AKU tengah berfikir betapa hidup ini telah menjadi begitu hampa dan sia-sisa untuk dipertahankan ketika kusaksikan setangkai sunyi tumbuh di antara gerimbun bunga-bunga di halaman. Setangkai sunyi yang cemerlang dengan perpaduan warna-warna yang paling rahasia sehingga membuatku tergetar dan bertanya-tanya. Benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang telah berubah menjadi tempat pembantaian? Lanjutkan membaca ‘- SETANGKAI SUNYI’
Arsip untuk November, 2008
- SETANGKAI SUNYI
Diterbitkan November 25, 2008 Cerpen 6 CommentsTags: Cerpen, cerpen Agus Noor, Cerpen Imajis
- KOMIK DRAMA
Diterbitkan November 13, 2008 Buku , Teater 5 CommentsTags: Komik, Komik Drama, Komik Indonesia, Presiden Kita Tercinta, Teater Gandrik
Saya pingin bikin buku “komik drama”, dan saya pingin ada komikus yang mau terlibat dalam proses ini. Begini. Naskah drama saya, “Presiden Kita Tercinta”, rencananya akan dipentaskan oleh Teater Gandrik pada bulan Juni 2009, nanti. Bersamaan dengan pementasan itulah, naskah itu ingin diterbitkan sebagai buku. Tapi saya membayangkan: itu bukan sekedar buku naskah drama. Tapi di dalamnya ada gambar-gambar adegan, menyerupai grafis komik. Nah, saya bayangkan saja, itu semacam buku “komik drama”, yakni komik yang menghadirkan adegan-adegan dalam naskah drama itu. Bagaimana bentuknya? Apa seperti komik biasa? Atau semacam novel grafis itu, dan nanti bisa disebut “drama grafis”? menurut saya, inilah proses yang menarik. Eksperimen kecil yang menarik untuk dicoba. Dialog-dialog dalam naskah drama, saya kira bisa menjadi bahan bagi “balon percakapan” tokoh sebagaimana dalam komik. Bagaimana adegan itu bisa dihadirkan secara visual, hingga ketika membaca naskah itu, pembaca pun seperti menyaksikan gerak pertunjukan di buku “komik drama” itu. Begitulah gagasan awalnya.
Nah, mungkinkah, ada temen komikus yang mau terlibat? Atau mungkin Anda punya temen komikus, bisalah diinformasikan gagasan ini. Saya seneng sekali bila gayung ide ini bersambut.
- DUNIA SERENA
Diterbitkan November 4, 2008 Cerpen 4 CommentsTags: cerpen Agus Noor, Cerpen Indonesia Mutakhir, Memorabilia
GEMERINCING kereta membawa Serena ke Negri Hesperida. Dua belas kuda berbulu putih melesat menembus pilar-pilar cahaya matahari yang menyemburat celah-celah awan, meniti lengkung pelangi. Lalu, dari langit yang gemerlapan dan penuh nyanyian, muncullah peri-peri mungil bersayap bening, membawa keranjang penuh bunga aneka rupa.
“Selamat datang, Serena… Selamat datang….” Lanjutkan membaca ‘- DUNIA SERENA’







Comments of Files