- SEMUSIM SMS PUISI CINTA SEPANJANG TAHUN

Musim ialah cinta yang berubah warna. Sepanjang tahun itu, musim merkar, berganti baju, mengenakan selendang aneka warna. Orang sering mengatakan kemarau sebagai kerinduan yang risau. Dan hujan semacam kenangan yang kadang menyedihkan.

Kau tertawa, ketika kukatakan, betapa kamu pun serupa musim yang terus-menerus berubah warna. “Kamu seperti musim yang tak gampang diduga,” kataku. “Dan kamu seperti musim yang gambang berubah dengan cepat,” jawabmu. “SMS-SMS yang kamu kirim, seperti pertanda pergantian musim,” sambungmu. “Musim yang berganti warna dalam hatimu.”

Ketika aku menyusun SMS-SMS ini, musim-musim itu seperti kupunguti kembali. Musim-musim yang berceceran dalam kenangan. Aku kadang tertawa, ketika kembali membacanya. Benarkah apu pernah menuliskan SMS itu untukmu, atau untuk seseorang lainnya? Semakin aku bersikeras mengingatnya, semakin aku tak bisa memastikannya. Mungkin saja, SMS itu memang kutulis untukmu, dan pada saat yang sama aku mengirimkannya untuk seseorang lainnya. Kuharap engkau tidak akan marah, para kekasihku, setelah tahu begitu banyak kutulis SMS, yang boleh jadi justru tidak kukirimkan untukmu.

Sekali lagi, jangan marah, wahai para kekasihku. Karena SMS-SMS ini hanyalah musim yang sudah berlalu. Musim, yang telah jadi kenangan. Musim, yang mungkin abadi dalam ingatan.

Lima Kwatrin SMS di Bulan Januari:

Apa yang paling indah

Dari bulan Januari?

Ialah saat kau singgah

Bertandang dalam hati

Ini sudah bulan Januari

Tapi kalender belum kuganti.

Meski waktu telah berganti,

Kangenku masih saja abadi

Januari pun kian ranum

Seperti bunga sekuntum

Ada rindu makin harum

Yang luluh dalam cium

Jangan petik bunga itu, dik

Biarkan tumbuh dlm hatimu

Jejari Januari trasa menggelitik

Mengusik hatiku yang rindu

Pagi hari bulan Januari

Bagai lumer di atas roti

Aku kini makin ngerti

Rasa perih dikhianati

Lima Kwatrin SMS di Bulan Februari:

Februari yang basah

Langit terlihat rendah

Selalu ada yang indah

Pada kangen & gundah

Masih ada sisa gerimis

Di Februari yang tiris

Untukmu duhai manis

Puisi Cinta ini kutulis

Februari bagai gadis manis

Bergaun merah jambu

Jangan lagi kamu menangis

Nanti kuberi cium rindu

Bagai cokelat yg kau beri

Februari trasa manis sekali

Bila kita saling mengerti

Akan abadi Valentine ini

Hujan bulan Februari

Hujan dari dalam hati

Kau beri sekerat nyeri

Kini kukunyah sendiri

Tiga Kwatrin SMS di Bulan Maret:

Ini Maret pertama

Saat kita berjumpa

Dan sehampar semesta

Menjelma rindu seketika

Ini bulan Maret, bukan?

Ada gerimis di halaman

Apa sakit yg tak tertahan?

Rindu disesah kasmaran

Dan Maret pun datang

Tanpa sekikat kembang

Kini aku makin bimbang

Saat Cinta makin usang

Empat Kwatrin SMS di Bulan April:

Lihatlah gerimis kecil

Melintas bulan April

Kau kupanggil-panggil

Tiap rinduku menggigil

Pada kalender dinding

April terasa hening

Pada matamu bening

Aku tak bisa berpaling

April selembut beludru

Cuaca pucat tak berwarna

Pada kanvas kesunyianku

Kau torehkan warna cinta

Seperti ada ketukan ganjil

Di daun pintu bulan April

Apa yang lebih mustahil

Selain cinta yang muskil?

Lima Kwatrin SMS di Bulan Mei:

Kerling manis bidadari

Mewarnai musim semi

Duh, senengnya hati ini

Kita jadian di bulan Mei

Jejak tanah yang kelabu

Angin Mei memupusnya

Sebutir duka di pipimu

Ingin aku menghapusnya

Kau sayatkan pedih

Di jantung bulan Mei

Aku berusaha tak sedih

Saat cinta terus melukai

Kini Mei telah kembali

Tapi bukan Mei dulu lagi

Masih terasa sakit hati ini

Sejak pertama kau khianati

Bagai cambuk petir

Di bulan Mei akhir

Cintaku yang getir

Serupa air di pasir

Tiga Kwatrin SMS di Bulan Juni:

Pelangi di tepian Juni

Bagai rambut para peri

Sejak mula kumengerti

Kau tak mudah kufahami

Sentuhkah jemarimu

Pada Juni yang kelabu

Agar kurasa selalu

Kau terus mencintaiku

Pagi bulan Juni di jendela

Kita berbaring memandangnya

Setelah semalaman bercinta

Kenapa masih saja hampa?

Empat Kwatrin SMS di Bulan Juli:

Jula-juli di bulan Juli

Beli gulali di pasar loji

Pacarku datanglah sini

Aku rindu setengah mati

Kita masih saja saling curiga

Tetap saja tak kunjung dewasa

Bagai bulan Juli yang bersahaja

Cinta sebenarnya hal sederhana

Langit Juli yg bersih

Kenapa masih bersedih?

Setiap butir-butir pedih

Bisa kau untai jadi tasbih

Pada Juli kau bertanya

Dari mana asal cahaya?

Semua dari hati & cinta

Sumber segala cahaya

Tiga Kwatrin SMS di Bulan Agustus:

“Ini Agustus,” katamu

Ke hatimu aku bertamu

Bila nanti kita ketemu

Kan kubasuh segala rindu

Ini Agustus yang tirus

Udara bau kapur barus

Cinta bukahlah harus

Tapi sesuatu yang tulus

Ini musim kemarau

Agustus begitu risau

Kutanya pada engkau

Kenapa kau jawab kalau!

Dua Kwatrin SMS di Bulan September:

September yang hambar

Biarkan hujan sebentar

Aku sudah tak sabar

Mau ketemu kau pacar

September yang basah

Udara harum tanah

Hatiku serupa gerabah

Yang telah kau pecah

Empat Kwatrin SMS di Bulan Oktober:

Musim tersenyum malu

Cuaca terlihat kelabu

Oktober ini kita ketemu

Mendadak aku jadi rindu

Oktober yang hangat

Terasa sangat keramat

Aku masih saja teringat

Pada ciummu yg nikmat

Nyanyi sepi

Oktober ini

Nyanyi duri

Hati terbagi

Ingin kutukar musim hujan

Agar Oktober jadi berseri

Seperti kutukar kesedihan

Dari hatimu yang sepi

Empat Kwatrin SMS di Bulan November:

Ini November kita

Bulan penuh makna

Inilah bulan bahagia

Saat kita jatuh cinta

November mengajari kita

Supaya saling percaya

Agar kita memahami cinta

Dengan hal-hal sederhana

November mandi cahaya

Musim unggas bercinta

Bila cinta memerihkan luka

Arir mata mensucikannya

Bulan November kita jumpa

Bertengkar di bulan ini juga

Tak ada beda bila aku terluka

Olehmu atau oleh cinta

Tiga Kwatrin SMS di Bulan Desember:

Ini Desember yg kudus

Seputih luka Kristus

Dengan apakah kuhapus

Rindu yg tak juga pupus

Desember akan pergi juga

Tapi kita ingin mengekalkannya

Kenapa kita masih saja percaya

Pada sesuatu yang tak ada?

Biarlah musim berlalu

Desember berganti baju

Apa yang kusebut rindu

Akan kekal dalam waktu

18 Tanggapan ke “- SEMUSIM SMS PUISI CINTA SEPANJANG TAHUN”


  1. 1 mata Agustus 13, 2008 pukul 2:42 am

    hebat…
    tapi memangnya sampeyan ini punya berapa kekasih mas ?
    hahahaha

    saya sudah angkat tangan kalau bicara soal puisi, susah memahami apa maksudnya. apalagi yang bertema cinta cintaan seperti itu. merinding bacanya… ckckckk

    btw, gimana yah bisa memahami isi puisi ? kata banyak orang sih yang tahu artinya cuma yang nulis puisi itu sendiri

  2. 2 D2R3D2 Agustus 14, 2008 pukul 5:46 pm

    ada yang berujar dengan sayu
    untuk siapa kau ciptakan beragam kata mengharu biru
    lalu diantara kecupan tak terlupa
    sekedar suntuk melambai

  3. 3 Jenny Agustus 20, 2008 pukul 5:00 am

    Hhmm….

    Puisi-puisi di atas, mengaburkan batas alam imajinasi dan kenyataan.
    Andai aku pacarmu,mas… betapa cemburunya aku kepada para kekasihmu.
    Andai aku bukan pacarmu, mas.. betapa inginnya aku menjadi kekasihmu.

  4. 4 watu_kali Agustus 21, 2008 pukul 4:12 am

    kurang mengarah….elek polll…
    sorry ya bkn gua memghina ya…
    tapi emang bener2 jelek kok..

  5. 5 agusnoorfiles Agustus 22, 2008 pukul 1:34 pm

    Menghina? siapa yang menghina siapa? siapa yang merasa terhina? aku? Sama sekali tidak. Aku bukanlah orang yang picik, yang gampang marah oleh komentar2 apa pun, setolol apa pun komentar itu… Komentarmu, duhai watu_kali, tidak akan membuat jelek tulisanku, dan juga tidak menambah bagus tulisanku. Tulisan-tulisanku tidak akan goyah oleh komentar apa pun, karena ia tetap akan memperoleh pembacanya sendiri-sendiri. Jadi, kamu tak perlu minta “sorry” padaku, atas penilaianmu. Pembaca yg lain, punya pendapat sendiri, yang tidak akan terpengaruh oleh pendapat kamu, bahkan pendapat siapa pun. Itu yg sering aku yakini sebagai “kedaulatan pembaca”. Sebuah tulisan, mesti siap menghadapi “kedaulatan pembaca” seperti itu..

  6. 6 Amani Agustus 26, 2008 pukul 2:02 pm

    Wah wah wah… ada puisi-puisi cinta lagi ini… Ah tak download ah buat koleksi pribadi, boleh to, mas Agus? ya boleh lah, kan dah bilang sendiri “kedaulatan pembaca”, jadi aku bebas mengunduhnya. Tapi jangan salah sangka dulu, ini buat kebaikan lho mas. terus terang aku senang dengan puisi-puisi cinta mas ini, terutama yang seukuran sms alias pendek-pendek. Ya, lumayan lah untuk mengirim sms romantis ke lawan jenis hehehe…
    Kalau ada yang bilang puisi-puisi ini jelek, saya tidak setuju. Tapi ya itu terserah lah, tiap orang berbeda-beda. “Kedaulatan pembaca” kata Mas Agus.
    Ok. terima kasih mas agus atas puisi-puisi cintanya (alah emang puisi itu buat saya hehehe…) saya tunggu lagi puisi-puisi yang lebih romantis lagi.

  7. 7 agusnoorfiles Agustus 26, 2008 pukul 3:38 pm

    Silakan kamu kutip, kamu koleksi, ato kamu kirim buat..hhhmmm…tapi resiko ga ditanggung (hehehe). Sy yakin, tak hanya kamu yg mengutip. Banyak kok yang diem-diem juga mengutip SMS-SMS itu. Ada peristiwa menarik. Seorang kenalanku mendapat SMS dari pacarnya…ia hanya senyum-senyum, karena tahu kalo SMS itu ngutip dari blog ini…

  8. 8 Penyair Gila September 9, 2008 pukul 4:33 pm

    Huahahaha jelas jelas nian. Tapi Mas Agus terkadang rindu itu menjadi setan yang mabok manakala mendekati hari akhir Desember ! Ini kurasakan
    pasalnya hari akhir ( 31 ) aku tersengal-sengal mencoba berulang-ulang membunuh rindu. Bayangkan hari kelahiranku (31) tumpukan dari bulan-bulan memoris para “kekasih”. Kikikikkk Ah ah, tak mau pusing !
    Mas Agus, kapan lagi jumpa. Di KCI V Banjarmasin kemarin kau memukau tenan baca cerpen.He he he untung aku kebagian juga baca cerpen. Salam salam.

  9. 9 Dwi Santoso September 22, 2008 pukul 4:48 am

    Puisi yang diciptakan Mas Agus Noor memang bagus. Dulu saya sering membuat puisi cinta di dalam setiap surat asmara yang ku layangkan pada sang kekasih walau tak pernah dibalas.

    Kepada bung mata, puisi tidak harus hanya dipahami oleh yang menciptakannya. Engkau pun bisa karena sebenarnya puisi adalah kalimat keseharian yang disusun secara rapi dan indah karena puisi tergolong pada kesusasteraan / sastra / bahasa indah.

  10. 10 timur matahari Oktober 16, 2008 pukul 11:05 pm

    saya singgah dirumah penyair
    ajari saya
    bertingkah dalam kata

  11. 11 agusnoorfiles Oktober 17, 2008 pukul 6:41 pm

    Singgahlah di jiwa kata
    Kau akan betah dan bahagia
    bila berdamai dengan maknanya

  12. 12 matahari timur kalimasadha Oktober 17, 2008 pukul 8:09 pm

    hei, bernahkah
    kata yang kau rasa
    berdamai dengan makna?
    sebab yang kurasa
    kata membiadabi jiwa

    ehm….

  13. 13 agusnoorfiles Oktober 18, 2008 pukul 5:00 am

    Ga percaya? Mari menyelam ke lubuk kata bersama…

  14. 14 matahari timur kalimasadha Oktober 18, 2008 pukul 9:11 pm

    hei, ribuan kata mengerangka makna
    ribuan makna mengutuk jiwa

    firman menjelma
    sangkakala

    ehm…,

  15. 15 akuhayu Oktober 23, 2008 pukul 3:16 am

    wah..wah..hanya bisa menekuk lutut, mengangkat topi dan berkata:
    salut!

  16. 16 timur matahari Oktober 26, 2008 pukul 1:12 am

    salam
    mampir
    ada ubi dan kopi bermain kata
    bertandanglah..
    meski dingin curiga pada hujan reda

  17. 17 eko putra Nopember 8, 2008 pukul 7:51 am

    saya sangat senang di sini
    bisa meraung dan belajar sepuasnya

    saya mengundang dirimu untuk hadir di dunia saya

  18. 18 amma Nopember 24, 2008 pukul 5:31 am

    salam…
    __jika saya tanyakan siapa? ah….belum tentu sampean nanti mau menjawabnya!!!

    __jika saya bertanya dimana? tak pasti juga sampean akan menunjukkannya.

    __lalu terpikir untuk bertanya kenapa? ah… tapi pasti adalah urusan privasi manusia “KEDAULATAN”

    kalau begitu numpang mampir saja…

    setuju dengan “setiap karya memiliki dunia sendiri untuk penikmatnya,” sehingga kita tak harus menghakimi sebuah karya

Tinggalkan Balasan




 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jun   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives Files

Photo Files

PRESIDEN GUYONAN

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

MTK 2

More Photos