
Pada tanggal 15, 16, 17 Januari 2009, Teater Gandrik akan kembali mementaskan lakon Sidang Susila di Teater Salihara, Jakarta. Naskah besutan Ayu Utami dan Agus Noor itu, sebelumnya memang telah dipertunjukan di Jakarta dan Yogyakarta. Pementasan itu bisa dianggap sebagai “energi baru Gandrik” yang menandai geliat kreatif kelompok teater yang dikenal dengan “estetika sampakan”-nya. Lakon Sidang Susila, dipentaskan kembali lantaran dianggap (masih) memiliki relevansi dengan tema seputar Undang-undang Pornografi yang baru disahkan itu. “Setidaknya lakon ini akan menjadi pengingat bagi kita akan agenda-agenda tersembunyi yang akan mencederai pluralisme, kemajemukan serta pentingnya ruang untuk mengekspresikan setiap pikiran,” jelas Butet Kartaredjasa. “Makanya, ketika Komunitas Salihara memberi kesempatan tampil, kami sangat antusias. Bagaimana pun Komunitas Salihara merupakan representasi tempat dan ruang bagi kreatifitas di Republik ini. Klop-lah dengan Gandrik.” Selain Butet Kartaredjasa, para dedengkot Gandrik seperti Susilo Nugroho, Heru Kesawa Murti, Djaduk Ferianto, Whani Darmawan pun konsisten mendukung lakon ini. Lanjutkan membaca ‘- TEATER GANDRIK KEMBALI PENTASKAN “SIDANG SUSILA”’





Comments of Files