Ini satu esai yang ditulis oleh kritikus sastra Sudarmoko, alumnus Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang. Ia kemudian melanjutkan sekolah di Department of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania, Leiden University, atas beasiswa dari The International Fellowship Program - Ford Foundation. Koko, begitu biasa ia dipanggil, mempublikasikanbanyak tulisannya ke media massa lokal dan nasional. Selain itu juga menempuh proses kreatif sebagai pekerja teater. Barangkali, tulisan ini bisa memberikan satu gambaran seputar proses kreatif Agus Noor dan juga kecenderungan estetis yang dikembangkan dalam cerpen-cerpennya… Lanjutkan membaca ‘- Membaca Cerpen-cerpen Agus Noor’
Arsip untuk Desember 12th, 2007
- Membaca Cerpen-cerpen Agus Noor
Diterbitkan Desember 12, 2007 Cerpen , Esai 0 KomentarTags: Agus Noor, Cerpen, Esai, sastra Indonesia, kritik, Sudarmoko, Selingkuh itu Indah, Memorabilia, Bapak Presiden yang Terhormat...
Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!
Diterbitkan Desember 12, 2007 Teater 2 KomentarTags: Ayu Utami, pornoaksi, pornografi, Teater Gandrik, TIM
Teater Gandrik manggung lagi! Bagi publik teater Indonesia, ini jelas berita menggembirakan. Teater Gandrik merupakan kelompok teater dari Yogyakarta yang piawai mengemas kritik sosial satir politik melalui pola teater sampakan. Lakon-lakon seperti Dhemit, Orde Tabung, Proyek, yang telah mereka pentaskan menjadi tonggak sejarah teater Indonesia. Kini Teater Gandrik, yang tengah berbenah dengan “energi baru”, mempersiapkan lakon Sidang Susila, yang naskahnya ditulis Ayu Utami dan Agus Noor. Duet dua penulis ini saja tentu saja sudah sangat menarik. Apalagi si raja monolog Butet Kartaradjasa dan penata musik Djaduk Ferianto juga terlibat dalam proses pemanggungan lakon itu. Sidang Susila rencananya akan dipentaskan pertengahan Februari 2008 nanti, di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Ini pertunjukan yang wajib ditonton! Gimana kisah Sidang Susila? Simak sinopsis lakon tersebut… Lanjutkan membaca ‘Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!’




Comments of Files