Arsip untuk Desember, 2007

- Cerita yang Bergelut dengan Bahasa

Bila penyair menemukan bahasa, maka pengarang menciptakan sebuah dunia melalui bahasa. Dunia itu ialah dunia fiktif, dunia yang penuh dan utuh sebagai sebah fiksi. Maka, pengarang sesungguhnya bekerja dan bergelut dengan bahasa. Cara bercerita seorang pengarang pada akhirnya memang memperlihatkan cara pengarang itu memperlakukan bahasa dan bagaimana ia, secara “idiologis”, meyakini “bahasa cerita”-nya. Inilah yang akhirnya memperlihatkan orientasi estetis seorang pengarang. Apa yang diperlihatkan para cerpenis mutakhir Indonesia dalam memperlakukan bahasa, sesungguhnya bisa memberi tahu: ke mana sesungguhnya arah pertumbuhan cerpen kita. Bahwa cerita, pada akhirnya, mesti menjadi ekspresi naratif sekaligus juga menjadi wacana yang menyediakan keterlimpahan makna

agus-noor-blog-2.jpg
Pikiran-pikiran itu, menandai kajian Agus Noor tentang cerpen-cerpen Indonesia paling mutakhir, yang disampaikannya pada Konggres Cerpen Indonesia di Balikpapan, Oktober 2007 lalu. Agus Noor kemudian menyusun dan menuliskan kembali pikiran-pikirannya itu, sebagaimana selengkapnya berikut ini… Lanjutkan membaca ‘- Cerita yang Bergelut dengan Bahasa’

- Esai Tentang “Potongan Cerita di Kartu Pos”

Potongan Cerita di Kartu Pos ialah prosa Agus Noor yang berkisah perihal banyak peristiwa. Sejumlah cerita yang ditulisnya terasa menawarkan imaji yang lebih menyayat ketimbang para pendahulunya, semacam Hamsad Rangkuti, Seno Gumira Ajidarma, Putu Wijaya. Kebanyakan cerita yang ditulis Agus Noor lebih bersimbiosis pada kehidupan yang kejam, penuh dengan kekejian, dendam maupun petaka berbalut jadi satu. Setidaknya, itulah yang rasakan oleh Alex R Nainggolan, seorang penulis yang sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi UNILA. Sebagai penulis Alex sudah banyak menghasilkan karya berupa cerpen, puisi, esai dan tinjauan buku yang termaktub dalam majalah sastra Horison, Jurnal Puisi, Kompas, Republika, Jawa Pos, Suara Pembaruan, dll. Benerapa karyanya juga termuat dalam antologi Ini Sirkus Senyum… (Bumi Manusia, 2002); Eelegi gerimis Pagi (KSI, 2002); Grafitti Imaji (YMS, 2002); Puisi Tak Pernah Pergi (KOMPAS, 2003); La Runduna (CWI & Menpora RI, 2005), dll. Bagaimanakah pencapaian-pencapaian kreatif Agus Noor dalam kumpulan prosanya ini, simak selengkapnya…. Lanjutkan membaca ‘- Esai Tentang “Potongan Cerita di Kartu Pos”’

“POTONGAN CERITA DI KARTU POS”

cover-3-wp.jpg

Judul Buku : Potongan Cerita di Kartu Pos
Pengarang : Agus Noor
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Cetakan : I, September 2006
Tebal Buku : vi+173 Halaman

Kumpulan Cerpen Agus Noor, Potongan Cerita di Kartu Pos, memperlihatkan upaya tekhnis dan estetis Agus Noor sebagai seorang penulis cerpen untuk menjelajahi bermacam gaya dan kemungkinan bercerita, sekaligus eksplorasi tema. Bagaimana mengolah tema dengan menekankan gaya bercerita, sangat terasa dalam buku ini. Maka sebagai penulis cerpen pun Agus Noor seakan mengukuhkan satu sikap estetik: bahwa seorang penulis mestilah tidak berhenti dengan satu gaya atau style. Tulisan Satmoko Budi Sastosa, berikut ini, bisa menjadi rujukan untuk melihat proses kreatif Agus Noor. Tulisan ini diambil dari Jawa Pos (Minggu, 26 November 2006). Selengkapnya, silakan simak “Estetika Kefasihan Pengarang Bercerita” berikut…

Lanjutkan membaca ‘“POTONGAN CERITA DI KARTU POS”’

- Membaca Cerpen-cerpen Agus Noor

Ini satu esai yang ditulis oleh kritikus sastra Sudarmoko, alumnus Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang. Ia kemudian melanjutkan sekolah di Department of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania, Leiden University, atas beasiswa dari The International Fellowship Program - Ford Foundation. Koko, begitu biasa ia dipanggil, mempublikasikanbanyak tulisannya ke media massa lokal dan nasional. Selain itu juga menempuh proses kreatif sebagai pekerja teater. Barangkali, tulisan ini bisa memberikan satu gambaran seputar proses kreatif Agus Noor dan juga kecenderungan estetis yang dikembangkan dalam cerpen-cerpennya… Lanjutkan membaca ‘- Membaca Cerpen-cerpen Agus Noor’

Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!

Persidangan Closet

Teater Gandrik manggung lagi! Bagi publik teater Indonesia, ini jelas berita menggembirakan. Teater Gandrik merupakan kelompok teater dari Yogyakarta yang piawai mengemas kritik sosial satir politik melalui pola teater sampakan. Lakon-lakon seperti Dhemit, Orde Tabung, Proyek, yang telah mereka pentaskan menjadi tonggak sejarah teater Indonesia. Kini Teater Gandrik, yang tengah berbenah dengan “energi baru”, mempersiapkan lakon Sidang Susila, yang naskahnya ditulis Ayu Utami dan Agus Noor. Duet dua penulis ini saja tentu saja sudah sangat menarik. Apalagi si raja monolog Butet Kartaradjasa dan penata musik Djaduk Ferianto juga terlibat dalam proses pemanggungan lakon itu. Sidang Susila rencananya akan dipentaskan pertengahan Februari 2008 nanti, di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Ini pertunjukan yang wajib ditonton! Gimana kisah Sidang Susila? Simak sinopsis lakon tersebut… Lanjutkan membaca ‘Segera: “SIDANG SUSILA” Teater Gandrik!’

- Monolog “SARIMIN” Butet Kartaredjasa

sarimin-butet-wp.jpg

UPAYA MEMANUSIAKAN GAGASAN

Bagaimana ide kreatif dan proses pengolahan gagasan monolog Sarimin yang ditulis Agus Noor dan dimainkan Butet Kartaredjasa berkembang? Inilah catatan seputar proses kreatif monolog Sarimin itu… Lanjutkan membaca ‘- Monolog “SARIMIN” Butet Kartaredjasa’


 

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives Files

Photo Files

Potongan Cerita di Kartu Pos

Kumpulan Cerpen "Selingkuh Itu Indah"

MTK 2

More Photos