Musim ialah cinta yang berubah warna. Sepanjang tahun itu, musim merkar, berganti baju, mengenakan selendang aneka warna. Orang sering mengatakan kemarau sebagai kerinduan yang risau. Dan hujan semacam kenangan yang kadang menyedihkan.
Kau tertawa, ketika kukatakan, betapa kamu pun serupa musim yang terus-menerus berubah warna. “Kamu seperti musim yang tak gampang diduga,” kataku. “Dan kamu seperti musim yang gambang berubah dengan cepat,” jawabmu. “SMS-SMS yang kamu kirim, seperti pertanda pergantian musim,” sambungmu. “Musim yang berganti warna dalam hatimu.”
Ketika aku menyusun SMS-SMS ini, musim-musim itu seperti kupunguti kembali. Musim-musim yang berceceran dalam kenangan. Aku kadang tertawa, ketika kembali membacanya. Benarkah apu pernah menuliskan SMS itu untukmu, atau untuk seseorang lainnya? Semakin aku bersikeras mengingatnya, semakin aku tak bisa memastikannya. Mungkin saja, SMS itu memang kutulis untukmu, dan pada saat yang sama aku mengirimkannya untuk seseorang lainnya. Kuharap engkau tidak akan marah, para kekasihku, setelah tahu begitu banyak kutulis SMS, yang boleh jadi justru tidak kukirimkan untukmu.
Sekali lagi, jangan marah, wahai para kekasihku. Karena SMS-SMS ini hanyalah musim yang sudah berlalu. Musim, yang telah jadi kenangan. Musim, yang mungkin abadi dalam ingatan.
Lima Kwatrin SMS di Bulan Januari:
♥
Apa yang paling indah
Dari bulan Januari?
Ialah saat kau singgah
Bertandang dalam hati
♥
Ini sudah bulan Januari
Tapi kalender belum kuganti.
Meski waktu telah berganti,
Kangenku masih saja abadi
♥
Januari pun kian ranum
Seperti bunga sekuntum
Ada rindu makin harum
Yang luluh dalam cium
♥
Jangan petik bunga itu, dik
Biarkan tumbuh dlm hatimu
Jejari Januari trasa menggelitik
Mengusik hatiku yang rindu
♥
Pagi hari bulan Januari
Bagai lumer di atas roti
Aku kini makin ngerti
Rasa perih dikhianati
Lima Kwatrin SMS di Bulan Februari:
♥
Februari yang basah
Langit terlihat rendah
Selalu ada yang indah
Pada kangen & gundah
♥
Masih ada sisa gerimis
Di Februari yang tiris
Untukmu duhai manis
Puisi Cinta ini kutulis
♥
Februari bagai gadis manis
Bergaun merah jambu
Jangan lagi kamu menangis
Nanti kuberi cium rindu
♥
Bagai cokelat yg kau beri
Februari trasa manis sekali
Bila kita saling mengerti
Akan abadi Valentine ini
♥
Hujan bulan Februari
Hujan dari dalam hati
Kau beri sekerat nyeri
Kini kukunyah sendiri
Tiga Kwatrin SMS di Bulan Maret:
♥
Ini Maret pertama
Saat kita berjumpa
Dan sehampar semesta
Menjelma rindu seketika
♥
Ini bulan Maret, bukan?
Ada gerimis di halaman
Apa sakit yg tak tertahan?
Rindu disesah kasmaran
♥
Dan Maret pun datang
Tanpa sekikat kembang
Kini aku makin bimbang
Saat Cinta makin usang
Empat Kwatrin SMS di Bulan April:
♥
Lihatlah gerimis kecil
Melintas bulan April
Kau kupanggil-panggil
Tiap rinduku menggigil
♥
Pada kalender dinding
April terasa hening
Pada matamu bening
Aku tak bisa berpaling
♥
April selembut beludru
Cuaca pucat tak berwarna
Pada kanvas kesunyianku
Kau torehkan warna cinta
♥
Seperti ada ketukan ganjil
Di daun pintu bulan April
Apa yang lebih mustahil
Selain cinta yang muskil?
Lima Kwatrin SMS di Bulan Mei:
♥
Kerling manis bidadari
Mewarnai musim semi
Duh, senengnya hati ini
Kita jadian di bulan Mei
♥
Jejak tanah yang kelabu
Angin Mei memupusnya
Sebutir duka di pipimu
Ingin aku menghapusnya
♥
Kau sayatkan pedih
Di jantung bulan Mei
Aku berusaha tak sedih
Saat cinta terus melukai
♥
Kini Mei telah kembali
Tapi bukan Mei dulu lagi
Masih terasa sakit hati ini
Sejak pertama kau khianati
♥
Bagai cambuk petir
Di bulan Mei akhir
Cintaku yang getir
Serupa air di pasir
Tiga Kwatrin SMS di Bulan Juni:
♥
Pelangi di tepian Juni
Bagai rambut para peri
Sejak mula kumengerti
Kau tak mudah kufahami
♥
Sentuhkah jemarimu
Pada Juni yang kelabu
Agar kurasa selalu
Kau terus mencintaiku
♥
Pagi bulan Juni di jendela
Kita berbaring memandangnya
Setelah semalaman bercinta
Kenapa masih saja hampa?
Empat Kwatrin SMS di Bulan Juli:
♥
Jula-juli di bulan Juli
Beli gulali di pasar loji
Pacarku datanglah sini
Aku rindu setengah mati
♥
Kita masih saja saling curiga
Tetap saja tak kunjung dewasa
Bagai bulan Juli yang bersahaja
Cinta sebenarnya hal sederhana
♥
Langit Juli yg bersih
Kenapa masih bersedih?
Setiap butir-butir pedih
Bisa kau untai jadi tasbih
♥
Pada Juli kau bertanya
Dari mana asal cahaya?
Semua dari hati & cinta
Sumber segala cahaya
Tiga Kwatrin SMS di Bulan Agustus:
♥
“Ini Agustus,” katamu
Ke hatimu aku bertamu
Bila nanti kita ketemu
Kan kubasuh segala rindu
♥
Ini Agustus yang tirus
Udara bau kapur barus
Cinta bukahlah harus
Tapi sesuatu yang tulus
♥
Ini musim kemarau
Agustus begitu risau
Kutanya pada engkau
Kenapa kau jawab kalau!
Dua Kwatrin SMS di Bulan September:
♥
September yang hambar
Biarkan hujan sebentar
Aku sudah tak sabar
Mau ketemu kau pacar
♥
September yang basah
Udara harum tanah
Hatiku serupa gerabah
Yang telah kau pecah
Empat Kwatrin SMS di Bulan Oktober:
♥
Musim tersenyum malu
Cuaca terlihat kelabu
Oktober ini kita ketemu
Mendadak aku jadi rindu
♥
Oktober yang hangat
Terasa sangat keramat
Aku masih saja teringat
Pada ciummu yg nikmat
♥
Nyanyi sepi
Oktober ini
Nyanyi duri
Hati terbagi
♥
Ingin kutukar musim hujan
Agar Oktober jadi berseri
Seperti kutukar kesedihan
Dari hatimu yang sepi
Empat Kwatrin SMS di Bulan November:
♥
Ini November kita
Bulan penuh makna
Inilah bulan bahagia
Saat kita jatuh cinta
♥
November mengajari kita
Supaya saling percaya
Agar kita memahami cinta
Dengan hal-hal sederhana
♥
November mandi cahaya
Musim unggas bercinta
Bila cinta memerihkan luka
Arir mata mensucikannya
♥
Bulan November kita jumpa
Bertengkar di bulan ini juga
Tak ada beda bila aku terluka
Olehmu atau oleh cinta
Tiga Kwatrin SMS di Bulan Desember:
♥
Ini Desember yg kudus
Seputih luka Kristus
Dengan apakah kuhapus
Rindu yg tak juga pupus
♥
Desember akan pergi juga
Tapi kita ingin mengekalkannya
Kenapa kita masih saja percaya
Pada sesuatu yang tak ada?
♥
Biarlah musim berlalu
Desember berganti baju
Apa yang kusebut rindu
Akan kekal dalam waktu





hebat…
tapi memangnya sampeyan ini punya berapa kekasih mas ?
hahahaha
saya sudah angkat tangan kalau bicara soal puisi, susah memahami apa maksudnya. apalagi yang bertema cinta cintaan seperti itu. merinding bacanya… ckckckk
btw, gimana yah bisa memahami isi puisi ? kata banyak orang sih yang tahu artinya cuma yang nulis puisi itu sendiri
ada yang berujar dengan sayu
untuk siapa kau ciptakan beragam kata mengharu biru
lalu diantara kecupan tak terlupa
sekedar suntuk melambai
Hhmm….
Puisi-puisi di atas, mengaburkan batas alam imajinasi dan kenyataan.
Andai aku pacarmu,mas… betapa cemburunya aku kepada para kekasihmu.
Andai aku bukan pacarmu, mas.. betapa inginnya aku menjadi kekasihmu.
kurang mengarah….elek polll…
sorry ya bkn gua memghina ya…
tapi emang bener2 jelek kok..
Menghina? siapa yang menghina siapa? siapa yang merasa terhina? aku? Sama sekali tidak. Aku bukanlah orang yang picik, yang gampang marah oleh komentar2 apa pun, setolol apa pun komentar itu… Komentarmu, duhai watu_kali, tidak akan membuat jelek tulisanku, dan juga tidak menambah bagus tulisanku. Tulisan-tulisanku tidak akan goyah oleh komentar apa pun, karena ia tetap akan memperoleh pembacanya sendiri-sendiri. Jadi, kamu tak perlu minta “sorry” padaku, atas penilaianmu. Pembaca yg lain, punya pendapat sendiri, yang tidak akan terpengaruh oleh pendapat kamu, bahkan pendapat siapa pun. Itu yg sering aku yakini sebagai “kedaulatan pembaca”. Sebuah tulisan, mesti siap menghadapi “kedaulatan pembaca” seperti itu..
Wah wah wah… ada puisi-puisi cinta lagi ini… Ah tak download ah buat koleksi pribadi, boleh to, mas Agus? ya boleh lah, kan dah bilang sendiri “kedaulatan pembaca”, jadi aku bebas mengunduhnya. Tapi jangan salah sangka dulu, ini buat kebaikan lho mas. terus terang aku senang dengan puisi-puisi cinta mas ini, terutama yang seukuran sms alias pendek-pendek. Ya, lumayan lah untuk mengirim sms romantis ke lawan jenis hehehe…
Kalau ada yang bilang puisi-puisi ini jelek, saya tidak setuju. Tapi ya itu terserah lah, tiap orang berbeda-beda. “Kedaulatan pembaca” kata Mas Agus.
Ok. terima kasih mas agus atas puisi-puisi cintanya (alah emang puisi itu buat saya hehehe…) saya tunggu lagi puisi-puisi yang lebih romantis lagi.
Silakan kamu kutip, kamu koleksi, ato kamu kirim buat..hhhmmm…tapi resiko ga ditanggung (hehehe). Sy yakin, tak hanya kamu yg mengutip. Banyak kok yang diem-diem juga mengutip SMS-SMS itu. Ada peristiwa menarik. Seorang kenalanku mendapat SMS dari pacarnya…ia hanya senyum-senyum, karena tahu kalo SMS itu ngutip dari blog ini…
Huahahaha jelas jelas nian. Tapi Mas Agus terkadang rindu itu menjadi setan yang mabok manakala mendekati hari akhir Desember ! Ini kurasakan
pasalnya hari akhir ( 31 ) aku tersengal-sengal mencoba berulang-ulang membunuh rindu. Bayangkan hari kelahiranku (31) tumpukan dari bulan-bulan memoris para “kekasih”. Kikikikkk Ah ah, tak mau pusing !
Mas Agus, kapan lagi jumpa. Di KCI V Banjarmasin kemarin kau memukau tenan baca cerpen.He he he untung aku kebagian juga baca cerpen. Salam salam.
Puisi yang diciptakan Mas Agus Noor memang bagus. Dulu saya sering membuat puisi cinta di dalam setiap surat asmara yang ku layangkan pada sang kekasih walau tak pernah dibalas.
Kepada bung mata, puisi tidak harus hanya dipahami oleh yang menciptakannya. Engkau pun bisa karena sebenarnya puisi adalah kalimat keseharian yang disusun secara rapi dan indah karena puisi tergolong pada kesusasteraan / sastra / bahasa indah.
saya singgah dirumah penyair
ajari saya
bertingkah dalam kata
Singgahlah di jiwa kata
Kau akan betah dan bahagia
bila berdamai dengan maknanya
hei, bernahkah
kata yang kau rasa
berdamai dengan makna?
sebab yang kurasa
kata membiadabi jiwa
ehm….
Ga percaya? Mari menyelam ke lubuk kata bersama…
hei, ribuan kata mengerangka makna
ribuan makna mengutuk jiwa
firman menjelma
sangkakala
ehm…,
wah..wah..hanya bisa menekuk lutut, mengangkat topi dan berkata:
salut!
salam
mampir
ada ubi dan kopi bermain kata
bertandanglah..
meski dingin curiga pada hujan reda
saya sangat senang di sini
bisa meraung dan belajar sepuasnya
saya mengundang dirimu untuk hadir di dunia saya
salam…
__jika saya tanyakan siapa? ah….belum tentu sampean nanti mau menjawabnya!!!
__jika saya bertanya dimana? tak pasti juga sampean akan menunjukkannya.
__lalu terpikir untuk bertanya kenapa? ah… tapi pasti adalah urusan privasi manusia “KEDAULATAN”
kalau begitu numpang mampir saja…
setuju dengan “setiap karya memiliki dunia sendiri untuk penikmatnya,” sehingga kita tak harus menghakimi sebuah karya