Seperti telah jadi tradisi tahunan, Kompas kembali memilih cerpen-cerpen terbaik pada tahun 2008 ini. Undangan untuk menghadiri malam Penganugerahan Cerpen Terbaik Kompas 2008, sudah saya terima. Dari desain undangan itu, saya sebenarnya sudah bisa menduga: siapa yang menang cerpen terbaik tahun ini. Tapi, sebagaimana biasanya, Kompas nampaknya memang ingin berahasia, dengan tidak mengungkapnya lebih dulu. Maka, saya pun menghormati itu, dengan tidak menuliskan lebih dulu dugaan saya.
Makanya, ketika kawan Triyanto Triwikromo mengirim sms, “Hayo, cerpen siapa yang ada kisah ikan pausnya? Itulah cerpen terbaiknya… Liat ajah desain undangannya”, saya hanya senyum-senyum. Lalu kubalas, “Oke, saya akan baca cerpen itu…” Dugaan Triyanto pun tak beda dengan saya. Tapi, baiklah, cerpen siapa yang jadi cerpen terbaik, biarlah nanti terungkap setelah malam penganugerahan itu. Yakni, hari Kamis, 26 Juni 2008, sekitar jam tujuh malam, di Bentara Budaya Jakarta. Aneh juga, sebab biasanya acara pemberian hadiah cerpen Kompas itu dilaksanakan setiap tanggal 28 Juni, bertepatan dengan ulang tahun Kompas.
Karena kali ini diadakan tanggal 26, maka kemungkinan saya nggak bisa datang. Soalnya, tanggal itu adalah tanggal ulang tahun saya. Dan saya, sudah merancang acara bersama kawan-kawan dekat, untuk merayakannya.






Comments of Files