<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: - TUKANG JAHIT</title>
	<atom:link href="http://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/03/22/tukang-jahit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/03/22/tukang-jahit/</link>
	<description>Dunia Para Penyihir Bahasa</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 00:19:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: CERPEN KOMPAS PILIHAN: CINTA DI ATAS PERAHU CADIK &#171; Agus Noor_files</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/03/22/tukang-jahit/#comment-227</link>
		<dc:creator>CERPEN KOMPAS PILIHAN: CINTA DI ATAS PERAHU CADIK &#171; Agus Noor_files</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 11:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=74#comment-227</guid>
		<description>[...] Triwikromo), Bigau (Damhuri Muhammad), Lak-uk Kam (Gus tf Sakai), Candik Ala (GM Sudarta), Tukang Jahit (Agus Noor), Sepatu Tuhan (Ugoran Prasad), Hari Terakhir Mei Lan (Soeprijadi Tomodihardjo), Gerimis [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Triwikromo), Bigau (Damhuri Muhammad), Lak-uk Kam (Gus tf Sakai), Candik Ala (GM Sudarta), Tukang Jahit (Agus Noor), Sepatu Tuhan (Ugoran Prasad), Hari Terakhir Mei Lan (Soeprijadi Tomodihardjo), Gerimis [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agusnoorfiles</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/03/22/tukang-jahit/#comment-88</link>
		<dc:creator>agusnoorfiles</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 10:40:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=74#comment-88</guid>
		<description>Ada tiga latar ide yang menggerakkan penulisan cerpen Tukang Jahit ini. Pertama, saya melihat orang-orang yang susah justru ketika lebaran tiba, karena harga sembako mahal. Kedua, tradisi untuk selalu memakai baju baru di setiap lebaran. Bukankah dua hal itu kontradiktif (ada ironi) dan karenanya menarik bila dipersandingkan menjadi satir sosial? Pada satu sisi ada orang yang susah di saat menjelang lebaran, tapi ada juga yang gembira karena bisa pakai baju baru. Ketiga, saya pernah membaca dongeng tentang orang yang bisa menjahit hati yang luka. 
Nah, saya lalu membayangkan, bagaimana kalau ada seorang yang bisa menjahit hati orang-orang yang lagi sedih menjelang lebaran itu? Andaikan ada, pastilah orang itu penjahit yang punya jarum ajaib. Nah, disinilah sebenarnya proses kreatif seorang pengarang bekerja. Ia &quot;mentransendensikan peristiwa atau fakta sosial ke dalam imajinasinya&quot;. Maka saya bayangkan tukang jahit itu. Saya amati tukang jahit di pasar, yang mulai terpinggirkan (karena orang sekarang lebih senang pake baju konveksi yang sudah langsung jadi). Saya bayangkan suatu masa, tukang jahit itu berjaya, tapi kini dilupakan. Kota makin maju. Makin praktis. Tapi justru di saat itulah, kota makin banyak dipenuhi orang yang sedih hidupnya. Bagaimanakah caranya orang-orang sedih itu menikmati lebaran? Mereka pasti tak bisa menikmati lebaran bila hatinya tak bahagia. Ah, andaisaja ada tukang jahit yang bisa menjahit hati mereka yang sedih dan tak bahagia itu...
Begitulah, maka saya pun menulis kisah Tukang Jahit itu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada tiga latar ide yang menggerakkan penulisan cerpen Tukang Jahit ini. Pertama, saya melihat orang-orang yang susah justru ketika lebaran tiba, karena harga sembako mahal. Kedua, tradisi untuk selalu memakai baju baru di setiap lebaran. Bukankah dua hal itu kontradiktif (ada ironi) dan karenanya menarik bila dipersandingkan menjadi satir sosial? Pada satu sisi ada orang yang susah di saat menjelang lebaran, tapi ada juga yang gembira karena bisa pakai baju baru. Ketiga, saya pernah membaca dongeng tentang orang yang bisa menjahit hati yang luka.<br />
Nah, saya lalu membayangkan, bagaimana kalau ada seorang yang bisa menjahit hati orang-orang yang lagi sedih menjelang lebaran itu? Andaikan ada, pastilah orang itu penjahit yang punya jarum ajaib. Nah, disinilah sebenarnya proses kreatif seorang pengarang bekerja. Ia &#8220;mentransendensikan peristiwa atau fakta sosial ke dalam imajinasinya&#8221;. Maka saya bayangkan tukang jahit itu. Saya amati tukang jahit di pasar, yang mulai terpinggirkan (karena orang sekarang lebih senang pake baju konveksi yang sudah langsung jadi). Saya bayangkan suatu masa, tukang jahit itu berjaya, tapi kini dilupakan. Kota makin maju. Makin praktis. Tapi justru di saat itulah, kota makin banyak dipenuhi orang yang sedih hidupnya. Bagaimanakah caranya orang-orang sedih itu menikmati lebaran? Mereka pasti tak bisa menikmati lebaran bila hatinya tak bahagia. Ah, andaisaja ada tukang jahit yang bisa menjahit hati mereka yang sedih dan tak bahagia itu&#8230;<br />
Begitulah, maka saya pun menulis kisah Tukang Jahit itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Asef</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/03/22/tukang-jahit/#comment-87</link>
		<dc:creator>Asef</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 13:59:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=74#comment-87</guid>
		<description>Saya juga sudah pernah baca cerpen ini di Kompas. Bagus sekali dan saya suka sekali cerpennya. Setelah saya baca cerpen ini, saya teringat akan ayah saya yang pekerjaannya juga sebagai tukang jahit. Memang, setiap akan lebaran orderan melimpah bahkan sampai mengantri dari bulan-bulan sebelumnya. Ada rasa senang juga sih mendapat order banyak, tapi juga sedih karena tenaga ayah saya akan terporsir apalagi mendekatihari H, para pelanggan pasti minta dipercepat. 

Mas Agus, saya ingin nanya, cerpen ini awalnya bagaimana (prosesnya)? apakah mas mengamati si tukang jahit ataukah bagaimana? Makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga sudah pernah baca cerpen ini di Kompas. Bagus sekali dan saya suka sekali cerpennya. Setelah saya baca cerpen ini, saya teringat akan ayah saya yang pekerjaannya juga sebagai tukang jahit. Memang, setiap akan lebaran orderan melimpah bahkan sampai mengantri dari bulan-bulan sebelumnya. Ada rasa senang juga sih mendapat order banyak, tapi juga sedih karena tenaga ayah saya akan terporsir apalagi mendekatihari H, para pelanggan pasti minta dipercepat. </p>
<p>Mas Agus, saya ingin nanya, cerpen ini awalnya bagaimana (prosesnya)? apakah mas mengamati si tukang jahit ataukah bagaimana? Makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agusnoorfiles</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/03/22/tukang-jahit/#comment-83</link>
		<dc:creator>agusnoorfiles</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 08:36:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=74#comment-83</guid>
		<description>Benar sekali, cerpen ini pernah dimuat di Kompas, edisi Minggu. Pada blog ini, memang kadang akan saya munculkan artikel atau tulisan-tulisan saya, yang pernah muncul di media lain, sepanjang itu memang saya anggap perlu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar sekali, cerpen ini pernah dimuat di Kompas, edisi Minggu. Pada blog ini, memang kadang akan saya munculkan artikel atau tulisan-tulisan saya, yang pernah muncul di media lain, sepanjang itu memang saya anggap perlu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: veta</title>
		<link>http://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/03/22/tukang-jahit/#comment-82</link>
		<dc:creator>veta</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 05:21:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusnoorfiles.wordpress.com/?p=74#comment-82</guid>
		<description>kayaknya udah pernah baca, kalau bukan di kr apa di kompas ya? pokoknya edisi minggu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kayaknya udah pernah baca, kalau bukan di kr apa di kompas ya? pokoknya edisi minggu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
