menulis fiksi mini-fiksi mini ini dengan brilian.
Maaf pak,,,
Saya Mahasiswi UNY
Di Fakultas Saya ada suatu kelompok teater SEKRUP FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Bulan Mei kita mau mengadakan pentas monolog”
kira-kira kalau diperbolehkan naskah 15 cerita dari seorang wanita itu kita pentaskan di fakultas kami bagaimana ya pak???
Boleh tidaknya tolong beritahu kami… di email nayz_pien9doll@yahoo.com
Trimakasih sekali
Silakan…
Fiksi Mini
Ringkas bacanya
Dalem maknanya
salut…
ceritanya mengundang tawa sekaligus menghinakan…
dua sisi kehidupan yang tidak bisa dipisahkan.
Fiksi mini yang indah..
kalau boleh saya berniat menshare karya ini di facebook saya?
terimakasih
Silakan…sebutkan/tuliskan saja sumbernya….